Menu ✖

Mode Gelap
RANS Entertainment (RANS) Klarifikasi Isu Pengerahan Warga Berbayar di RANS Carnival Yogyakarta Indo Boga Sukses (IBOS) Buka Flagship Segafredo Caffè di Sleman, Grand Opening 7 November BEI Pertahankan Suspensi Saham MENN dan SOUL, Belum Sampaikan Laporan Keuangan Semester I-2026 Sandiaga Uno Borong 915.000 Saham MUTU, Kini Kantongi 9,51 Juta Saham Laba Bersih CBDK Melonjak 39% Jadi Rp1,82 Triliun hingga September 2026 EPAC Siapkan Rights Issue Maksimal 2 Miliar Saham, Dana untuk Ekspansi dan Bayar Utang

Bisnis

Laba Antam (ANTM) Melonjak 46% Jadi Rp9,66 Triliun hingga September 2026

badge-check


					PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) Perbesar

PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM)

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang solid sepanjang Januari–September 2026. Emiten pertambangan milik negara ini membukukan laba periode berjalan sebesar Rp9,66 triliun, meningkat 46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,61 triliun.

Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh peningkatan penjualan, optimalisasi operasional, serta penguatan strategi pemasaran di tengah dinamika industri pertambangan dan volatilitas harga komoditas global.

Selain laba, EBITDA Antam juga tumbuh 45% menjadi Rp13,48 triliun dari Rp9,33 triliun pada periode Januari–September 2025.

Direktur Utama Antam, Untung Budiharto, mengatakan capaian tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan menjaga momentum pertumbuhan di tengah tantangan industri pertambangan.

“Kami terus memperkuat fundamental bisnis melalui optimalisasi operasional, penguatan strategi komersial, serta pengembangan portofolio usaha untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Untung dalam keterangan resmi.

Pendapatan Antam Tumbuh 23% Menjadi Rp88,48 Triliun

Antam mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp88,48 triliun hingga akhir September 2026. Angka tersebut meningkat 23% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp72,03 triliun.

Pertumbuhan penjualan turut mendorong peningkatan laba kotor sebesar 42% menjadi Rp15,56 triliun, dari sebelumnya Rp10,98 triliun. Sementara itu, laba usaha meningkat 53% menjadi Rp12,05 triliun dibandingkan Rp7,89 triliun pada sembilan bulan pertama 2025.

Kontribusi dari entitas asosiasi juga meningkat. Antam membukukan keuntungan dari entitas asosiasi sebesar Rp300,58 miliar, naik 115% dibandingkan Rp140,03 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Sejalan dengan pertumbuhan laba, laba bersih per saham dasar Antam meningkat 48% menjadi Rp367,78 per saham, dibandingkan Rp248,62 per saham pada Januari–September 2025.

Aset Antam Naik 24%, Kas Tembus Rp10,54 Triliun

Dari sisi neraca, Antam mencatatkan total aset sebesar Rp59,74 triliun hingga September 2026, meningkat 24% dibandingkan Rp48,07 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Ekuitas perusahaan juga tumbuh 17% menjadi Rp41,22 triliun dari Rp35,20 triliun.

Posisi kas dan setara kas mencapai Rp10,54 triliun, naik 14% dibandingkan Rp9,26 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Arus kas bersih dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp5,06 triliun, meningkat 26% dibandingkan Rp4,02 triliun pada Januari–September 2025.

Kinerja tersebut didukung oleh penerimaan kas dari pelanggan yang mencapai Rp87,92 triliun, tumbuh 29% dibandingkan Rp68,24 triliun pada periode sebelumnya.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam, Arini Kasmira, mengatakan peningkatan kinerja mencerminkan perbaikan kualitas profitabilitas dan penguatan posisi kas perusahaan.

Menurutnya, capaian tersebut ditopang pengelolaan modal kerja yang efektif, pengendalian biaya yang disiplin, serta penerapan manajemen risiko yang terukur.

Penjualan Emas Dominasi Pendapatan Antam

Produk emas masih menjadi kontributor utama penjualan Antam dengan porsi 77% dari total penjualan bersih selama sembilan bulan pertama 2026.

Penjualan emas mencapai Rp68,41 triliun, meningkat 17% dibandingkan Rp58,67 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi volume, penjualan emas mencapai 25.217 kilogram atau sekitar 810.745 troy ounce. Sementara itu, produksi emas dari tambang perusahaan tercatat sebesar 634 kilogram atau sekitar 20.384 troy ounce.

Untuk memperluas jangkauan pasar, Antam terus mengembangkan portofolio produk Logam Mulia, meningkatkan kualitas layanan, serta memperluas kanal distribusi melalui kolaborasi dengan mitra strategis di dalam negeri.

Pendapatan Segmen Nikel Melonjak 52%

Segmen nikel, yang mencakup feronikel dan bijih nikel, menyumbang 19% terhadap total penjualan Antam pada Januari–September 2026.

Pendapatan segmen ini mencapai Rp16,98 triliun, meningkat 52% dibandingkan Rp11,15 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Produksi bijih nikel tercatat sebesar 12,16 juta wet metric ton (wmt), sedangkan volume penjualannya mencapai 10,73 juta wmt.

Adapun produksi feronikel mencapai 11.638 ton nikel dalam feronikel (TNi). Penjualannya meningkat 71% menjadi 13.971 TNi, dibandingkan 8.182 TNi pada periode Januari–September 2025.

Peningkatan tersebut didukung oleh stabilitas operasional dan ketersediaan bahan baku yang memadai.

Penjualan Bauksit dan Alumina Ikut Meningkat

Segmen bauksit dan alumina memberikan kontribusi sebesar 3% terhadap total penjualan Antam, dengan nilai Rp2,64 triliun. Angka ini meningkat 35% dibandingkan Rp1,95 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Produksi bauksit mencapai 2 juta wmt, sementara penjualannya meningkat 49% menjadi 1,64 juta wmt dari sebelumnya 1,10 juta wmt.

Pada produk alumina, produksi chemical grade alumina (CGA) meningkat 14% menjadi 153.399 ton, dibandingkan 134.224 ton pada Januari–September 2025.

Penjualan alumina juga tumbuh 9% menjadi 146.642 ton, dari sebelumnya 134.768 ton.

Peningkatan kinerja di berbagai segmen tersebut memperlihatkan kontribusi emas, nikel, bauksit, dan alumina terhadap pertumbuhan bisnis Antam hingga kuartal III 2026.

Ke depan, perusahaan terus mengandalkan optimalisasi operasional, pengendalian biaya, penguatan strategi komersial, serta pengembangan portofolio usaha untuk menjaga pertumbuhan dan menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Laba Bersih CBDK Melonjak 39% Jadi Rp1,82 Triliun hingga September 2026

30 Oktober 2026 - 08:24 WIB

PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK)

Avian Brands Catat Penjualan Rp6,9 Triliun hingga September 2026, Tumbuh 16,7%

30 Oktober 2026 - 08:14 WIB

PT Avia Avian Tbk (Avian Brands)

BSDE Jual Lahan 16,6 Hektare di BSD City untuk Kembangkan Ekosistem KEK ETKI

29 Oktober 2026 - 08:14 WIB

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BEI: BSDE)

Sarana Menara Nusantara (TOWR) Perpanjang Fasilitas Kredit Rp2 Triliun hingga Oktober 2027

29 Oktober 2026 - 08:13 WIB

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)

Kredit BCA Tembus Rp1.063 Triliun, Laba Bersih Naik 4,2% Jadi Rp45,2 Triliun

28 Oktober 2026 - 08:20 WIB

BCA
Trending di Bisnis