Dua perusahaan yang masuk dalam rencana pembelian saham tersebut adalah PT Bukit Makmur Istindo Nikeltama dan Denway Development Limited.
Rencana aksi korporasi ini terungkap dalam keterbukaan informasi yang disampaikan PACK kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (23/10/2026).
Melalui surat bernomor 007/DIR-ANHI/X/2026, perseroan menyampaikan koreksi atas laporan sebelumnya yang diterbitkan pada 22 Oktober 2026.
Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pengembangan usaha perseroan beserta entitas anak.
PACK Berencana Akuisisi Saham Dua Perusahaan
Dalam keterbukaan informasi, PACK mengungkapkan rencana pembelian saham PT Bukit Makmur Istindo Nikeltama dan Denway Development Limited.
Pembelian saham kedua perusahaan tersebut menjadi bagian dari agenda pengembangan bisnis yang akan diajukan kepada para pemegang saham.
Selain itu, perseroan juga berencana mengubah kegiatan usaha melalui penambahan bidang bisnis baru.
“Sehubungan dengan pengembangan usaha Perseroan dan Entitas Anak, Perseroan berencana untuk melakukan perubahan kegiatan usaha berupa penambahan usaha baru, pembelian saham PT Bukit Makmur Istindo Nikeltama,” demikian keterangan manajemen dalam keterbukaan informasi.
Perseroan juga memasukkan pembelian saham Denway Development Limited sebagai bagian dari rangkaian transaksi yang direncanakan.
Namun, dokumen ringkasan keterbukaan informasi tersebut belum merinci persentase saham yang akan dibeli, nilai transaksi, maupun struktur kepemilikan setelah aksi korporasi.
Rincian tersebut perlu mengacu pada dokumen keterbukaan informasi lengkap yang diterbitkan perseroan pada 22 Oktober 2026.
Rights Issue untuk Peningkatan Modal Perseroan
Selain rencana pembelian saham, PACK juga akan meminta persetujuan pemegang saham terkait peningkatan modal dasar serta modal ditempatkan dan disetor melalui penerbitan HMETD.
Rights issue merupakan mekanisme penawaran saham baru yang memberikan hak kepada pemegang saham lama untuk membeli saham tambahan sesuai ketentuan dan rasio yang ditetapkan.
Melalui mekanisme tersebut, perusahaan dapat menghimpun tambahan modal untuk mendukung kebutuhan pendanaan maupun pengembangan usaha.
Namun, penerbitan saham baru juga dapat menimbulkan dilusi kepemilikan bagi pemegang saham yang tidak menggunakan haknya.
Dalam dokumen yang disampaikan, PACK belum mencantumkan jumlah saham baru yang akan diterbitkan, harga pelaksanaan, maupun target dana yang akan dihimpun.
Karena itu, investor perlu mencermati dokumen lengkap rencana PMHMETD untuk mengetahui potensi perubahan struktur permodalan perseroan.
RUPSLB Dijadwalkan 30 November 2026
Seluruh rencana aksi korporasi tersebut masih membutuhkan persetujuan pemegang saham.
PACK menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 30 November 2026.
Agenda rapat akan mencakup permintaan persetujuan atas perubahan kegiatan usaha, rencana pembelian saham, serta peningkatan modal perseroan.
“Perseroan akan meminta persetujuan dari para pemegang saham Perseroan terkait rencana aksi korporasi tersebut dalam rapat umum pemegang saham luar biasa Perseroan yang akan diadakan pada tanggal 30 November 2026,” tulis manajemen.
Dengan demikian, pelaksanaan transaksi yang direncanakan masih bergantung pada keputusan pemegang saham serta pemenuhan ketentuan pasar modal yang berlaku.
Manajemen Perkirakan Berdampak Positif
Manajemen PACK menyatakan bahwa rangkaian aksi korporasi tersebut ditujukan untuk mendukung pengembangan bisnis perusahaan dan entitas anak.
Perseroan memperkirakan rencana tersebut akan memberikan dampak positif terhadap kinerja perusahaan secara konsolidasi.
“Aksi korporasi yang akan dilaksanakan oleh Perseroan adalah pengembangan usaha dari Perseroan dan Entitas Anak yang diperkirakan akan berdampak positif bagi Perseroan secara konsolidasi,” demikian pernyataan manajemen.
Meski demikian, perkiraan tersebut masih merupakan proyeksi perusahaan dan belum mencerminkan hasil keuangan dari transaksi yang direncanakan.
Investor perlu memperhatikan nilai transaksi, sumber pendanaan, serta dampak penerbitan saham baru terhadap struktur kepemilikan dan kondisi keuangan PACK.
Keterbukaan informasi tersebut disampaikan oleh Direktur PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk, Donnie Holman Partogi Manurung, melalui sistem pelaporan elektronik pada 23 Oktober 2026 pukul 11.42 WIB.
Dengan sejumlah agenda besar tersebut, keputusan RUPSLB pada 30 November mendatang menjadi salah satu tahapan penting bagi kelanjutan rencana ekspansi PACK. (*)












