Berdasarkan laporan kinerja yang diumumkan pada 26 Oktober 2026, pendapatan bersih MAA mencapai Rp16,4 triliun atau tumbuh 17,8% YoY. Laba kotor tercatat sebesar Rp7,7 triliun, sedangkan laba usaha meningkat 24,8% menjadi Rp2,1 triliun. Adapun EBITDA mencapai Rp3,4 triliun.
Pertumbuhan juga terlihat pada kinerja kuartal III 2026. Pendapatan bersih perseroan naik 22,5% YoY menjadi Rp6,3 triliun.
Pada periode yang sama, laba kotor tercatat sebesar Rp3 triliun, sementara laba usaha meningkat 23,7% menjadi Rp898 miliar. EBITDA mencapai Rp1,4 triliun dan laba bersih tumbuh 17% menjadi Rp578 miliar.
VP Investor Relations, Corporate Communications and Sustainability MAP Group, Ratih Darmawan Gianda, mengatakan kinerja kuartal III mencerminkan ketahanan bisnis dan kemajuan pelaksanaan strategi perusahaan.
Menurutnya, keberagaman portofolio merek serta strategi penjualan melalui berbagai kanal membantu perseroan memenuhi kebutuhan konsumen pada beragam momentum belanja. Respons positif pelanggan terlihat selama periode kembali ke sekolah (Back-to-School) dan perayaan Hari Kemerdekaan.
Perkuat Bisnis Olahraga dan Gaya Hidup Aktif
Untuk menjaga pertumbuhan, MAA terus mengembangkan portofolio bisnis olahraga dan gaya hidup aktif (active lifestyle). Salah satu langkah strategisnya adalah mengakuisisi Sports Direct di Malaysia, yang memperkuat kehadiran perseroan di pasar tersebut sekaligus membuka peluang ekspansi lebih lanjut.
Selain memperluas portofolio merek, perusahaan berfokus pada pengembangan jaringan gerai dan penyesuaian pilihan produk dengan preferensi konsumen yang terus berubah.
Memasuki kuartal IV 2026, MAA bersiap menghadapi musim liburan akhir tahun yang menjadi salah satu momentum penting bagi industri ritel. Perseroan mengoptimalkan persediaan barang (inventory) dan memperbarui variasi produk untuk mengantisipasi permintaan konsumen.
Ratih menyampaikan bahwa perusahaan akan tetap menerapkan pendekatan yang hati-hati di tengah ketidakpastian makroekonomi. MAA juga berencana melanjutkan investasi dalam kemitraan dengan berbagai merek serta penguatan kapabilitas ritel guna mendukung pertumbuhan jangka panjang.












