Menu ✖

Mode Gelap
Grafiti Pers Laporkan Perubahan Kepemilikan Saham Tempo, Porsi Hak Suara Turun Jadi 12,24 Persen BEI Gelar CMSE 2026, Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 32,7 Juta SID BEI Perluas Transparansi Kepemilikan Saham, Status Pengendali dan Afiliasi Kini Terungkap Komisaris AKPI Henry Liem Kurangi Kepemilikan 250 Ribu Saham RANS Entertainment (RANS) Klarifikasi Isu Pengerahan Warga Berbayar di RANS Carnival Yogyakarta Indo Boga Sukses (IBOS) Buka Flagship Segafredo Caffè di Sleman, Grand Opening 7 November

Bisnis

BWPT Klarifikasi Isu Investasi FELDA, Tegaskan Tak Terdampak Sengketa dan Operasional Tetap Normal

badge-check


					PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) Perbesar

PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT)

JAKARTA – PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) menegaskan tidak terlibat dalam sengketa investasi yang dikaitkan dengan Federal Land Consolidation and Rehabilitation Authority (FELDA) dan FIC Properties Sdn. Bhd. (FICP). Klarifikasi tersebut disampaikan Perseroan kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai tanggapan atas permintaan penjelasan terkait pemberitaan di media massa.

Dalam surat bernomor 066/BWPT/Corsec/VIII/2026, BWPT menjelaskan bahwa pihak yang tercatat sebagai pemegang saham Perseroan adalah FIC Properties Sdn. Bhd. (FICP), bukan FELDA.

Perseroan menyatakan hubungan korporasi dan komunikasi hanya dilakukan dengan FICP dalam kapasitasnya sebagai pemegang saham.

“Perseroan tidak memiliki hubungan korporasi maupun hubungan kontraktual dengan FELDA sehubungan dengan kepemilikan saham Perseroan,” tulis manajemen BWPT dalam klarifikasinya kepada BEI.

BWPT Tidak Terlibat Transaksi FELDA

Menanggapi pemberitaan mengenai investasi FELDA di BWPT, Perseroan menegaskan bukan pihak dalam transaksi maupun perjanjian yang menjadi dasar investasi tersebut.

Karena itu, BWPT mengaku tidak memiliki informasi mengenai kronologi, struktur transaksi, maupun perjanjian antara FELDA, FICP, dan pihak penjual saham yang menjadi pokok pemberitaan.

Perseroan juga menyebut FICP merupakan badan hukum yang berdiri sendiri dan terpisah dari FELDA, sehingga BWPT tidak berada dalam posisi untuk mengonfirmasi ataupun memberikan penjelasan mengenai urusan internal FELDA.

Kepemilikan Saham Tidak Berubah

BWPT memastikan hingga tanggal penyampaian klarifikasi, tidak terdapat perubahan kepemilikan saham FICP di Perseroan.

FICP masih tercatat sebagai pemegang saham dengan jumlah kepemilikan yang sama seperti sebelumnya, sedangkan FELDA tidak pernah tercatat sebagai pemegang saham BWPT.

Dengan demikian, Perseroan menegaskan tidak ada transaksi perubahan kepemilikan saham yang perlu dijelaskan kepada Bursa.

Put Option Bukan Urusan Perseroan

Dalam pemberitaan sebelumnya disebutkan adanya hak put option yang berkaitan dengan transaksi investasi FELDA.

BWPT menegaskan bukan pihak dalam perjanjian put option tersebut sehingga tidak memiliki informasi mengenai:

  • pihak yang memberikan dan menerima hak put option;
  • dasar dan tanggal perjanjian;
  • nilai transaksi;
  • jangka waktu dan syarat pelaksanaan;
  • maupun status pelaksanaannya sejak 11 Mei 2022.

Karena tidak menjadi pihak dalam perjanjian tersebut, Perseroan menyatakan tidak dapat memberikan interpretasi ataupun penjelasan lebih lanjut.

Tidak Ada Sengketa atau Gugatan terhadap BWPT

Perseroan juga memastikan hingga saat ini tidak menjadi pihak dalam sengketa, gugatan, arbitrase, maupun proses hukum yang berkaitan dengan transaksi investasi FELDA maupun FICP.

Selain itu, BWPT menyebut tidak menerima korespondensi resmi dari FICP yang menyatakan adanya tuntutan terhadap Perseroan terkait persoalan tersebut.

Manajemen menegaskan seluruh permasalahan yang diberitakan merupakan persoalan antara pihak-pihak di luar Perseroan.

Tidak Berdampak pada Laporan Keuangan

BWPT menyatakan isu investasi FELDA tidak menimbulkan dampak terhadap laporan keuangan Perseroan.

Menurut manajemen, tidak terdapat kewajiban kontinjensi, aset kontinjensi, provisi, maupun pengungkapan lain yang perlu dicatat dalam laporan keuangan akibat pemberitaan tersebut.

Perseroan juga menegaskan tidak memiliki kewajiban ataupun eksposur terhadap potensi kerugian FELDA yang dalam pemberitaan diperkirakan mencapai sekitar RM2,5 miliar.

“Nilai potensi kerugian yang diberitakan tersebut bukan merupakan kewajiban atau tanggung jawab Perseroan,” tulis BWPT.

Operasional dan Kinerja Tetap Tumbuh

BWPT menyatakan kegiatan operasional perusahaan tetap berjalan normal dan independen dari persoalan yang melibatkan FELDA maupun FICP.

Perseroan bahkan menyebut kinerja operasional dan keuangan masih menunjukkan pertumbuhan dua digit secara tahunan (year-on-year), didukung peningkatan produktivitas, disiplin pengelolaan biaya dan likuiditas, serta penguatan fundamental bisnis.

Komunikasi dengan FICP sebagai pemegang saham juga disebut tetap berjalan baik dalam konteks tata kelola perusahaan. Hal tersebut tercermin dari keberadaan dua perwakilan FICP yang saat ini menjabat sebagai anggota Dewan Komisaris BWPT.

Hingga 27 Agustus 2026, BWPT menegaskan tidak terdapat informasi atau fakta material lain yang berdampak terhadap kegiatan usaha, kondisi keuangan, kelangsungan usaha, maupun harga saham Perseroan terkait isu investasi FELDA tersebut. Perseroan menyatakan akan tetap memenuhi kewajiban keterbukaan informasi apabila terdapat perkembangan material di kemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Laba Bersih CBDK Melonjak 39% Jadi Rp1,82 Triliun hingga September 2026

30 Oktober 2026 - 08:24 WIB

PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK)

Avian Brands Catat Penjualan Rp6,9 Triliun hingga September 2026, Tumbuh 16,7%

30 Oktober 2026 - 08:14 WIB

PT Avia Avian Tbk (Avian Brands)

BSDE Jual Lahan 16,6 Hektare di BSD City untuk Kembangkan Ekosistem KEK ETKI

29 Oktober 2026 - 08:14 WIB

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BEI: BSDE)

Sarana Menara Nusantara (TOWR) Perpanjang Fasilitas Kredit Rp2 Triliun hingga Oktober 2027

29 Oktober 2026 - 08:13 WIB

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)

Kredit BCA Tembus Rp1.063 Triliun, Laba Bersih Naik 4,2% Jadi Rp45,2 Triliun

28 Oktober 2026 - 08:20 WIB

BCA
Trending di Bisnis