Menu ✖

Mode Gelap
Grafiti Pers Laporkan Perubahan Kepemilikan Saham Tempo, Porsi Hak Suara Turun Jadi 12,24 Persen BEI Gelar CMSE 2026, Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 32,7 Juta SID BEI Perluas Transparansi Kepemilikan Saham, Status Pengendali dan Afiliasi Kini Terungkap Komisaris AKPI Henry Liem Kurangi Kepemilikan 250 Ribu Saham RANS Entertainment (RANS) Klarifikasi Isu Pengerahan Warga Berbayar di RANS Carnival Yogyakarta Indo Boga Sukses (IBOS) Buka Flagship Segafredo Caffè di Sleman, Grand Opening 7 November

Bisnis

PT Ecocare Indo Pasifik Tbk Bukukan Pendapatan Rp208,5 Miliar di Semester I 2026, Laba Bersih Melonjak 32,6%

badge-check


					PT Ecocare Indo Pasifik Tbk Bukukan Pendapatan Rp208,5 Miliar di Semester I 2026, Laba Bersih Melonjak 32,6% Perbesar

JAKARTA – PT Ecocare Indo Pasifik Tbk (BEI: HYGN) mencatatkan pertumbuhan kinerja yang solid sepanjang semester pertama 2026. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp208,5 miliar, naik 21% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp172,4 miliar.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk (PATMI) juga meningkat signifikan sebesar 32,6% YoY menjadi Rp8 miliar, dari Rp6 miliar pada semester I 2025.

Kinerja positif tersebut didukung oleh pertumbuhan di seluruh lini bisnis, sekaligus mencerminkan hasil investasi strategis yang dilakukan perseroan sepanjang 2025, terutama pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan transformasi teknologi.

Margin Operasional Meningkat

Selain pertumbuhan pendapatan dan laba, HYGN juga berhasil meningkatkan efisiensi operasional. Laba operasi naik dari Rp6,4 miliar pada semester I 2025 menjadi Rp11,2 miliar pada semester I 2026.

Margin laba operasi (Operating Profit Margin/OPM) meningkat menjadi 5,3%, dibandingkan 3,7% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, margin laba bersih (Net Profit Margin/NPM) juga naik menjadi 3,8% dari 3,5%.

Di sisi lain, laba bruto bertumbuh menjadi Rp70,8 miliar dari sebelumnya Rp60,3 miliar, meskipun margin laba bruto sedikit turun dari 35% menjadi 34%.

Seluruh Segmen Bisnis Bertumbuh

Pertumbuhan pendapatan HYGN ditopang oleh kinerja positif di seluruh segmen usaha.

Segmen Hygiene Services masih menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan Rp101,8 miliar, meningkat dari Rp85,6 miliar pada semester I 2025.

Sementara itu, Sanitation Services mencatatkan pendapatan sebesar Rp73,3 miliar, naik dari Rp65 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Adapun segmen Pest Control Services menjadi penyumbang pertumbuhan paling tinggi dengan pendapatan mencapai Rp33,7 miliar, meningkat tajam dibandingkan Rp22 miliar pada semester I 2025.

Pengendalian Hama Jadi Motor Pertumbuhan

Direktur Utama HYGN, Wincent Yunanda, mengatakan bahwa perusahaan berhasil mempertahankan pertumbuhan meski menghadapi tantangan makroekonomi pada paruh pertama tahun ini.

Menurutnya, hasil tersebut merupakan buah dari investasi yang dilakukan perusahaan sepanjang tahun lalu, khususnya pada peningkatan kualitas SDM dan digitalisasi operasional.

“Meskipun menghadapi tantangan di 1H26, kami berhasil mencatatkan kinerja yang solid. Kami mulai melihat hasil dari investasi yang kami lakukan tahun lalu, khususnya pada sumber daya manusia dan teknologi. Upaya peningkatan kualitas SDM dan sistem digital mulai menunjukkan hasil,” ujar Wincent.

Ia menambahkan, HYGN akan terus memperkuat transformasi digital dengan mulai mengadopsi berbagai inisiatif kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional sepanjang sisa tahun 2026.

Optimistis Momentum Berlanjut

Manajemen menilai segmen Pengendalian Hama (Pest Control) akan tetap menjadi mesin pertumbuhan utama perusahaan.

Ekspansi layanan ke berbagai sektor industri dinilai telah memperkuat basis pendapatan yang bersifat berulang (recurring), sehingga memberikan prospek pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.

Dengan capaian sepanjang semester pertama, HYGN optimistis mampu mempertahankan tren pertumbuhan hingga akhir 2026. Perseroan meyakini strategi investasi pada SDM, digitalisasi, serta pengembangan layanan akan menjadi fondasi untuk mendorong pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas di tengah dinamika kondisi ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Laba Bersih CBDK Melonjak 39% Jadi Rp1,82 Triliun hingga September 2026

30 Oktober 2026 - 08:24 WIB

PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK)

Avian Brands Catat Penjualan Rp6,9 Triliun hingga September 2026, Tumbuh 16,7%

30 Oktober 2026 - 08:14 WIB

PT Avia Avian Tbk (Avian Brands)

BSDE Jual Lahan 16,6 Hektare di BSD City untuk Kembangkan Ekosistem KEK ETKI

29 Oktober 2026 - 08:14 WIB

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BEI: BSDE)

Sarana Menara Nusantara (TOWR) Perpanjang Fasilitas Kredit Rp2 Triliun hingga Oktober 2027

29 Oktober 2026 - 08:13 WIB

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)

Kredit BCA Tembus Rp1.063 Triliun, Laba Bersih Naik 4,2% Jadi Rp45,2 Triliun

28 Oktober 2026 - 08:20 WIB

BCA
Trending di Bisnis