Dalam surat tanggapan atas permintaan penjelasan BEI Nomor S-13702/BEI.PP2/11-2026 tertanggal 2 November 2026, manajemen RANS menegaskan tidak pernah menginstruksikan, menginisiasi, ataupun mendanai kegiatan pengerahan warga sebagaimana yang dituduhkan.
Perseroan juga menyatakan tidak pernah memberikan instruksi kepada pihak kepolisian, perangkat kelurahan, perangkat desa, maupun pihak lainnya untuk melakukan kegiatan tersebut.
“Perseroan menegaskan bahwa Perseroan tidak menginstruksikan, menginisiasi, maupun mendanai pengerahan warga dengan imbalan sebagaimana dimaksud dalam pemberitaan dan pesan WhatsApp yang beredar,” demikian penjelasan manajemen RANS.
Sejumlah Musisi Mundur dari RANS Carnival
Dalam klarifikasinya, RANS membenarkan bahwa sejumlah musisi dan pengisi acara yang sebelumnya dijadwalkan tampil tidak dapat berpartisipasi dalam RANS Carnival Yogyakarta.
Keputusan tersebut diambil masing-masing pihak berdasarkan pertimbangan terhadap perkembangan situasi menjelang penyelenggaraan acara. Perseroan mengaku menghormati keputusan para pengisi acara tersebut.
Polemik bermula setelah muncul perhatian publik terhadap kehadiran Raffi Ahmad dalam kegiatan peringatan Sumpah Pemuda di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada 29 Oktober 2026.
Berdasarkan klarifikasi Polda Metro Jaya selaku penyelenggara kegiatan, Raffi Ahmad hadir dalam acara tersebut sebagai tamu undangan.
Perkembangan situasi tersebut kemudian turut memengaruhi persiapan RANS Carnival Yogyakarta, termasuk perubahan keikutsertaan sejumlah musisi dan penyesuaian partisipasi pelaku usaha.
Menghadapi kondisi tersebut, manajemen melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan mengubah susunan pengisi acara serta rangkaian kegiatan.
Meski mengalami sejumlah penyesuaian, RANS Carnival tetap berlangsung selama dua hari pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 di Sleman, Yogyakarta.
Acara diselenggarakan dengan konsep lebih sederhana, tetapi tetap menghadirkan musisi lokal, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta komunitas kreatif setempat.
Perseroan menyebut kegiatan tersebut tetap menjadi hiburan gratis bagi masyarakat sekaligus memberikan ruang partisipasi dan peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
Dampak Keuangan Masih Dievaluasi
Terkait dampak polemik terhadap kondisi keuangan perusahaan, RANS mengungkapkan masih melakukan evaluasi atas perubahan penyelenggaraan acara.
Evaluasi mencakup pendapatan dan beban kegiatan, termasuk biaya yang telah maupun akan ditanggung perseroan akibat penyesuaian susunan acara.
Saat ini, perusahaan masih menyusun laporan realisasi keuangan RANS Carnival Yogyakarta untuk mengetahui dampak finansial secara keseluruhan.
Meski demikian, berdasarkan penilaian manajemen hingga tanggal penyampaian tanggapan kepada BEI, perubahan tersebut dinilai tidak memberikan pengaruh material terhadap kegiatan operasional, kinerja keuangan, arus kas, maupun kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangannya.
“Perseroan masih mengevaluasi dampak penyesuaian acara terhadap pendapatan dan beban penyelenggaraan, termasuk beban yang telah dan/atau akan ditanggung, melalui penyusunan laporan realisasi keuangan kegiatan,” jelas manajemen.
RANS juga menegaskan seluruh informasi dan kejadian penting yang bersifat material telah disampaikan sesuai ketentuan keterbukaan informasi pasar modal.
Klarifikasi ini menjadi respons resmi perseroan atas perhatian BEI terhadap pemberitaan RANS Carnival Yogyakarta, terutama menyangkut mundurnya sejumlah pengisi acara dan dugaan pengerahan warga dengan imbalan uang.












