CMSE 2026 diselenggarakan bersama Self-Regulatory Organization (SRO), yakni PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Mengusung tema Satu Langkah Investasi, Berjuta Peluang Masa Depan, kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pengembangan pasar modal. Tidak hanya mendorong pertumbuhan jumlah investor, tetapi juga meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai instrumen investasi, perencanaan keuangan, dan potensi risiko.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, pertumbuhan jumlah investor perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas pemahaman masyarakat terhadap dunia investasi.
Menurutnya, setiap orang memiliki kemampuan, titik awal, serta tujuan keuangan yang berbeda. Karena itu, pemilihan instrumen investasi harus disesuaikan dengan kebutuhan dan profil risiko masing-masing.
Jeffrey mengibaratkan investasi seperti olahraga maraton. Keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecepatan memulai, tetapi juga kesiapan, kemampuan menjaga ritme, dan konsistensi dalam mencapai tujuan.
“Seperti marathon, investasi bukan sekadar tentang seberapa cepat kita memulai atau seberapa jauh kita ingin melangkah, tetapi juga tentang bagaimana kita mempersiapkan diri, menjaga ritme, dan tetap konsisten untuk mencapai tujuan,” ujarnya saat membuka CMSE 2026, Kamis (5/11).
Pesan tersebut sejalan dengan kampanye #AkuInvestorSaham yang diluncurkan BEI pada 10 Agustus 2023. Kampanye ini mendorong masyarakat dari berbagai latar belakang agar lebih mengenal pasar modal dan berpartisipasi sesuai kemampuan serta kebutuhan finansial.
Hadirkan 88 Booth dan Lebih dari 100 Tenant
CMSE 2026 menghadirkan berbagai agenda edukasi, mulai dari seminar, diskusi, talk show, hingga pameran produk dan layanan pasar modal.
Pada hari pertama, Kamis (5/11), kegiatan diisi dengan Opening Ceremony, Galeri Investasi BEI Award 2026, serta seminar utama bertajuk Indonesia’s Economic & Investment Outlook.
Selanjutnya, Jumat (6/11), pengunjung dapat mengikuti peluncuran Indonesia ESG Bond Index oleh PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI). Sejumlah sesi edukasi juga disiapkan, mulai dari perencanaan keuangan, pengenalan instrumen investasi, hingga pasar modal syariah.
Sementara itu, agenda hari terakhir, Sabtu (7/11), mencakup edukasi Exchange-Traded Fund (ETF) Emas, pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam industri keuangan, serta sesi inspiratif bersama figur publik dan atlet.
Tidak hanya menghadirkan forum edukasi, penyelenggara juga menyediakan 88 booth dengan lebih dari 100 tenant. Peserta pameran berasal dari berbagai unsur ekosistem pasar modal, termasuk OJK, SRO dan anak usahanya, anggota bursa, manajer investasi, agen penjual reksa dana, perusahaan tercatat, hingga Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan.
Selain itu, terdapat perusahaan binaan IDX Incubator, asosiasi pasar modal, serta sejumlah mitra lainnya. Area pameran tersebut menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengenal lebih jauh produk, layanan, dan mekanisme investasi di pasar modal Indonesia.
Investor Pasar Modal Tembus 32,7 Juta SID
Penyelenggaraan CMSE 2026 berlangsung di tengah pertumbuhan jumlah investor pasar modal nasional. Berdasarkan data per 15 Oktober 2026, jumlah investor telah mencapai 32.723.392 Single Investor Identification (SID).
Dari jumlah tersebut, sebanyak 10.301.974 SID merupakan investor saham.
Pertumbuhan ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi industri pasar modal. Sebab, peningkatan partisipasi masyarakat perlu dibarengi pemahaman yang memadai mengenai karakteristik produk, potensi keuntungan, serta risiko investasi.
Upaya memperluas pemahaman tersebut juga dilakukan melalui rangkaian Road to CMSE 2026 dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Melalui penyelenggaraan CMSE 2026, BEI berharap semakin banyak masyarakat yang tertarik mengenal pasar modal dan memulai investasi secara terencana. Pengetahuan, perencanaan matang, serta konsistensi diharapkan menjadi bekal penting dalam membangun kondisi keuangan dan mempersiapkan masa depan.












