Rencana tersebut disampaikan perseroan melalui tambahan keterbukaan informasi kepada pemegang saham yang diterbitkan pada 29 Oktober 2026. Aksi korporasi ini akan terlebih dahulu dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 3 November 2026.
Dalam rencana tersebut, EPAC akan menerbitkan saham baru dengan nilai nominal Rp50 per saham. Namun, jumlah saham yang benar-benar diterbitkan, rasio HMETD, serta harga pelaksanaan masih akan ditentukan kemudian.
Perseroan juga menegaskan bahwa pelaksanaan rights issue bergantung pada persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB dan diperolehnya pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dana Rights Issue untuk Ekspansi, Bayar Utang, dan Modal Kerja
EPAC berencana menggunakan seluruh dana hasil rights issue, setelah dikurangi biaya emisi, untuk tiga kebutuhan utama.
Pertama, belanja modal atau capital expenditure (capex) untuk mendukung pengembangan usaha yang sejalan dengan kegiatan bisnis perseroan. Kedua, pembayaran sebagian kewajiban, terutama utang kepada perbankan. Ketiga, memperkuat modal kerja perusahaan.
Tambahan modal tersebut diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan dan likuiditas perseroan. Selain itu, pendanaan baru juga ditujukan untuk mendukung kesinambungan proses produksi kemasan plastik fleksibel, menjaga ketersediaan bahan baku, memenuhi pesanan pelanggan, serta menunjang kegiatan distribusi.
Seluruh penyetoran saham baru nantinya dilakukan dalam bentuk tunai. Perseroan tidak merencanakan penerimaan setoran dalam bentuk aset maupun konversi utang menjadi saham.
Modal Dasar EPAC Rp340 Miliar
Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek per 29 Oktober 2026, EPAC memiliki modal dasar sebanyak 6,8 miliar saham dengan nilai nominal Rp50 per saham atau setara Rp340 miliar.
Sementara itu, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh tercatat sebanyak 3.303.400.000 saham.
Struktur kepemilikan saham perseroan terdiri atas PT Omni Multi Industrindo sebanyak 800 juta saham atau 24,22%, PT Triple Berkah Bersama sebanyak 1.283.071.100 saham atau 38,84%, serta masyarakat sebanyak 1.220.328.900 saham atau 36,94%.
Perseroan juga mengungkapkan bahwa proses penawaran tender wajib oleh PT Triple Berkah Bersama atas saham EPAC masih berlangsung. Dengan demikian, komposisi pemegang saham berpotensi berubah setelah proses tersebut selesai.
Pemegang Saham Berpotensi Mengalami Dilusi
Rencana penerbitan maksimal 2 miliar saham baru berpotensi mengubah struktur kepemilikan saham EPAC secara signifikan.
Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya dalam HMETD berpotensi mengalami dilusi atau penurunan persentase kepemilikan akibat bertambahnya jumlah saham beredar.
Besaran dilusi nantinya bergantung pada jumlah saham yang benar-benar diterbitkan serta rasio HMETD yang ditetapkan perseroan.
Di sisi lain, manajemen berharap tambahan pendanaan dapat mendukung pertumbuhan usaha dan meningkatkan nilai perusahaan dalam jangka panjang.
RUPSLB Dijadwalkan 3 November 2026
EPAC telah menjadwalkan RUPSLB pada 3 November 2026 untuk meminta persetujuan pemegang saham atas rencana rights issue tersebut. Hasil rapat dijadwalkan diumumkan pada 5 November 2026.
Apabila memperoleh persetujuan, perseroan akan menyampaikan pernyataan pendaftaran kepada OJK. Jangka waktu antara persetujuan RUPSLB hingga efektifnya pernyataan pendaftaran maksimal 12 bulan.
Hingga saat ini, harga pelaksanaan, rasio HMETD, jumlah final saham baru, serta jadwal pelaksanaan rights issue belum ditetapkan.
Bagi investor EPAC, sejumlah hal yang perlu diperhatikan adalah harga pelaksanaan, besaran dana yang berhasil dihimpun, alokasi penggunaan dana, serta dampak penerbitan saham baru terhadap struktur kepemilikan dan kinerja keuangan perseroan.












