Menu

Mode Gelap
Toyota Celica Dikabarkan Bangkit Lagi, Siap Hadir dengan Mesin 400 HP dan Hybrid 500 HP Volkswagen Siapkan Restrukturisasi Besar, Hingga 50.000 Karyawan Berpotensi Kena PHK Chainlink Ungkap Nilai Aset Dunia Nyata di Blockchain Tembus US$340 Miliar, Tokenisasi Diprediksi Melonjak Hingga US$4 Triliun Michael Saylor Tegaskan Warga Amerika Bebas Promosikan Bitcoin Tanpa Lisensi, Ini Alasannya DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center BEI Umumkan Saham SAFE Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, 98,14% Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

Bisnis

BWPT Klarifikasi Isu Investasi FELDA, Tegaskan Tak Terdampak Sengketa dan Operasional Tetap Normal

badge-check


					PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) Perbesar

PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT)

JAKARTA – PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) menegaskan tidak terlibat dalam sengketa investasi yang dikaitkan dengan Federal Land Consolidation and Rehabilitation Authority (FELDA) dan FIC Properties Sdn. Bhd. (FICP). Klarifikasi tersebut disampaikan Perseroan kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai tanggapan atas permintaan penjelasan terkait pemberitaan di media massa.

Dalam surat bernomor 066/BWPT/Corsec/VIII/2026, BWPT menjelaskan bahwa pihak yang tercatat sebagai pemegang saham Perseroan adalah FIC Properties Sdn. Bhd. (FICP), bukan FELDA.

Perseroan menyatakan hubungan korporasi dan komunikasi hanya dilakukan dengan FICP dalam kapasitasnya sebagai pemegang saham.

“Perseroan tidak memiliki hubungan korporasi maupun hubungan kontraktual dengan FELDA sehubungan dengan kepemilikan saham Perseroan,” tulis manajemen BWPT dalam klarifikasinya kepada BEI.

BWPT Tidak Terlibat Transaksi FELDA

Menanggapi pemberitaan mengenai investasi FELDA di BWPT, Perseroan menegaskan bukan pihak dalam transaksi maupun perjanjian yang menjadi dasar investasi tersebut.

Karena itu, BWPT mengaku tidak memiliki informasi mengenai kronologi, struktur transaksi, maupun perjanjian antara FELDA, FICP, dan pihak penjual saham yang menjadi pokok pemberitaan.

Perseroan juga menyebut FICP merupakan badan hukum yang berdiri sendiri dan terpisah dari FELDA, sehingga BWPT tidak berada dalam posisi untuk mengonfirmasi ataupun memberikan penjelasan mengenai urusan internal FELDA.

Kepemilikan Saham Tidak Berubah

BWPT memastikan hingga tanggal penyampaian klarifikasi, tidak terdapat perubahan kepemilikan saham FICP di Perseroan.

FICP masih tercatat sebagai pemegang saham dengan jumlah kepemilikan yang sama seperti sebelumnya, sedangkan FELDA tidak pernah tercatat sebagai pemegang saham BWPT.

Dengan demikian, Perseroan menegaskan tidak ada transaksi perubahan kepemilikan saham yang perlu dijelaskan kepada Bursa.

Put Option Bukan Urusan Perseroan

Dalam pemberitaan sebelumnya disebutkan adanya hak put option yang berkaitan dengan transaksi investasi FELDA.

BWPT menegaskan bukan pihak dalam perjanjian put option tersebut sehingga tidak memiliki informasi mengenai:

  • pihak yang memberikan dan menerima hak put option;
  • dasar dan tanggal perjanjian;
  • nilai transaksi;
  • jangka waktu dan syarat pelaksanaan;
  • maupun status pelaksanaannya sejak 11 Mei 2022.

Karena tidak menjadi pihak dalam perjanjian tersebut, Perseroan menyatakan tidak dapat memberikan interpretasi ataupun penjelasan lebih lanjut.

Tidak Ada Sengketa atau Gugatan terhadap BWPT

Perseroan juga memastikan hingga saat ini tidak menjadi pihak dalam sengketa, gugatan, arbitrase, maupun proses hukum yang berkaitan dengan transaksi investasi FELDA maupun FICP.

Selain itu, BWPT menyebut tidak menerima korespondensi resmi dari FICP yang menyatakan adanya tuntutan terhadap Perseroan terkait persoalan tersebut.

Manajemen menegaskan seluruh permasalahan yang diberitakan merupakan persoalan antara pihak-pihak di luar Perseroan.

Tidak Berdampak pada Laporan Keuangan

BWPT menyatakan isu investasi FELDA tidak menimbulkan dampak terhadap laporan keuangan Perseroan.

Menurut manajemen, tidak terdapat kewajiban kontinjensi, aset kontinjensi, provisi, maupun pengungkapan lain yang perlu dicatat dalam laporan keuangan akibat pemberitaan tersebut.

Perseroan juga menegaskan tidak memiliki kewajiban ataupun eksposur terhadap potensi kerugian FELDA yang dalam pemberitaan diperkirakan mencapai sekitar RM2,5 miliar.

“Nilai potensi kerugian yang diberitakan tersebut bukan merupakan kewajiban atau tanggung jawab Perseroan,” tulis BWPT.

Operasional dan Kinerja Tetap Tumbuh

BWPT menyatakan kegiatan operasional perusahaan tetap berjalan normal dan independen dari persoalan yang melibatkan FELDA maupun FICP.

Perseroan bahkan menyebut kinerja operasional dan keuangan masih menunjukkan pertumbuhan dua digit secara tahunan (year-on-year), didukung peningkatan produktivitas, disiplin pengelolaan biaya dan likuiditas, serta penguatan fundamental bisnis.

Komunikasi dengan FICP sebagai pemegang saham juga disebut tetap berjalan baik dalam konteks tata kelola perusahaan. Hal tersebut tercermin dari keberadaan dua perwakilan FICP yang saat ini menjabat sebagai anggota Dewan Komisaris BWPT.

Hingga 27 Agustus 2026, BWPT menegaskan tidak terdapat informasi atau fakta material lain yang berdampak terhadap kegiatan usaha, kondisi keuangan, kelangsungan usaha, maupun harga saham Perseroan terkait isu investasi FELDA tersebut. Perseroan menyatakan akan tetap memenuhi kewajiban keterbukaan informasi apabila terdapat perkembangan material di kemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center

5 September 2026 - 09:34 WIB

PT Puradelta Lestari Tbk (IDX: DMAS)

ADHI Buka Suara Soal Merger dengan PTPP, Masih Tahap Kajian Awal di Bawah Danantara

4 September 2026 - 08:20 WIB

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (IDX: ADHI)

NexAI Digital Infrastruktur (MGLV) Ubah Jadwal RUPSLB dan RUPS Independen, Bahas Rights Issue hingga Akuisisi Anak Usaha

2 September 2026 - 20:44 WIB

PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV)

PKPU Adhi Commuter Properti Ditolak Pengadilan, ADCP Pastikan Operasional dan Obligasi Tetap Aman

2 September 2026 - 20:30 WIB

PT Adhi Commuter Properti Tbk (IDX: ADCP)

VKTR Gandeng Danantara dan BNBR, Jajaki Pendanaan Hingga Rp2 Triliun untuk Ekspansi Bus dan Truk Listrik

2 September 2026 - 08:30 WIB

VKTR, Danantara Investment Management, BNBR, bus listrik, kendaraan listrik
Trending di Bisnis