Menu

Mode Gelap
Toyota Celica Dikabarkan Bangkit Lagi, Siap Hadir dengan Mesin 400 HP dan Hybrid 500 HP Volkswagen Siapkan Restrukturisasi Besar, Hingga 50.000 Karyawan Berpotensi Kena PHK Chainlink Ungkap Nilai Aset Dunia Nyata di Blockchain Tembus US$340 Miliar, Tokenisasi Diprediksi Melonjak Hingga US$4 Triliun Michael Saylor Tegaskan Warga Amerika Bebas Promosikan Bitcoin Tanpa Lisensi, Ini Alasannya DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center BEI Umumkan Saham SAFE Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, 98,14% Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

Bisnis

PGEO Bukukan Laba Bersih US$79,6 Juta di Semester I-2026, Produksi Listrik Melonjak 13,6%

badge-check


					PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (IDX: PGEO) Perbesar

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (IDX: PGEO)

JAKARTA – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (IDX: PGEO) mencatatkan pertumbuhan kinerja yang solid sepanjang semester pertama 2026. Didukung strategi operational excellence, Perseroan berhasil meningkatkan produksi listrik, pendapatan, dan laba bersih di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional.

Dalam paparan kinerja semester I-2026 yang digelar secara virtual pada 4 Agustus 2026, PGEO melaporkan produksi listrik mencapai 2.745 gigawatt hour (GWh), meningkat 13,62% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan produksi tersebut didorong oleh peningkatan kinerja di sejumlah wilayah operasi, antara lain Kamojang, Ulubelu, Lahendong, Karaha, serta kontribusi penuh PLTP Lumut Balai Unit 2 yang mulai beroperasi secara komersial sejak akhir Juni 2025.

Seiring meningkatnya produksi, pendapatan Perseroan tumbuh 14,7% secara tahunan menjadi US$235,03 juta. Sementara itu, laba bersih meningkat 15,48% menjadi US$79,61 juta dibandingkan semester I-2025.

Direktur Keuangan PGEO, Fransetya Hasudungan Hutabarat, mengatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan keberhasilan Perseroan dalam mengoptimalkan operasi pembangkit sekaligus menjaga kualitas profitabilitas.

“Kinerja operasional yang solid menjadi fondasi utama bagi pertumbuhan pendapatan, profitabilitas, dan arus kas Perseroan. Sebagian besar peningkatan laba berasal dari aktivitas operasional, sementara faktor non-operasional hanya memberikan dukungan tambahan,” ujarnya.

Menurut Fransetya, mulai beroperasinya PLTP Lumut Balai Unit 2 dan penyelesaian sejumlah aset produktif baru menjadi bagian penting dari strategi ekspansi jangka panjang perusahaan. Meski beban penyusutan meningkat sehingga margin laba kotor turun tipis menjadi 55,5%, kondisi tersebut dinilai sebagai konsekuensi dari investasi untuk mendorong pertumbuhan di masa depan.

Keandalan Operasi Jadi Kunci

Direktur Operasi PGEO, Andi Joko Nugroho, menegaskan bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari peningkatan produksi listrik, tetapi juga dari kemampuan menjaga operasi pembangkit tetap aman, andal, dan efisien.

Hal tersebut tercermin dari sejumlah indikator operasional yang tetap berada pada level tinggi hingga semester I-2026, yaitu:

  • Availability factor: 99,71%
  • Capacity factor: 90,42%
  • Unplanned outage rate: 0,11%

Capacity factor PGEO tersebut jauh melampaui rata-rata industri panas bumi global yang umumnya berada di kisaran 75–80%, menunjukkan tingkat pemanfaatan aset yang sangat optimal.

Produksi Meningkat di Berbagai Wilayah

Peningkatan produksi listrik ditopang oleh berbagai inisiatif di setiap wilayah operasi. Di Kamojang, tambahan pasokan uap dari penyambungan make-up well sejak Maret 2026 meningkatkan kapasitas sekitar 41 MW. Sementara di Ulubelu, tambahan pasokan dari Cluster M sejak Mei 2026 menambah kapasitas sekitar 35 MW.

Di sisi lain, Lahendong mampu mempertahankan produksi yang stabil seiring meningkatnya permintaan listrik dari PLN. Lumut Balai mencatat lonjakan produksi lebih dari dua kali lipat berkat beroperasinya Unit 2, sedangkan Karaha terus menunjukkan pemulihan melalui program Karaha Recovery Program.

Fokus Perkuat Kapasitas Jangka Panjang

Ke depan, PGEO akan terus berfokus pada peningkatan keandalan aset, optimalisasi reservoir, penguatan budaya keselamatan kerja, dan efisiensi operasional guna menjaga pertumbuhan produksi yang berkelanjutan.

Dengan strategi tersebut, Perseroan optimistis dapat mempertahankan posisinya sebagai salah satu produsen panas bumi terbesar di dunia sekaligus mempercepat pengembangan kapasitas energi panas bumi untuk mendukung ketahanan energi nasional dan transisi menuju energi bersih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center

5 September 2026 - 09:34 WIB

PT Puradelta Lestari Tbk (IDX: DMAS)

ADHI Buka Suara Soal Merger dengan PTPP, Masih Tahap Kajian Awal di Bawah Danantara

4 September 2026 - 08:20 WIB

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (IDX: ADHI)

NexAI Digital Infrastruktur (MGLV) Ubah Jadwal RUPSLB dan RUPS Independen, Bahas Rights Issue hingga Akuisisi Anak Usaha

2 September 2026 - 20:44 WIB

PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV)

PKPU Adhi Commuter Properti Ditolak Pengadilan, ADCP Pastikan Operasional dan Obligasi Tetap Aman

2 September 2026 - 20:30 WIB

PT Adhi Commuter Properti Tbk (IDX: ADCP)

VKTR Gandeng Danantara dan BNBR, Jajaki Pendanaan Hingga Rp2 Triliun untuk Ekspansi Bus dan Truk Listrik

2 September 2026 - 08:30 WIB

VKTR, Danantara Investment Management, BNBR, bus listrik, kendaraan listrik
Trending di Bisnis