Menu ✖

Mode Gelap
Komisaris AKPI Henry Liem Kurangi Kepemilikan 250 Ribu Saham RANS Entertainment (RANS) Klarifikasi Isu Pengerahan Warga Berbayar di RANS Carnival Yogyakarta Indo Boga Sukses (IBOS) Buka Flagship Segafredo Caffè di Sleman, Grand Opening 7 November BEI Pertahankan Suspensi Saham MENN dan SOUL, Belum Sampaikan Laporan Keuangan Semester I-2026 Sandiaga Uno Borong 915.000 Saham MUTU, Kini Kantongi 9,51 Juta Saham Laba Bersih CBDK Melonjak 39% Jadi Rp1,82 Triliun hingga September 2026

Bisnis

SEMA Buka Suara Usai Saham Disuspensi BEI, Tegaskan Tak Ada Kontrak Baru atau Informasi Material

badge-check


					PT Semacom Integrated Tbk (IDX: SEMA) Perbesar

PT Semacom Integrated Tbk (IDX: SEMA)

JAKARTA – PT Semacom Integrated Tbk (IDX: SEMA) memberikan penjelasan resmi kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham Perseroan. Dalam tanggapannya, SEMA menegaskan tidak terdapat kontrak baru, sumber pendapatan signifikan, maupun informasi material lain yang belum diungkapkan kepada publik.

Penjelasan tersebut disampaikan Perseroan melalui surat bernomor SI-339/WAS-IDX/09/2026 tertanggal 23 September 2026 sebagai respons atas permintaan klarifikasi BEI menyusul suspensi saham SEMA yang diumumkan pada 18 September 2026.

Perseroan menyatakan telah melakukan evaluasi terhadap seluruh kegiatan usaha, transaksi, dan perkembangan proyek sejak penyampaian laporan keuangan terakhir hingga tanggal surat tanggapan.

“Perseroan menyatakan bahwa tidak terdapat perolehan kontrak atau sumber pendapatan baru yang signifikan maupun transaksi lainnya yang bersifat material yang belum diungkapkan kepada Bursa dan publik sesuai ketentuan yang berlaku,” tulis manajemen SEMA.

Data Center Masih Jadi Fokus Bisnis 2026

Dalam penjelasannya kepada BEI, SEMA memaparkan perkembangan terkini bisnis Perseroan yang masih berfokus pada solusi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

Ruang lingkup bisnis tersebut meliputi power distribution, panel listrik dan switchgear, energi terbarukan, data center, hingga berbagai solusi energi pendukung lainnya. Perseroan menyebut seluruh aktivitas produksi, engineering, pengujian, instalasi, dan layanan proyek masih berjalan sesuai kebutuhan pelanggan.

SEMA mengungkapkan sektor data center tetap menjadi salah satu fokus utama pengembangan bisnis pada 2026. Selain itu, Perseroan juga memperluas pendekatan ke sektor industri yang membutuhkan produk type-tested panel serta memperkuat hubungan dengan pengguna akhir, perusahaan EPC, dan kontraktor.

Di sisi lain, Perseroan juga terus memperkuat peluang kerja sama dengan PLN dan anak usahanya untuk penyediaan panel distribusi listrik, sekaligus melanjutkan pengembangan solusi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan produk energi terbarukan lainnya.

Strategi Bisnis Semacom Sepanjang 2026

Manajemen SEMA memaparkan sejumlah strategi yang dijalankan sepanjang tahun 2026, di antaranya:

  • memperkuat bisnis panel distribusi dan switchgear;
  • mengembangkan bisnis data center;
  • memperluas penetrasi ke sektor industri yang membutuhkan panel bersertifikasi type test;
  • mempererat kerja sama dengan end user, EPC, dan kontraktor;
  • memperkuat hubungan bisnis dengan PLN dan grup PLN;
  • melanjutkan pengembangan solusi energi baru terbarukan;
  • meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas produk; serta
  • memperkuat kemitraan dengan principal dan mitra strategis.

Menurut Perseroan, strategi tersebut bertujuan memperkuat bisnis inti sekaligus membuka peluang usaha baru yang masih berada dalam sektor ketenagalistrikan, energi, dan infrastruktur pendukung.

Prospek Dipengaruhi Data Center hingga Energi Terbarukan

SEMA menilai prospek usaha masih dipengaruhi berbagai faktor makroekonomi dan perkembangan industri, termasuk investasi infrastruktur kelistrikan, pertumbuhan kawasan industri, pembangunan data center, kebutuhan efisiensi energi, dan perkembangan energi baru terbarukan.

Namun Perseroan juga mengakui terdapat sejumlah faktor risiko yang terus dipantau, seperti kondisi ekonomi, persaingan usaha, fluktuasi harga bahan baku, nilai tukar rupiah, suku bunga, rantai pasok, hingga perubahan kebijakan pemerintah.

Persaingan Makin Ketat, Termasuk dari Produk China

Perseroan menyebut industri panel listrik dan switchgear memiliki tingkat persaingan yang sangat dinamis.

Menurut manajemen, semakin terbukanya pasar membuat persaingan tidak hanya datang dari produsen dalam negeri, tetapi juga dari perusahaan luar negeri, khususnya China, seiring meningkatnya investasi asal China di berbagai sektor industri Indonesia.

SEMA mengatakan persaingan terjadi pada aspek harga, kualitas produk, kemampuan engineering, sertifikasi type test, kapasitas produksi, ketepatan waktu pengerjaan, layanan purna jual, hingga hubungan dengan pelanggan dan kontraktor.

Meski demikian, Perseroan menyatakan belum memiliki data independen yang menunjukkan adanya perubahan pangsa pasar secara signifikan.

Tak Ada Perkara Hukum Material dan Penyebab Kenaikan Saham

SEMA juga memastikan hingga 23 September 2026 tidak terdapat perkara hukum material yang melibatkan Perseroan, entitas anak, direksi, maupun dewan komisaris yang dapat memengaruhi kegiatan usaha atau kondisi keuangan perusahaan.

Terkait pergerakan harga saham yang berujung suspensi, Perseroan menyatakan tidak dapat menyimpulkan penyebab kenaikan atau penurunan harga saham karena seluruh pergerakan terbentuk melalui mekanisme pasar.

Menurut manajemen, harga saham dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi pasar modal secara umum, sentimen investor, aktivitas perdagangan, perkembangan industri, hingga informasi perusahaan yang telah tersedia untuk publik.

SEMA Klaim Tak Ada Informasi Material yang Disembunyikan

Dalam surat tanggapannya, SEMA juga menyatakan tidak mengetahui adanya informasi material di media massa yang dapat memengaruhi harga saham maupun keputusan investasi pemodal dan belum pernah dilaporkan kepada BEI.

Perseroan kembali menegaskan tidak terdapat informasi atau fakta material lain yang belum diungkapkan kepada publik yang berpotensi memengaruhi harga efek Perseroan.

SEMA menyatakan tetap berkomitmen memenuhi seluruh kewajiban keterbukaan informasi sesuai peraturan OJK dan Bursa Efek Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Laba Bersih CBDK Melonjak 39% Jadi Rp1,82 Triliun hingga September 2026

30 Oktober 2026 - 08:24 WIB

PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK)

Avian Brands Catat Penjualan Rp6,9 Triliun hingga September 2026, Tumbuh 16,7%

30 Oktober 2026 - 08:14 WIB

PT Avia Avian Tbk (Avian Brands)

BSDE Jual Lahan 16,6 Hektare di BSD City untuk Kembangkan Ekosistem KEK ETKI

29 Oktober 2026 - 08:14 WIB

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BEI: BSDE)

Sarana Menara Nusantara (TOWR) Perpanjang Fasilitas Kredit Rp2 Triliun hingga Oktober 2027

29 Oktober 2026 - 08:13 WIB

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)

Kredit BCA Tembus Rp1.063 Triliun, Laba Bersih Naik 4,2% Jadi Rp45,2 Triliun

28 Oktober 2026 - 08:20 WIB

BCA
Trending di Bisnis