Menu ✖

Mode Gelap
Komisaris AKPI Henry Liem Kurangi Kepemilikan 250 Ribu Saham RANS Entertainment (RANS) Klarifikasi Isu Pengerahan Warga Berbayar di RANS Carnival Yogyakarta Indo Boga Sukses (IBOS) Buka Flagship Segafredo Caffè di Sleman, Grand Opening 7 November BEI Pertahankan Suspensi Saham MENN dan SOUL, Belum Sampaikan Laporan Keuangan Semester I-2026 Sandiaga Uno Borong 915.000 Saham MUTU, Kini Kantongi 9,51 Juta Saham Laba Bersih CBDK Melonjak 39% Jadi Rp1,82 Triliun hingga September 2026

Bisnis

Pemegang Sukuk Tolak Usulan WIKA Ubah Jatuh Tempo Pembayaran Sukuk Rp750 Miliar

badge-check


					Pemegang Sukuk Tolak Usulan WIKA Ubah Jatuh Tempo Pembayara Perbesar

Pemegang Sukuk Tolak Usulan WIKA Ubah Jatuh Tempo Pembayara

JAKARTA – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (IDX: WIKA) belum memperoleh persetujuan dari pemegang sukuk untuk mengubah jadwal pembayaran kembali Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap II Tahun 2022. Penolakan tersebut diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Sukuk (RUPSU) yang digelar pada 28 Juli 2026 di WIKA Tower 2, Jakarta Timur.

Rapat yang difasilitasi oleh PT Bank Mega Tbk selaku wali amanat itu membahas usulan perubahan ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan, termasuk perubahan jatuh tempo pembayaran pokok sukuk serta kemungkinan penyesuaian jadwal pembayaran pendapatan bagi hasil.

Mayoritas Pemegang Sukuk Menolak Perubahan Jatuh Tempo

Dalam agenda pertama rapat, manajemen WIKA mengusulkan perubahan terhadap ketentuan mengenai jatuh tempo pembayaran kembali dana sukuk.

Namun, hasil pemungutan suara menunjukkan mayoritas investor menolak usulan tersebut.

Dari total suara yang hadir:

  • 449,2 miliar suara (84,012%) menyatakan tidak setuju.
  • 95 miliar suara (15,988%) menyatakan setuju.
  • Tidak terdapat suara abstain.

Karena persetujuan yang diperoleh jauh di bawah ketentuan minimal tiga perempat (75%) suara yang hadir untuk mengesahkan perubahan, maka usulan tersebut dinyatakan tidak disetujui oleh para pemegang sukuk.

Agenda Kedua Tidak Diputuskan

Selain perubahan jatuh tempo pokok sukuk, rapat juga mencantumkan agenda mengenai kemungkinan penundaan atau perubahan jadwal pembayaran pendapatan bagi hasil sukuk.

Namun, dalam pelaksanaannya, manajemen WIKA tidak mengajukan usulan keputusan untuk agenda kedua tersebut kepada para pemegang sukuk, sehingga tidak dilakukan proses pemungutan suara maupun pengambilan keputusan.

Kuorum Rapat Terpenuhi

RUPSU dihadiri oleh pemegang sukuk atau kuasa yang mewakili Rp594,2 miliar nilai pokok sukuk, atau sekitar 79,227% dari total sukuk yang masih beredar senilai Rp750 miliar.

Dengan tingkat kehadiran tersebut, kuorum rapat telah memenuhi ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan sehingga rapat dinyatakan sah dan berwenang mengambil keputusan.

Rapat turut dihadiri oleh jajaran manajemen WIKA, antara lain Direktur Keuangan Mulyadi, perwakilan PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) sebagai konsultan, serta notaris Humberg Lie yang menyusun berita acara rapat.

Perubahan Perjanjian Belum Dapat Dilaksanakan

Penolakan dari mayoritas pemegang sukuk berarti ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap II Tahun 2022 tetap berlaku sebagaimana sebelumnya.

Artinya, rencana perubahan jatuh tempo pembayaran pokok sukuk yang diajukan perseroan belum dapat diimplementasikan. Ke depan, apabila WIKA ingin mengajukan perubahan serupa, perseroan perlu melakukan pembahasan lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku dan kembali memperoleh persetujuan dari pemegang sukuk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Laba Bersih CBDK Melonjak 39% Jadi Rp1,82 Triliun hingga September 2026

30 Oktober 2026 - 08:24 WIB

PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK)

Avian Brands Catat Penjualan Rp6,9 Triliun hingga September 2026, Tumbuh 16,7%

30 Oktober 2026 - 08:14 WIB

PT Avia Avian Tbk (Avian Brands)

BSDE Jual Lahan 16,6 Hektare di BSD City untuk Kembangkan Ekosistem KEK ETKI

29 Oktober 2026 - 08:14 WIB

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BEI: BSDE)

Sarana Menara Nusantara (TOWR) Perpanjang Fasilitas Kredit Rp2 Triliun hingga Oktober 2027

29 Oktober 2026 - 08:13 WIB

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)

Kredit BCA Tembus Rp1.063 Triliun, Laba Bersih Naik 4,2% Jadi Rp45,2 Triliun

28 Oktober 2026 - 08:20 WIB

BCA
Trending di Bisnis