JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan perubahan nama emiten PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) menjadi PT Kimia Farma (Persero) Tbk. Perubahan tersebut mulai berlaku efektif pada 10 Agustus 2026.
Pengumuman perubahan nama ini disampaikan BEI melalui Pengumuman Bursa Nomor Peng-PNE-00010/BEI.PP1/08-2026 yang diterbitkan pada 10 Agustus 2026.
Dalam pengumuman tersebut, BEI mencatat perubahan identitas emiten pada Papan Pencatatan Pengembangan. Meski nama perusahaan mengalami perubahan, kode saham KAEF tetap digunakan.
Adapun rincian perubahan nama tersebut sebagai berikut:
- Kode emiten: KAEF
- Nama sebelumnya: Kimia Farma Tbk.
- Nama baru: PT Kimia Farma (Persero) Tbk
- Tanggal efektif: 10 Agustus 2026
Dengan demikian, mulai perdagangan pada 10 Agustus 2026, nama emiten KAEF yang tercatat di BEI akan menggunakan nama PT Kimia Farma (Persero) Tbk.
BEI menyatakan perubahan tersebut perlu diketahui oleh seluruh pelaku pasar dan pemangku kepentingan di pasar modal Indonesia.
Pengumuman tersebut ditandatangani oleh Vera Florida, selaku Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 1 BEI, serta Pande Made Kusuma Ari A, Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI.
Nama Berubah, Kode Saham Tetap KAEF
Perubahan nama perusahaan tidak diikuti dengan perubahan kode saham. Investor tetap dapat mengenali saham Kimia Farma melalui kode KAEF di Bursa Efek Indonesia.
Perubahan nama ini menjadi bagian dari pembaruan informasi emiten yang tercatat di BEI. Bagi investor, informasi mengenai perubahan identitas perusahaan penting diperhatikan, terutama ketika melakukan penelusuran data emiten, laporan perusahaan, maupun informasi keterbukaan lainnya.
Kimia Farma sendiri merupakan salah satu perusahaan farmasi yang sahamnya telah lama tercatat di pasar modal Indonesia. Dengan perubahan nama tersebut, BEI kini memperbarui informasi resmi emiten KAEF sesuai dengan nama perusahaan yang berlaku.
Investor juga disarankan memperhatikan setiap keterbukaan informasi dan pengumuman resmi yang diterbitkan perusahaan maupun BEI agar tidak terjadi kekeliruan dalam membaca informasi terkait saham KAEF.












