Menu ✖

Mode Gelap
RANS Entertainment (RANS) Klarifikasi Isu Pengerahan Warga Berbayar di RANS Carnival Yogyakarta Indo Boga Sukses (IBOS) Buka Flagship Segafredo Caffè di Sleman, Grand Opening 7 November BEI Pertahankan Suspensi Saham MENN dan SOUL, Belum Sampaikan Laporan Keuangan Semester I-2026 Sandiaga Uno Borong 915.000 Saham MUTU, Kini Kantongi 9,51 Juta Saham Laba Bersih CBDK Melonjak 39% Jadi Rp1,82 Triliun hingga September 2026 EPAC Siapkan Rights Issue Maksimal 2 Miliar Saham, Dana untuk Ekspansi dan Bayar Utang

Bisnis

SAFE Koreksi Penjelasan ke BEI soal Putusan MA, Sengketa Rp80 Miliar dengan WIKA Realty Masih Jadi Perhatian

badge-check


					PT Steady Safe Tbk (IDX: SAFE) Perbesar

PT Steady Safe Tbk (IDX: SAFE)

JAKARTA – PT Steady Safe Tbk (IDX: SAFE) menyampaikan koreksi atas surat penjelasan yang sebelumnya dikirimkan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait permintaan klarifikasi mengenai putusan Mahkamah Agung (MA) dalam sengketa dengan PT Wijaya Karya Realty Tbk.

Dalam keterbukaan informasi, Perseroan menjelaskan bahwa koreksi dilakukan terhadap lampiran surat bernomor 110/SS/Dir/VIII/2026 tertanggal 4 Agustus 2026. Perbaikan tersebut berkaitan dengan dokumen tanggapan atas permintaan penjelasan BEI mengenai putusan Mahkamah Agung.

Permintaan klarifikasi dari BEI mengacu pada Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 233 PK/Pdt/2026 tanggal 12 Maret 2026. Putusan tersebut merupakan hasil Peninjauan Kembali (PK) atas sengketa antara PT Steady Safe Tbk dan PT Wijaya Karya Realty Tbk mengenai Perjanjian Kerja Sama Pembangunan dan Pengelolaan Apartemen di kawasan Pegangsaan, Jakarta Utara.

Dalam putusannya, Mahkamah Agung mengabulkan permohonan peninjauan kembali yang diajukan oleh Steady Safe serta menyatakan bahwa perjanjian kerja sama tersebut telah berakhir.

Meski demikian, dalam amar rekonvensi, Mahkamah Agung juga memutuskan bahwa PT Steady Safe Tbk wajib mengembalikan pembayaran tahap pertama senilai Rp80 miliar kepada PT Wijaya Karya Realty Tbk setelah putusan tersebut memperoleh kekuatan hukum tetap (inkracht).

Sehubungan dengan putusan tersebut, BEI meminta Perseroan memberikan penjelasan resmi kepada Bursa. Sesuai permintaan regulator, tanggapan tersebut harus disampaikan paling lambat satu Hari Bursa sejak surat permintaan diterima, yakni pada 4 Agustus 2026.

Melalui keterbukaan informasi terbaru, Steady Safe menegaskan bahwa koreksi yang disampaikan hanya berkaitan dengan lampiran surat tanggapan kepada BEI. Perseroan tidak mengungkap adanya perubahan terhadap substansi putusan Mahkamah Agung maupun kewajiban yang telah ditetapkan dalam amar putusan tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian investor karena menyangkut kewajiban pembayaran bernilai signifikan serta berpotensi memengaruhi kondisi keuangan Perseroan. Pelaku pasar kini menunggu perkembangan lebih lanjut terkait pelaksanaan putusan dan dampaknya terhadap kinerja PT Steady Safe Tbk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Laba Bersih CBDK Melonjak 39% Jadi Rp1,82 Triliun hingga September 2026

30 Oktober 2026 - 08:24 WIB

PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK)

Avian Brands Catat Penjualan Rp6,9 Triliun hingga September 2026, Tumbuh 16,7%

30 Oktober 2026 - 08:14 WIB

PT Avia Avian Tbk (Avian Brands)

BSDE Jual Lahan 16,6 Hektare di BSD City untuk Kembangkan Ekosistem KEK ETKI

29 Oktober 2026 - 08:14 WIB

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BEI: BSDE)

Sarana Menara Nusantara (TOWR) Perpanjang Fasilitas Kredit Rp2 Triliun hingga Oktober 2027

29 Oktober 2026 - 08:13 WIB

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)

Kredit BCA Tembus Rp1.063 Triliun, Laba Bersih Naik 4,2% Jadi Rp45,2 Triliun

28 Oktober 2026 - 08:20 WIB

BCA
Trending di Bisnis