Menu

Mode Gelap
Cipta Selera Murni (CSMI) Buka Suara soal Kinerja dan Volatilitas Saham, Ungkap Strategi Ekspansi NWS Chicken Bank Aladin Syariah (BANK) Buka Suara Soal Lonjakan Pergerakan Saham, Tegaskan Tak Ada Informasi Material Metrodata (MTDL) Percepat Adopsi Agentic AI, Bidik AI Jadi Mesin Pertumbuhan Baru Perseroan HABCO Tambah Modal Rp320 Miliar Lewat PMTHMETD, Siapkan Dana untuk Armada Kapal dan Bayar Utang Bank Toyota Celica Dikabarkan Bangkit Lagi, Siap Hadir dengan Mesin 400 HP dan Hybrid 500 HP Volkswagen Siapkan Restrukturisasi Besar, Hingga 50.000 Karyawan Berpotensi Kena PHK

Kripto

Trader Kripto Kehilangan Rp85 Miliar Usai Bertaruh Argentina Juara Piala Dunia 2026, Semua Uangnya Hangus!

badge-check


					Ai Perbesar

Ai

BIZBUZ.ID – Dunia kripto kembali dihebohkan oleh kisah kerugian fantastis. Seorang trader kripto dengan nama dompet gud.hl dilaporkan kehilangan sekitar US$5,2 juta atau setara Rp85 miliar setelah bertaruh bahwa Argentina akan menjuarai Piala Dunia FIFA 2026.

Harapan tersebut sirna ketika Spanyol berhasil mengalahkan Argentina dengan skor 1-0 di partai final, sehingga seluruh taruhan yang dipasang trader tersebut berubah menjadi tidak bernilai.

Informasi ini pertama kali diungkap oleh perusahaan analitik blockchain Arkham Intelligence, yang melacak aktivitas dompet digital gud.hl melalui data on-chain.

Arkham Ungkap Aktivitas Dompet Trader

Berdasarkan data yang dibagikan Arkham Intelligence, gud.hl telah menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk membangun posisi taruhan di platform prediksi berbasis blockchain Polymarket.

Trader tersebut membeli kontrak “Yes” yang berarti bertaruh Argentina akan menjadi juara dunia.

Harga pembelian rata-rata berada di kisaran US$0,11 hingga US$0,12 per saham prediksi.

Seiring perjalanan Argentina menuju babak final, nilai investasinya terus meningkat tajam hingga menghasilkan keuntungan yang belum direalisasikan (unrealized profit) senilai jutaan dolar.

Bahkan, menjelang laga final, gud.hl tercatat sebagai salah satu pemegang kontrak kemenangan Argentina terbesar di Polymarket.

Final Berakhir Tragis

Semua berubah ketika laga final berlangsung.

Spanyol berhasil menundukkan Argentina dengan skor tipis 1-0, sekaligus memastikan gelar juara dunia jatuh ke tangan La Furia Roja.

Hasil tersebut otomatis menentukan penyelesaian kontrak di Polymarket.

Karena Argentina kalah, seluruh kontrak “Yes” yang dimiliki gud.hl bernilai US$0.

Dalam hitungan detik setelah peluit panjang dibunyikan, posisi senilai lebih dari US$5,2 juta langsung hangus.

Bagaimana Cara Kerja Polymarket?

Polymarket merupakan platform prediction market berbasis blockchain yang memungkinkan pengguna bertaruh pada berbagai peristiwa dunia nyata.

Pengguna membeli kontrak berdasarkan hasil yang mereka yakini akan terjadi.

Sistemnya cukup sederhana:

  • Kontrak yang benar akan dibayar US$1 per saham.
  • Kontrak yang salah akan bernilai US$0.

Karena gud.hl hanya membeli kontrak kemenangan Argentina tanpa melakukan lindung nilai (hedging), seluruh investasinya hilang ketika hasil pertandingan tidak sesuai prediksi.

Keuntungan Hyperliquid Ikut Lenyap

Menurut Arkham, dana yang digunakan untuk taruhan tersebut sebagian besar berasal dari keuntungan besar yang sebelumnya diperoleh gud.hl melalui aktivitas trading di Hyperliquid.

Ironisnya, keuntungan yang berhasil dikumpulkan selama berbulan-bulan tersebut habis hanya dalam satu pertandingan sepak bola berdurasi 90 menit lebih.

Kasus ini menjadi contoh nyata betapa tingginya risiko prediction market dengan hasil biner, di mana hanya ada dua kemungkinan: menang atau kalah.

Final Piala Dunia Picu Demam Taruhan Kripto

Final Piala Dunia 2026 ternyata tidak hanya menjadi tontonan miliaran penggemar sepak bola, tetapi juga memicu lonjakan aktivitas di dunia kripto.

Sebelum pertandingan dimulai, rapper terkenal Drake mengungkapkan bahwa dirinya memasang taruhan sebesar US$1,5 juta dalam bentuk USDT melalui platform Stake dengan mendukung Argentina.

Taruhan Drake bahkan mendapat perhatian dari CEO Tether, Paolo Ardoino, yang turut memberikan tanggapan di media sosial.

Di sisi lain, perjalanan Argentina hingga final juga mendorong kenaikan volume perdagangan ARG Fan Token, menunjukkan bahwa ajang olahraga besar semakin memberikan dampak terhadap pasar aset digital.

Risiko Prediction Market

Prediction market semakin populer di kalangan investor kripto karena menawarkan peluang keuntungan besar dalam waktu singkat.

Namun, kasus gud.hl menunjukkan bahwa strategi bertaruh seluruh modal pada satu hasil dapat berujung pada kerugian total.

Berbeda dengan investasi tradisional yang masih memiliki peluang pemulihan ketika harga aset turun, prediction market bersifat all or nothing.

Jika prediksi salah, seluruh nilai kontrak langsung menjadi nol.

Pelajaran bagi Investor Kripto

Kasus trader gud.hl menjadi pengingat bahwa manajemen risiko tetap menjadi faktor terpenting dalam dunia investasi, termasuk di sektor aset digital.

Meskipun memiliki rekam jejak keuntungan besar dari perdagangan kripto, keputusan mempertaruhkan hampir seluruh profit pada satu hasil pertandingan sepak bola justru berakhir dengan kerugian fantastis.

Diversifikasi portofolio, penggunaan strategi lindung nilai, serta menghindari eksposur berlebihan terhadap satu peristiwa menjadi langkah penting agar investor tidak mengalami nasib serupa.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Chainlink Ungkap Nilai Aset Dunia Nyata di Blockchain Tembus US$340 Miliar, Tokenisasi Diprediksi Melonjak Hingga US$4 Triliun

5 September 2026 - 10:26 WIB

Chainlink

Michael Saylor Tegaskan Warga Amerika Bebas Promosikan Bitcoin Tanpa Lisensi, Ini Alasannya

5 September 2026 - 10:17 WIB

Michael Saylor

AS Bentuk Satgas Quantum, Ancaman 7 Juta Bitcoin Rentan Serangan Komputer Kuantum Masuk Perhatian Departemen Keuangan

26 Agustus 2026 - 07:53 WIB

Bitcoin

Bitcoin Tembus Rp1,1 Miliar, Analis Sebut Permintaan ETF Jadi Penentu

21 Agustus 2026 - 11:35 WIB

Michael Saylor Sebut Bitcoin sebagai Solusi Rekayasa untuk Menyimpan Nilai Ekonomi

16 Agustus 2026 - 13:37 WIB

Michael Saylor
Trending di Kripto