PT Puradelta Lestari Tbk (IDX: DMAS) membukukan marketing sales (prapenjualan) sebesar Rp1,15 triliun sepanjang semester I 2026. Capaian tersebut telah memenuhi sekitar 55% dari target prapenjualan Perseroan untuk tahun 2026.
Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan PT Puradelta Lestari Tbk, Tondy Suwanto, mengatakan kinerja prapenjualan pada paruh pertama tahun ini ditopang kuat oleh tingginya permintaan lahan industri, terutama dari sektor pusat data atau data center.
“Prapenjualan Perseroan pada semester pertama tahun 2026 telah mencapai 55% dari target tahun ini. Capaian prapenjualan pada periode ini didominasi oleh sektor industri, khususnya sektor data center,” ujar Tondy dalam keterangan resmi, Jumat (4/9/2026).
Permintaan Lahan Industri Mencapai 85 Hektare
DMAS mencatat permintaan lahan industri mencapai sekitar 85 hektare selama semester I 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 75% berasal dari pelaku industri data center.
Perseroan menilai tingginya minat perusahaan data center didorong oleh kesiapan infrastruktur Kota Deltamas yang dirancang untuk mendukung operasional pusat data berskala besar.
Beberapa fasilitas yang menjadi daya tarik kawasan industri Kota Deltamas antara lain pasokan listrik premium, jaringan serat optik dengan sistem redundansi yang andal, sistem looping untuk menjamin ketersediaan air bersih dan air daur ulang, serta pusat komando data dan keamanan.
Kota Deltamas Terus Perkuat Infrastruktur
Seiring meningkatnya permintaan lahan industri, Puradelta Lestari menyatakan akan terus meningkatkan fasilitas dan layanan di Kota Deltamas.
Perseroan menargetkan Kota Deltamas berkembang sebagai kawasan terpadu modern yang ramah lingkungan sekaligus menjadi pusat aktivitas regional di kawasan timur Jakarta.
Selain kawasan industri, Kota Deltamas juga mengembangkan kawasan hunian dan komersial, termasuk berbagai fasilitas penunjang seperti institusi pendidikan, apartemen sewa, hingga rencana pembangunan pusat komersial baru.
Didukung Lahan Luas dan Akses Strategis
PT Puradelta Lestari Tbk merupakan pengembang dan pengelola Kota Deltamas di Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, dengan luas pengembangan sekitar 3.200 hektare.
Kawasan ini memiliki akses langsung ke jalan tol dan dilengkapi infrastruktur pendukung kawasan industri berskala internasional, menjadikannya salah satu destinasi investasi manufaktur dan data center di timur Jakarta.
Mayoritas saham DMAS dimiliki oleh PT Sumber Arusmulia sebesar 57,28%, yang merupakan bagian dari Sinar Mas Land, sementara Sojitz Corporation dari Jepang menguasai 25% saham Perseroan.












