Bursa saham Amerika Serikat diperkirakan dibuka melemah pada perdagangan Senin (14/9) setelah kontrak berjangka (futures) indeks utama Wall Street bergerak turun. Sentimen pasar dipengaruhi meningkatnya kekhawatiran terhadap keamanan pengembangan kecerdasan buatan (AI) serta ekspektasi kuat bahwa Federal Reserve (The Fed) akan kembali menaikkan suku bunga pekan ini.
Investor kini menantikan hasil rapat kebijakan moneter The Fed yang dinilai akan menjadi penentu arah pasar saham global dalam jangka pendek.
Kekhawatiran Keamanan AI Picu Tekanan Saham Teknologi
Perhatian investor tertuju pada pernyataan CEO Anthropic, Dario Amodei, yang menyerukan agar perusahaan AI memperlambat pengembangan model-model AI paling canggih karena dinilai memiliki risiko keamanan yang semakin besar.
Amodei menyatakan Anthropic akan menerapkan perlindungan tambahan (safeguards) dalam pengembangan teknologi AI untuk mengurangi potensi risiko di masa depan.
Di sisi lain, CEO OpenAI Sam Altman menegaskan bahwa perusahaan pengembang ChatGPT belum memiliki rencana untuk melakukan penawaran saham perdana (IPO) pada tahun ini. Pernyataan tersebut turut menjadi perhatian pelaku pasar yang sebelumnya berspekulasi mengenai kemungkinan OpenAI melantai di bursa.
Pasar Prediksi The Fed Naikkan Suku Bunga
Selain sentimen AI, fokus utama investor tetap berada pada kebijakan moneter Amerika Serikat.
Pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 86 persen bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada pertemuan yang dijadwalkan berlangsung Rabu.
Ekspektasi tersebut semakin menguat setelah kenaikan harga energi kembali meningkatkan tekanan inflasi di Amerika Serikat.
Harga Minyak Melonjak Dekati Level Tertinggi Empat Bulan
Harga minyak dunia kembali menguat pada Senin setelah Arab Saudi menutup salah satu jalur pipa minyak utama yang selama ini digunakan untuk menghindari Selat Hormuz menyusul serangan drone di kawasan tersebut.
Gangguan terhadap infrastruktur energi memicu kekhawatiran pasokan minyak global dan mendorong harga minyak naik mendekati level tertinggi dalam empat bulan.
Lonjakan harga energi dinilai dapat memperumit upaya The Fed menurunkan inflasi menuju target jangka panjang.
Wall Street Ditutup Melemah Pekan Lalu
Kenaikan harga minyak juga menjadi salah satu faktor yang menekan indeks saham utama Wall Street sepanjang pekan lalu.
- Dow Jones Industrial Average turun 1,57 persen.
- S&P 500 melemah 0,80 persen.
- Nasdaq Composite terkoreksi 0,66 persen.
Tekanan paling besar dirasakan saham-saham yang sensitif terhadap kenaikan suku bunga, terutama sektor teknologi dan saham pertumbuhan.
Investor Menanti Arah Kebijakan The Fed
Pasar kini bersiap menghadapi keputusan Federal Reserve yang diperkirakan akan memberikan sinyal mengenai arah kebijakan suku bunga hingga akhir tahun.
Selain keputusan suku bunga, investor juga akan mencermati proyeksi ekonomi terbaru dan komentar pejabat The Fed mengenai inflasi, pertumbuhan ekonomi, serta dampak kenaikan harga energi terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat.








