Blockchain Sui memperkenalkan Tessera, jaringan pembayaran dan penyelesaian transaksi business-to-business (B2B) yang dirancang untuk menjaga kerahasiaan nilai transaksi. Inovasi tersebut menyasar salah satu kendala utama adopsi blockchain di sektor keuangan institusional, yakni transparansi data transaksi yang terlalu terbuka.
Dalam pengumuman melalui akun resmi X, Sui menjelaskan Tessera masih berada dalam tahap prototipe. Infrastruktur ini dikembangkan untuk memungkinkan perusahaan melakukan transaksi secara privat tanpa menghilangkan kemampuan pihak yang berwenang untuk melakukan pengawasan.
Transparansi Blockchain Bisa Jadi Hambatan
Blockchain publik selama ini dikenal menawarkan transparansi tinggi. Setiap transaksi dapat ditelusuri dan dalam banyak jaringan, nilai transaksi juga dapat terlihat oleh publik.
Karakter tersebut menjadi keunggulan dari sisi auditabilitas. Namun, bagi institusi keuangan dan perusahaan besar, transparansi penuh justru dapat menimbulkan persoalan komersial.
Informasi mengenai nilai transaksi, volume pembayaran, maupun aktivitas settlement dapat memberikan gambaran kepada kompetitor mengenai strategi bisnis suatu perusahaan.
Sui menilai kondisi tersebut menjadi salah satu alasan transaksi B2B belum banyak berpindah ke jaringan blockchain terbuka.
Tessera mencoba menawarkan pendekatan berbeda: transaksi tetap tercatat dalam infrastruktur blockchain, tetapi informasi sensitif tidak harus dapat dilihat oleh semua pihak.
Mengandalkan Seal MPC
Tessera menggunakan teknologi multi-party computation (MPC) melalui Seal MPC untuk memungkinkan proses transfer secara rahasia.
Secara sederhana, MPC memungkinkan beberapa pihak melakukan perhitungan bersama tanpa harus membuka data pribadi yang menjadi input masing-masing pihak.
Dalam konteks settlement, mekanisme tersebut memungkinkan validasi transaksi dilakukan tanpa harus mengungkap nilai transaksi kepada publik.
Pendekatan ini menjadi penting bagi institusi yang membutuhkan dua hal sekaligus: kerahasiaan informasi bisnis dan kepastian bahwa transaksi tetap dapat diverifikasi.
Tessera juga dirancang dengan konsep selective disclosure. Artinya, informasi transaksi dapat diberikan kepada pihak yang memiliki kewenangan, seperti regulator, auditor, maupun petugas kepatuhan.
Dengan mekanisme tersebut, perusahaan tidak harus memilih antara menjaga kerahasiaan bisnis atau memenuhi tuntutan pengawasan.
Membidik Institusi Keuangan
Kemunculan Tessera memperlihatkan perubahan arah industri blockchain yang semakin berfokus pada kebutuhan institusi.
Pada fase awal perkembangan aset digital, blockchain banyak diposisikan sebagai infrastruktur keuangan terbuka yang memungkinkan transaksi dilakukan secara transparan tanpa perantara tradisional.
Namun, kebutuhan perusahaan dan lembaga keuangan jauh lebih kompleks. Mereka membutuhkan sistem yang mampu memenuhi standar kepatuhan, keamanan data, audit, serta perlindungan informasi komersial.
Privasi transaksi menjadi salah satu komponen penting dalam proses tersebut.
Jika dikembangkan lebih lanjut, Tessera berpotensi digunakan untuk berbagai aktivitas seperti pembayaran antarperusahaan, settlement perdagangan, pembiayaan perdagangan, hingga transaksi keuangan institusional yang membutuhkan tingkat kerahasiaan tinggi.
Sui Incar Infrastruktur Blockchain Enterprise
Bagi Sui, pengembangan Tessera juga dapat memperkuat positioning jaringan tersebut di segmen blockchain untuk kebutuhan perusahaan.
Persaingan blockchain saat ini tidak hanya berlangsung dalam perebutan pengguna ritel atau aktivitas perdagangan aset kripto. Infrastruktur blockchain mulai diarahkan untuk memenuhi kebutuhan lembaga keuangan, perusahaan multinasional, dan penyedia layanan pembayaran.
Kunci keberhasilannya adalah kemampuan menyediakan jaringan yang tetap efisien sekaligus mampu memenuhi tuntutan dunia korporasi.
Tessera menawarkan model yang mencoba mempertemukan dua karakter yang selama ini dianggap sulit berjalan bersamaan: privasi transaksi dan pengawasan yang terukur.
Namun, karena masih berupa prototipe, tingkat adopsi dan kemampuan Tessera dalam menangani kebutuhan transaksi berskala besar masih harus dibuktikan.
Bagi industri keuangan, keberhasilan model seperti Tessera akan sangat bergantung pada tiga faktor utama, yakni keamanan teknologi, kepastian regulasi, dan kesediaan institusi untuk memindahkan proses settlement ke infrastruktur blockchain.
Jika ketiganya dapat terpenuhi, jaringan settlement privat seperti Tessera berpotensi membuka ruang baru bagi penggunaan blockchain di luar aktivitas perdagangan aset kripto dan masuk lebih dalam ke infrastruktur transaksi korporasi global.












