Menu

Mode Gelap
Cipta Selera Murni (CSMI) Buka Suara soal Kinerja dan Volatilitas Saham, Ungkap Strategi Ekspansi NWS Chicken Bank Aladin Syariah (BANK) Buka Suara Soal Lonjakan Pergerakan Saham, Tegaskan Tak Ada Informasi Material Metrodata (MTDL) Percepat Adopsi Agentic AI, Bidik AI Jadi Mesin Pertumbuhan Baru Perseroan HABCO Tambah Modal Rp320 Miliar Lewat PMTHMETD, Siapkan Dana untuk Armada Kapal dan Bayar Utang Bank Toyota Celica Dikabarkan Bangkit Lagi, Siap Hadir dengan Mesin 400 HP dan Hybrid 500 HP Volkswagen Siapkan Restrukturisasi Besar, Hingga 50.000 Karyawan Berpotensi Kena PHK

Saham

Cipta Selera Murni (CSMI) Buka Suara soal Kinerja dan Volatilitas Saham, Ungkap Strategi Ekspansi NWS Chicken

badge-check


					PT Cipta Selera Murni Tbk (IDX: CSMI) Perbesar

PT Cipta Selera Murni Tbk (IDX: CSMI)

JAKARTA – PT Cipta Selera Murni Tbk (IDX: CSMI) memberikan penjelasan lengkap kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait kegiatan operasional, kondisi keuangan, hingga strategi bisnis Perseroan setelah menerima permintaan klarifikasi dari bursa. Emiten restoran cepat saji ini menegaskan fokus utama pada pengembangan merek NWS Chicken, peningkatan produktivitas outlet, serta menjaga likuiditas di tengah kinerja yang masih mencatat rugi pada Semester I-2026.

Penjelasan tersebut disampaikan melalui surat Nomor 001/OL/CSM-DIR/IX/2026 tertanggal 4 September 2026 sebagai tanggapan atas surat BEI Nomor S-11268/BEI.PP2/09-2026.

Fokus Kembangkan NWS Chicken, Operasikan Empat Outlet

Cipta Selera Murni menjelaskan saat ini menjalankan bisnis di bidang restoran cepat saji dan perdagangan. Perseroan mengembangkan jaringan restoran melalui merek NWS Chicken yang menjual berbagai produk makanan dan minuman.

Hingga saat ini, Perseroan mengoperasikan empat outlet yang tersebar di wilayah Jawa dan Sumatera.

Terkait rencana ekspansi, manajemen menyatakan pembukaan outlet baru pada 2026 masih akan dilakukan secara bertahap. Perseroan terlebih dahulu mengevaluasi kinerja outlet yang telah beroperasi, kondisi pasar, serta kelayakan lokasi sebelum menetapkan jumlah dan lokasi outlet baru secara final.

Strategi Bisnis 2026 Fokus Efisiensi dan Pertumbuhan Bertahap

Sepanjang 2026, strategi utama Perseroan difokuskan pada optimalisasi operasional agar bisnis menjadi lebih efisien dan menguntungkan. Selain itu, CSMI juga melakukan kajian terhadap peluang pengembangan bisnis atau layanan baru yang dinilai relevan.

Manajemen mengakui kondisi industri restoran masih menghadapi tantangan akibat dinamika makroekonomi, termasuk fluktuasi daya beli masyarakat dan inflasi. Meski demikian, Perseroan terus menyesuaikan strategi agar stabilitas bisnis tetap terjaga.

Di sisi persaingan, CSMI menilai kompetisi di industri restoran cepat saji berlangsung cukup ketat. Namun hingga saat ini Perseroan mengklaim belum mengalami pergeseran pangsa pasar yang signifikan.

Pendapatan Naik, Tapi Masih Mencatat Rugi

Perseroan menjelaskan kenaikan pendapatan pada Semester I-2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu didorong oleh meningkatnya volume penjualan, strategi pemasaran yang lebih efektif, serta membaiknya daya beli konsumen.

Meski demikian, CSMI masih membukukan rugi usaha dan rugi bersih.

Menurut manajemen, kerugian tersebut dipicu oleh tingginya beban operasional, kenaikan biaya bahan baku dan jasa, serta investasi untuk pengembangan bisnis yang belum sepenuhnya menghasilkan pendapatan pada periode berjalan.

Perseroan juga menyebut masih berada dalam tahap stabilisasi biaya operasional dan pengembangan pasar sehingga struktur margin masih terbebani biaya tetap dan investasi jangka pendek.

Siapkan Strategi Menuju Profitabilitas

Untuk meningkatkan pendapatan sekaligus mengejar laba bersih, CSMI telah menyiapkan sejumlah strategi, antara lain:

  • meningkatkan produktivitas outlet yang telah beroperasi;
  • mengembangkan jaringan NWS Chicken secara bertahap;
  • mengevaluasi pembukaan outlet baru;
  • memperkuat inovasi produk dan pemasaran;
  • menjalin kerja sama dengan mitra strategis;
  • meningkatkan efisiensi biaya operasional dan biaya tetap.

Manajemen optimistis peluang pertumbuhan usaha masih terbuka melalui optimalisasi model bisnis yang sedang dijalankan.

Kas Rp237,65 Juta, Operasional Dipastikan Tetap Berjalan

BEI juga meminta penjelasan terkait posisi kas dan setara kas Perseroan yang tercatat sebesar Rp237,65 juta per 30 Juni 2026.

Cipta Selera Murni memastikan kegiatan operasional tetap berjalan karena perusahaan mengelola arus kas secara ketat. Kebutuhan operasional dipenuhi dari penerimaan kas yang berasal dari penjualan harian maupun piutang usaha.

Untuk menjaga likuiditas, Perseroan menerapkan sejumlah langkah mitigasi, seperti mempercepat penagihan piutang pelanggan, melakukan negosiasi ulang jadwal pembayaran kepada pemasok, serta menyiapkan fasilitas pendanaan dari lembaga keuangan apabila diperlukan.

Utang Usaha Rp1,7 Miliar Masih dalam Siklus Bisnis Normal

Perseroan menjelaskan utang usaha sebesar Rp1,7 miliar merupakan bagian dari siklus operasional normal dengan termin pembayaran yang telah disepakati bersama pemasok.

Sementara utang lain-lain kepada PT Cipta Swadaya Murni sebesar Rp25,1 miliar digunakan sebagai tambahan modal kerja untuk mendukung operasional perusahaan. Pelunasan utang tersebut direncanakan berasal dari kombinasi arus kas operasional di masa mendatang maupun opsi pendanaan ulang (refinancing).

Adapun beban akrual gaji, insentif, dan tunjangan sebesar Rp5,7 miliar merupakan pencadangan kewajiban kepada karyawan yang telah diakui secara akuntansi, namun belum jatuh tempo pembayarannya.

Proses Pendaftaran Merek Masih Berjalan

Perseroan juga mengungkapkan proses pendaftaran merek NWS Chicken di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual masih berlangsung.

Manajemen menyatakan saat ini masih menyelesaikan isu kesamaan nama dengan merek lain meskipun berada pada bidang usaha yang berbeda agar proses pendaftaran dapat dilanjutkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Tidak Ada Kontrak Baru atau Informasi Material

Menanggapi permintaan klarifikasi BEI terkait volatilitas saham, CSMI menegaskan hingga 4 September 2026 tidak terdapat kontrak baru, sumber pendapatan baru, transaksi material, maupun perkara hukum yang berdampak material dan belum diungkapkan kepada publik.

Perseroan juga menyatakan tidak mengetahui adanya informasi material di media massa yang perlu diklarifikasi.

Menurut manajemen, pergerakan harga saham CSMI sepenuhnya dipengaruhi oleh mekanisme permintaan dan penawaran di pasar sekunder serta sentimen ekonomi makro dan kondisi bursa secara umum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bank Aladin Syariah (BANK) Buka Suara Soal Lonjakan Pergerakan Saham, Tegaskan Tak Ada Informasi Material

6 September 2026 - 19:39 WIB

PT Bank Aladin Syariah Tbk (IDX: BANK)

HABCO Tambah Modal Rp320 Miliar Lewat PMTHMETD, Siapkan Dana untuk Armada Kapal dan Bayar Utang Bank

6 September 2026 - 19:23 WIB

PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM)

BEI Umumkan Saham SAFE Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, 98,14% Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

5 September 2026 - 06:27 WIB

PT Steady Safe Tbk (IDX: SAFE)

Verah Wahyudi S Wong Divestasi 3,12 Juta Saham TAMA, Kepemilikan Turun Jadi 9,67%

4 September 2026 - 21:26 WIB

PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA)

Maybank Sekuritas Indonesia Hapus Kepemilikan 1,38 Miliar Saham ASLI, Ini Alasannya

4 September 2026 - 21:23 WIB

PT Asri Karya Lestari Tbk (IDX: ASLI)
Trending di Saham