Menu ✖

Mode Gelap
Komisaris AKPI Henry Liem Kurangi Kepemilikan 250 Ribu Saham RANS Entertainment (RANS) Klarifikasi Isu Pengerahan Warga Berbayar di RANS Carnival Yogyakarta Indo Boga Sukses (IBOS) Buka Flagship Segafredo Caffè di Sleman, Grand Opening 7 November BEI Pertahankan Suspensi Saham MENN dan SOUL, Belum Sampaikan Laporan Keuangan Semester I-2026 Sandiaga Uno Borong 915.000 Saham MUTU, Kini Kantongi 9,51 Juta Saham Laba Bersih CBDK Melonjak 39% Jadi Rp1,82 Triliun hingga September 2026

Bisnis

SMART Tbk (SMAR) Pastikan Karhutla Tak Ganggu Operasional, Andalkan Teknologi AI untuk Deteksi Dini

badge-check


					PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMART) Perbesar

PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMART)

PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMART) memastikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak memberikan dampak negatif material terhadap kegiatan operasional, target produksi 2026, pendapatan, laba, maupun nilai aset perusahaan. Emiten perkebunan kelapa sawit ini memperkuat mitigasi karhutla dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI), drone, pemantauan satelit, hingga sistem koordinasi terintegrasi.

Kepastian tersebut disampaikan SMART melalui surat tanggapan kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 15 Oktober 2026. Surat bernomor 099/SMART-IR/X/2026 itu merupakan respons atas permintaan penjelasan bursa mengenai potensi dampak karhutla terhadap kegiatan usaha perseroan.

Dalam keterbukaan informasi tersebut, SMART menjelaskan bahwa aset perkebunan perseroan dan entitas anak tersebar di sejumlah wilayah di Sumatra dan Kalimantan.

Perkebunan yang dimiliki langsung oleh perseroan berada di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatra Utara, serta Kabupaten Tanah Laut dan Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Sementara itu, perkebunan milik entitas anak tersebar di Kabupaten Padang Lawas Utara, Labuhanbatu Utara, dan Labuhanbatu Selatan di Sumatra Utara; Kabupaten Bungo, Sarolangun, Tebo, dan Merangin di Jambi; Kabupaten Bangka Barat di Kepulauan Bangka Belitung; Kabupaten Kutai Timur di Kalimantan Timur; Kabupaten Seruyan, Kotawaringin Timur, dan Kotawaringin Barat di Kalimantan Tengah; serta Kabupaten Kotabaru di Kalimantan Selatan.

Dari sisi kontribusi produksi, perkebunan di Sumatra Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah masing-masing menyumbang sekitar 15%–17% terhadap total produksi kebun konsolidasian. Adapun kontribusi terhadap pendapatan konsolidasian untuk masing-masing wilayah tersebut tercatat sekitar 1,8%.

Sementara itu, perkebunan di Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kalimantan Selatan masing-masing berkontribusi sekitar 5% atau kurang terhadap total produksi kebun konsolidasian, dengan kontribusi terhadap pendapatan konsolidasian sekitar 0,5% atau kurang.

Gunakan AI, Drone, dan Satelit untuk Pantau Titik Api

SMART menyatakan telah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi musim kemarau ekstrem akibat fenomena El Nino pada 2026. Upaya mitigasi dilakukan melalui penguatan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi deteksi dini, serta penerapan kebijakan pencegahan kebakaran secara berkelanjutan.

Dalam jangka pendek, perseroan menyiagakan personel terlatih di seluruh unit perkebunan dengan dukungan peralatan pemadam kebakaran yang memadai.

SMART juga menerapkan sistem CCTV berbasis kecerdasan buatan di sejumlah kebun. Teknologi tersebut dapat memberikan peringatan ketika terdeteksi titik api atau hotspot, sehingga indikasi awal kebakaran dan kabut asap dapat segera ditindaklanjuti.

Pemantauan turut didukung penggunaan drone dan satelit untuk membantu mendeteksi potensi kebakaran di area operasional.

Selain itu, perusahaan mengoperasikan aplikasi GeoSMART Fire yang mengintegrasikan berbagai data satelit. SMART juga mengaktifkan SMART Room Karhutla sebagai pusat pemantauan dan koordinasi yang menggabungkan data kebakaran dari berbagai sumber.

Melalui sistem tersebut, setiap kejadian kebakaran dapat segera diverifikasi dan ditindaklanjuti dengan langkah penanganan serta pemadaman.

Terapkan Kebijakan Tanpa Bakar Sejak 1997

Untuk strategi jangka panjang, SMART menyebut telah menerapkan Kebijakan Tanpa Bakar sejak 1997 dan Kebijakan Tanpa Gambut sejak 2010. Kebijakan tersebut berlaku bagi entitas anak dan menjadi persyaratan bagi pemasok sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan.

SMART juga melibatkan pemasok, terutama yang beroperasi di wilayah berisiko tinggi, melalui program peningkatan kapasitas pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

Program tersebut mencakup pelatihan, lokakarya, dan kunjungan lapangan untuk meningkatkan pemahaman serta penerapan praktik pengelolaan lahan tanpa pembakaran.

Di tingkat masyarakat, perusahaan bermitra dengan 19 desa melalui program desa bebas api. Program ini mencakup kegiatan pencegahan kebakaran secara sukarela dan pengelolaan gambut berbasis masyarakat sesuai ketentuan pemerintah.

Edukasi juga diberikan kepada masyarakat sekitar, termasuk anak-anak sekolah, untuk meningkatkan kesadaran mengenai bahaya kebakaran, mendorong peralihan dari praktik pembukaan lahan dengan cara membakar, serta memperkuat pengelolaan gambut berkelanjutan.

Tidak Ada Penghentian Operasional dan Sanksi Hukum

SMART menegaskan tidak terjadi penghentian operasional tak terencana (unplanned shutdown) di lokasi atau lahan yang dikelola perseroan maupun entitas anak akibat karhutla.

Perseroan juga menyatakan tidak sedang menghadapi maupun berpotensi menghadapi proses hukum atau sanksi administratif terkait karhutla hingga tanggal surat diterbitkan.

Selain itu, tidak terdapat informasi atau fakta material lain terkait karhutla yang belum diungkapkan kepada publik dan perlu diketahui investor.

Dengan dukungan teknologi deteksi dini, kesiapan personel, serta kebijakan pencegahan kebakaran yang telah diterapkan selama bertahun-tahun, SMART berupaya menjaga kelangsungan operasional perkebunan sekaligus mengantisipasi risiko karhutla di tengah kondisi cuaca ekstrem.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Laba Bersih CBDK Melonjak 39% Jadi Rp1,82 Triliun hingga September 2026

30 Oktober 2026 - 08:24 WIB

PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK)

Avian Brands Catat Penjualan Rp6,9 Triliun hingga September 2026, Tumbuh 16,7%

30 Oktober 2026 - 08:14 WIB

PT Avia Avian Tbk (Avian Brands)

BSDE Jual Lahan 16,6 Hektare di BSD City untuk Kembangkan Ekosistem KEK ETKI

29 Oktober 2026 - 08:14 WIB

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BEI: BSDE)

Sarana Menara Nusantara (TOWR) Perpanjang Fasilitas Kredit Rp2 Triliun hingga Oktober 2027

29 Oktober 2026 - 08:13 WIB

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)

Kredit BCA Tembus Rp1.063 Triliun, Laba Bersih Naik 4,2% Jadi Rp45,2 Triliun

28 Oktober 2026 - 08:20 WIB

BCA
Trending di Bisnis