PT Siloam International Hospitals Tbk (BEI: SILO) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Selasa, 22 September 2026, dengan sejumlah agenda strategis yang berkaitan dengan ekspansi bisnis dan struktur perizinan perseroan.
Pemanggilan RUPSLB tersebut disampaikan perseroan dengan mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka.
Rapat dijadwalkan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Salah satu agenda utama yang akan dimintakan persetujuan pemegang saham adalah perubahan dan penegasan kembali Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan mengenai maksud, tujuan, dan kegiatan usaha.
Perubahan ini dilakukan sebagai penyesuaian terhadap Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dan ketentuan perizinan berbasis risiko melalui sistem Online Single Submission (OSS), sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.
Selain penyesuaian anggaran dasar, Siloam juga akan meminta restu pemegang saham untuk menjalankan transaksi material berupa pengambilalihan saham perusahaan-perusahaan yang memiliki portofolio aset rumah sakit beserta fasilitas penunjangnya.
Akuisisi tersebut dapat dilakukan melalui pembelian saham maupun pelaksanaan hak opsi atas saham perusahaan target.
Perseroan menyebut rencana tersebut merupakan Transaksi Material yang pelaksanaannya mengacu pada POJK Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
Agenda penting lainnya dalam RUPSLB adalah permohonan persetujuan atas penjaminan aset dan/atau harta kekayaan perseroan dengan nilai lebih dari 50 persen dari ekuitas Perseroan.
Penjaminan aset tersebut akan dilakukan sehubungan dengan perolehan pendanaan, baik untuk kebutuhan PT Siloam International Hospitals Tbk maupun anak-anak usahanya, guna mendukung pelaksanaan transaksi material yang direncanakan.
Melalui agenda-agenda tersebut, Siloam Hospitals membuka peluang untuk memperluas jaringan layanan kesehatan melalui akuisisi aset rumah sakit, sekaligus menyiapkan dukungan pendanaan yang diperlukan untuk merealisasikan rencana ekspansi tersebut.












