Pertumbuhan laba tersebut ditopang peningkatan pendapatan perseroan yang mencapai Rp2,56 triliun atau tumbuh 11% secara tahunan (year-on-year/YoY).
Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan pada 29 Oktober 2026, kontribusi terbesar pendapatan CBDK berasal dari serah terima kaveling tanah komersial di kawasan Central Business District (CBD) PIK2.
Segmen tersebut mencatatkan pertumbuhan serah terima sebesar 67% dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan menyumbang sekitar 80% dari total pendapatan perseroan.
Capaian ini menunjukkan bahwa penjualan kaveling tanah komersial masih menjadi salah satu penggerak utama bisnis CBDK, sekaligus memperkuat perkembangan kawasan CBD PIK2 sebagai pusat bisnis dan komersial terpadu.
Selain kaveling tanah komersial, aktivitas serah terima produk properti juga berlangsung di sejumlah kawasan, antara lain SOHO Manhattan, Bizpark PIK2, Rukan Milenial, Rukan Asia Afrika, dan Rukan Little Siam.
Fundamental Keuangan Tetap Solid
Dari sisi keuangan, CBDK memiliki total aset sebesar Rp22,4 triliun per 30 September 2026. Sementara itu, total ekuitas meningkat 12% menjadi Rp13,7 triliun dibandingkan posisi akhir 2025.
Perseroan juga mencatatkan posisi kas bersih atau net cash sebesar Rp3,4 triliun. Kondisi tersebut mencerminkan struktur permodalan yang relatif kuat untuk mendukung pengembangan bisnis ke depan.
Dengan dukungan land bank seluas 691 hektare, CBDK masih memiliki ruang pengembangan berbagai proyek properti bernilai tambah di kawasan PIK2, Tangerang, Banten.
NICE Gelar 51 Acara, Hilton PIK2 Ditargetkan Beroperasi 2027
Selain penjualan properti, pengembangan ekosistem kawasan PIK2 juga menjadi salah satu fokus perseroan.
Nusantara International Convention Exhibition (NICE) telah menyelenggarakan sebanyak 51 acara hingga periode pelaporan dan diproyeksikan terus bertambah.
Di sisi lain, pembangunan Hotel Hilton PIK2 juga terus berjalan. Hotel bintang lima dengan 20 lantai dan 271 kamar tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada semester II 2027.
Kehadiran fasilitas konvensi dan hotel diharapkan memperkuat potensi bisnis Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) di kawasan PIK2, baik untuk pasar nasional maupun internasional.
Pengembangan tersebut turut didukung lokasi PIK2 yang relatif dekat dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta serta peningkatan konektivitas melalui pembangunan Tol Kataraja.
Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo, mengatakan pencapaian hingga September 2026 mencerminkan kemampuan perseroan menjaga pertumbuhan kinerja di tengah dinamika industri properti yang belum sepenuhnya pulih.
Menurutnya, penyelenggaraan berbagai acara di NICE, pembangunan Hotel Hilton PIK2, serta peningkatan konektivitas kawasan diharapkan mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi dan bisnis di PIK2.
Dengan kombinasi penjualan kaveling komersial, pengembangan fasilitas MICE, dan ekspansi ekosistem properti, CBDK berupaya memperkuat sumber pertumbuhan usaha sekaligus meningkatkan nilai kawasan dalam jangka panjang.












