Menu

Mode Gelap
Toyota Celica Dikabarkan Bangkit Lagi, Siap Hadir dengan Mesin 400 HP dan Hybrid 500 HP Volkswagen Siapkan Restrukturisasi Besar, Hingga 50.000 Karyawan Berpotensi Kena PHK Chainlink Ungkap Nilai Aset Dunia Nyata di Blockchain Tembus US$340 Miliar, Tokenisasi Diprediksi Melonjak Hingga US$4 Triliun Michael Saylor Tegaskan Warga Amerika Bebas Promosikan Bitcoin Tanpa Lisensi, Ini Alasannya DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center BEI Umumkan Saham SAFE Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, 98,14% Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

Saham

BEI Umumkan Saham SAFE Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, 98,14% Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

badge-check


					PT Steady Safe Tbk (IDX: SAFE) Perbesar

PT Steady Safe Tbk (IDX: SAFE)

Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengumumkan saham PT Steady Safe Tbk (IDX: SAFE) masuk dalam daftar Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi (High Shareholding Concentration/HSC).

Pengumuman tersebut diterbitkan pada 4 September 2026 berdasarkan evaluasi struktur kepemilikan saham SAFE per 2 September 2026.

Dalam pengumuman BEI disebutkan bahwa secara agregat 98,14% saham SAFE, baik dalam bentuk warkat maupun tanpa warkat, dimiliki oleh sejumlah tertentu pemegang saham. Kondisi ini menunjukkan tingkat konsentrasi kepemilikan yang sangat tinggi, sementara porsi saham yang beredar di publik relatif kecil.

BEI menegaskan bahwa pengumuman HSC tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan maupun ketentuan yang berlaku di pasar modal. Pengumuman ini bertujuan memberikan informasi kepada investor mengenai struktur kepemilikan saham emiten yang memiliki tingkat konsentrasi tinggi.

Status HSC merupakan bagian dari upaya BEI meningkatkan transparansi pasar dan memberikan sinyal kepada pelaku pasar agar lebih memperhatikan karakteristik perdagangan saham dengan kepemilikan yang terkonsentrasi.

Saham dengan kepemilikan yang sangat terkonsentrasi umumnya memiliki jumlah saham beredar (free float) yang terbatas, sehingga pergerakan harga berpotensi menjadi lebih volatil dibanding saham dengan distribusi kepemilikan yang lebih luas.

BEI mengimbau investor untuk mencermati keterbukaan informasi dan profil kepemilikan saham sebelum mengambil keputusan investasi pada saham yang masuk dalam daftar High Shareholding Concentration.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Verah Wahyudi S Wong Divestasi 3,12 Juta Saham TAMA, Kepemilikan Turun Jadi 9,67%

4 September 2026 - 21:26 WIB

PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA)

Maybank Sekuritas Indonesia Hapus Kepemilikan 1,38 Miliar Saham ASLI, Ini Alasannya

4 September 2026 - 21:23 WIB

PT Asri Karya Lestari Tbk (IDX: ASLI)

Direktur JARR Temmy Iskandar Borong 11.000 Saham Jhonlin Agro Raya untuk Investasi

4 September 2026 - 21:16 WIB

PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR)

Pemenang Nusantara Internasional Lepas 20 Juta Saham WINR untuk Tambah Free Float

4 September 2026 - 21:13 WIB

PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR)

Direksi FWCT Jual 3 Saham Senilai Rp900 Juta, Kepemilikan Turun Jadi 85 Saham

4 September 2026 - 08:07 WIB

PT Wijaya Cahaya Timber Tbk (IDX: FWCT)
Trending di Saham