JAKARTA – PT Usaha Pembiayaan Reliance Indonesia (Perseroan) memberikan klarifikasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait keterlambatan penyampaian Laporan Keuangan Tengah Tahunan periode yang berakhir pada 30 Juni 2026. Perseroan menegaskan laporan keuangan tersebut masih dalam proses audit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) dan akan disampaikan paling lambat pada 30 September 2026.
Klarifikasi itu disampaikan melalui surat keterbukaan informasi Nomor 166/UPRI/DIR/VIII/2026 tertanggal 28 Agustus 2026, sebagai respons atas surat peringatan tertulis pertama dari BEI Nomor S-10478/BEI.PLP/08-2026 yang diterbitkan pada 11 Agustus 2026 terkait keterlambatan penyampaian laporan keuangan interim.
Perseroan menjelaskan, sebelum tenggat waktu penyampaian laporan keuangan pada 31 Juli 2026, perusahaan telah menyampaikan pemberitahuan melalui sistem elektronik IDXnet bahwa laporan keuangan tengah tahunan masih dalam proses audit.
Audit Masih Berlangsung Sesuai Ketentuan OJK
Manajemen Reliance Indonesia menyatakan proses audit yang sedang berjalan masih sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan peraturan Bursa Efek Indonesia.
Mengacu pada POJK Nomor 14/POJK.04/2022 tentang Penyampaian Laporan Keuangan Berkala Emiten atau Perusahaan Publik, laporan keuangan tengah tahunan yang disertai laporan akuntan publik dapat disampaikan paling lambat pada akhir bulan ketiga setelah tanggal laporan keuangan, atau 30 September 2026 untuk periode 30 Juni 2026.
Ketentuan tersebut juga sejalan dengan Peraturan Bursa Nomor I-E mengenai Kewajiban Penyampaian Informasi, yang memberikan batas waktu hingga akhir bulan ketiga untuk laporan keuangan interim yang masih diaudit.
Berdasarkan aturan tersebut, Perseroan memastikan penyampaian laporan keuangan dan pengumuman kepada publik akan dilakukan sebelum tenggat waktu tersebut berakhir.
Komitmen Keterbukaan Informasi kepada Investor
Dalam keterbukaan informasinya, PT Usaha Pembiayaan Reliance Indonesia menegaskan komitmennya terhadap prinsip transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi pasar modal.
Perseroan menyebut keterbukaan informasi ini disampaikan sebagai bentuk transparansi kepada pemegang saham, investor, dan seluruh pemangku kepentingan mengenai status penyelesaian audit laporan keuangan semester pertama 2026.
“Perseroan senantiasa berkomitmen untuk memenuhi kewajiban keterbukaan informasi serta mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tulis manajemen dalam surat yang ditandatangani Direktur Gwesley Griemaldy Kussoy.
Bagian dari Reliance Group
PT Usaha Pembiayaan Reliance Indonesia merupakan bagian dari Reliance Group dan merupakan anak usaha PT Reliance Capital Management sebagai perusahaan induk.
Perseroan juga menyampaikan bahwa Reliance Group mendapat dukungan dari LeapFrog Investments sebagai investor strategis. Menurut perusahaan, dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen grup dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) serta memastikan kepatuhan terhadap seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.












