Menu ✖

Mode Gelap
RANS Entertainment (RANS) Klarifikasi Isu Pengerahan Warga Berbayar di RANS Carnival Yogyakarta Indo Boga Sukses (IBOS) Buka Flagship Segafredo Caffè di Sleman, Grand Opening 7 November BEI Pertahankan Suspensi Saham MENN dan SOUL, Belum Sampaikan Laporan Keuangan Semester I-2026 Sandiaga Uno Borong 915.000 Saham MUTU, Kini Kantongi 9,51 Juta Saham Laba Bersih CBDK Melonjak 39% Jadi Rp1,82 Triliun hingga September 2026 EPAC Siapkan Rights Issue Maksimal 2 Miliar Saham, Dana untuk Ekspansi dan Bayar Utang

Ekonomi

Gubernur BI Perry Warjiyo Ajukan Pengunduran Diri, Presiden Terima Surat Resmi

badge-check


					Gubernur BI Perry Warjiyo Ajukan Pengunduran Diri, Presiden Terima Surat Resmi Perbesar

JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, resmi mengajukan pengunduran diri dari jabatannya. Surat pengunduran diri tersebut telah diterima Presiden Republik Indonesia dan kini tengah diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa pemerintah menerima surat pengunduran diri Perry secara resmi pada Minggu (26/7/2026). Selanjutnya, Presiden menerima permohonan tersebut sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Bank Indonesia.

“Secara resmi kami telah menerima surat pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia yang ditujukan kepada Bapak Presiden,” ujar Prasetyo Hadi dalam konferensi pers, Senin (27/7/2026).

Menurut Prasetyo, pemerintah akan menindaklanjuti proses administrasi dengan menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) mengenai pemberhentian Perry Warjiyo secara hormat. Presiden juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi Perry yang telah memimpin bank sentral selama lebih dari tujuh tahun.

Ia menjelaskan bahwa keputusan Perry untuk mengundurkan diri didasarkan pada alasan pribadi. Meski demikian, pemerintah tidak mengungkapkan rincian lebih lanjut mengenai alasan tersebut.

Untuk memastikan roda kebijakan moneter tetap berjalan, jabatan Gubernur BI untuk sementara akan dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti hingga proses penetapan pejabat definitif sesuai mekanisme yang berlaku.

Dalam konferensi pers pemerintah, Perry Warjiyo tidak tampak hadir. Perwakilan Bank Indonesia yang mengikuti agenda tersebut antara lain Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti dan Deputi Gubernur Thomas Djiwandono.

Pengunduran diri Perry terjadi di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang sempat melemah hingga berada di kisaran Rp18.000 per dolar Amerika Serikat, sehingga menjadi sorotan pelaku pasar dan investor.

Perry Warjiyo pertama kali menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia pada periode 2018–2023. Ia kemudian kembali dipercaya memimpin bank sentral untuk periode kedua yang sedianya berakhir pada 2028, sebelum akhirnya memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perang Iran Dongkrak Tarif Kapal Tanker Tembus US$1 Juta per Hari, Siapa Untung dan Siapa Menanggung Biayanya?

20 September 2026 - 10:08 WIB

Wall Street Diproyeksi Melemah, Kekhawatiran AI dan Sinyal Kenaikan Suku Bunga The Fed Tekan Pasar

14 September 2026 - 07:50 WIB

Harga Emas Dunia Melemah Tiga Pekan Beruntun, Pasar Waspadai Lonjakan Minyak dan Suku Bunga The Fed

14 September 2026 - 07:41 WIB

Reksa Dana Syariah Mandiri ETF Emas (kode bursa: XMES)

PPRO Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT, Dukung Pemulihan Pascabencana

2 September 2026 - 21:32 WIB

PPRO Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT,

Bursa Asia Bergerak Datar Jelang Sanksi Baru AS ke Iran, Pasar Menanti Laporan Keuangan Nvidia dan Sinyal The Fed

24 Agustus 2026 - 08:18 WIB

Asia Market
Trending di Ekonomi