Menu ✖

Mode Gelap
Komisaris AKPI Henry Liem Kurangi Kepemilikan 250 Ribu Saham RANS Entertainment (RANS) Klarifikasi Isu Pengerahan Warga Berbayar di RANS Carnival Yogyakarta Indo Boga Sukses (IBOS) Buka Flagship Segafredo Caffè di Sleman, Grand Opening 7 November BEI Pertahankan Suspensi Saham MENN dan SOUL, Belum Sampaikan Laporan Keuangan Semester I-2026 Sandiaga Uno Borong 915.000 Saham MUTU, Kini Kantongi 9,51 Juta Saham Laba Bersih CBDK Melonjak 39% Jadi Rp1,82 Triliun hingga September 2026

Ekonomi

Wall Street Diproyeksi Melemah, Kekhawatiran AI dan Sinyal Kenaikan Suku Bunga The Fed Tekan Pasar

badge-check


					Wall Street Bergerak Datar Perbesar

Wall Street Bergerak Datar

Bursa saham Amerika Serikat diperkirakan dibuka melemah pada perdagangan Senin (14/9) setelah kontrak berjangka (futures) indeks utama Wall Street bergerak turun. Sentimen pasar dipengaruhi meningkatnya kekhawatiran terhadap keamanan pengembangan kecerdasan buatan (AI) serta ekspektasi kuat bahwa Federal Reserve (The Fed) akan kembali menaikkan suku bunga pekan ini.

Investor kini menantikan hasil rapat kebijakan moneter The Fed yang dinilai akan menjadi penentu arah pasar saham global dalam jangka pendek.

Kekhawatiran Keamanan AI Picu Tekanan Saham Teknologi

Perhatian investor tertuju pada pernyataan CEO Anthropic, Dario Amodei, yang menyerukan agar perusahaan AI memperlambat pengembangan model-model AI paling canggih karena dinilai memiliki risiko keamanan yang semakin besar.

Amodei menyatakan Anthropic akan menerapkan perlindungan tambahan (safeguards) dalam pengembangan teknologi AI untuk mengurangi potensi risiko di masa depan.

Di sisi lain, CEO OpenAI Sam Altman menegaskan bahwa perusahaan pengembang ChatGPT belum memiliki rencana untuk melakukan penawaran saham perdana (IPO) pada tahun ini. Pernyataan tersebut turut menjadi perhatian pelaku pasar yang sebelumnya berspekulasi mengenai kemungkinan OpenAI melantai di bursa.

Pasar Prediksi The Fed Naikkan Suku Bunga

Selain sentimen AI, fokus utama investor tetap berada pada kebijakan moneter Amerika Serikat.

Pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 86 persen bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada pertemuan yang dijadwalkan berlangsung Rabu.

Ekspektasi tersebut semakin menguat setelah kenaikan harga energi kembali meningkatkan tekanan inflasi di Amerika Serikat.

Harga Minyak Melonjak Dekati Level Tertinggi Empat Bulan

Harga minyak dunia kembali menguat pada Senin setelah Arab Saudi menutup salah satu jalur pipa minyak utama yang selama ini digunakan untuk menghindari Selat Hormuz menyusul serangan drone di kawasan tersebut.

Gangguan terhadap infrastruktur energi memicu kekhawatiran pasokan minyak global dan mendorong harga minyak naik mendekati level tertinggi dalam empat bulan.

Lonjakan harga energi dinilai dapat memperumit upaya The Fed menurunkan inflasi menuju target jangka panjang.

Wall Street Ditutup Melemah Pekan Lalu

Kenaikan harga minyak juga menjadi salah satu faktor yang menekan indeks saham utama Wall Street sepanjang pekan lalu.

  • Dow Jones Industrial Average turun 1,57 persen.
  • S&P 500 melemah 0,80 persen.
  • Nasdaq Composite terkoreksi 0,66 persen.

Tekanan paling besar dirasakan saham-saham yang sensitif terhadap kenaikan suku bunga, terutama sektor teknologi dan saham pertumbuhan.

Investor Menanti Arah Kebijakan The Fed

Pasar kini bersiap menghadapi keputusan Federal Reserve yang diperkirakan akan memberikan sinyal mengenai arah kebijakan suku bunga hingga akhir tahun.

Selain keputusan suku bunga, investor juga akan mencermati proyeksi ekonomi terbaru dan komentar pejabat The Fed mengenai inflasi, pertumbuhan ekonomi, serta dampak kenaikan harga energi terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perang Iran Dongkrak Tarif Kapal Tanker Tembus US$1 Juta per Hari, Siapa Untung dan Siapa Menanggung Biayanya?

20 September 2026 - 10:08 WIB

Harga Emas Dunia Melemah Tiga Pekan Beruntun, Pasar Waspadai Lonjakan Minyak dan Suku Bunga The Fed

14 September 2026 - 07:41 WIB

Reksa Dana Syariah Mandiri ETF Emas (kode bursa: XMES)

PPRO Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT, Dukung Pemulihan Pascabencana

2 September 2026 - 21:32 WIB

PPRO Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT,

Bursa Asia Bergerak Datar Jelang Sanksi Baru AS ke Iran, Pasar Menanti Laporan Keuangan Nvidia dan Sinyal The Fed

24 Agustus 2026 - 08:18 WIB

Asia Market

Vanguard Ungkap Alasan Investor Sebaiknya Tak Terjebak Timing Pasar

16 Agustus 2026 - 11:30 WIB

Managing Director Asia Pacific Vanguard, Daniel Shrimski
Trending di Ekonomi