Menu

Mode Gelap
Toyota Celica Dikabarkan Bangkit Lagi, Siap Hadir dengan Mesin 400 HP dan Hybrid 500 HP Volkswagen Siapkan Restrukturisasi Besar, Hingga 50.000 Karyawan Berpotensi Kena PHK Chainlink Ungkap Nilai Aset Dunia Nyata di Blockchain Tembus US$340 Miliar, Tokenisasi Diprediksi Melonjak Hingga US$4 Triliun Michael Saylor Tegaskan Warga Amerika Bebas Promosikan Bitcoin Tanpa Lisensi, Ini Alasannya DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center BEI Umumkan Saham SAFE Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, 98,14% Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

Bisnis

Qantas Lepas Kepemilikan di Jetstar Japan, Fokus Perkuat Bisnis Inti di Australia

badge-check


					Jetstar Japan Perbesar

Jetstar Japan

Maskapai penerbangan asal Australia, Qantas Airways, resmi menandatangani perjanjian mengikat untuk melepas seluruh kepemilikannya di Jetstar Japan. Nilai transaksi tersebut mencapai 8,2 miliar yen atau sekitar US$52 juta (sekitar Rp800 miliar).

Penjualan dilakukan melalui mekanisme pembelian kembali saham (share buyback) oleh Jetstar Japan. Proses transaksi masih menunggu persetujuan regulator dan ditargetkan rampung paling lambat Juni 2027.

Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang telah diumumkan kedua pihak pada Februari lalu.

Qantas Alihkan Investasi ke Bisnis Inti

Qantas menyatakan pelepasan 33,32% saham di Jetstar Japan merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mengalihkan investasi ke bisnis utama, baik penerbangan domestik maupun internasional yang berbasis di Australia.

Meski keluar dari kepemilikan, Qantas memastikan tidak akan ada perubahan terhadap layanan penerbangan antara Australia dan Jepang. Kerja sama codeshare dengan Japan Airlines (JAL) juga tetap dipertahankan.

Struktur Pemegang Saham Berubah

Setelah transaksi selesai, Development Bank of Japan akan bergabung sebagai pemegang saham baru Jetstar Japan.

Sementara itu, dua investor lama, yaitu Japan Airlines (JAL) dan Tokyo Century Corporation, akan tetap mempertahankan kepemilikan mereka.

Dengan berubahnya struktur kepemilikan menjadi mayoritas modal Jepang, Jetstar Japan juga akan menghentikan penggunaan merek Jetstar dan beroperasi dengan identitas baru.

Qantas Berpotensi Catat Keuntungan

Dari transaksi tersebut, Qantas memperkirakan akan membukukan keuntungan sekitar A$115 juta yang akan dicatat di luar laba operasional inti perusahaan, terutama pada tahun fiskal 2027.

Besaran keuntungan akhir masih bergantung pada penyelesaian transaksi serta pergerakan nilai tukar mata uang.

Langkah Strategis Jangka Panjang

Pelepasan kepemilikan di Jetstar Japan menjadi bagian dari langkah strategis Qantas untuk menyederhanakan portofolio investasi dan memperkuat fokus pada pasar yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan lebih tinggi.

Di sisi lain, Jetstar Japan akan memasuki babak baru sebagai maskapai dengan kepemilikan yang didominasi investor Jepang, sekaligus menjalani proses rebranding setelah transaksi rampung.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center

5 September 2026 - 09:34 WIB

PT Puradelta Lestari Tbk (IDX: DMAS)

ADHI Buka Suara Soal Merger dengan PTPP, Masih Tahap Kajian Awal di Bawah Danantara

4 September 2026 - 08:20 WIB

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (IDX: ADHI)

NexAI Digital Infrastruktur (MGLV) Ubah Jadwal RUPSLB dan RUPS Independen, Bahas Rights Issue hingga Akuisisi Anak Usaha

2 September 2026 - 20:44 WIB

PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV)

PKPU Adhi Commuter Properti Ditolak Pengadilan, ADCP Pastikan Operasional dan Obligasi Tetap Aman

2 September 2026 - 20:30 WIB

PT Adhi Commuter Properti Tbk (IDX: ADCP)

VKTR Gandeng Danantara dan BNBR, Jajaki Pendanaan Hingga Rp2 Triliun untuk Ekspansi Bus dan Truk Listrik

2 September 2026 - 08:30 WIB

VKTR, Danantara Investment Management, BNBR, bus listrik, kendaraan listrik
Trending di Bisnis