JAKARTA – PT Adhi Karya (Persero) Tbk (IDX: ADHI) mengumumkan perubahan peringkat efek bersifat utang setelah PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) menurunkan peringkat sejumlah obligasi Perseroan dari idA- menjadi idBB. Penurunan tersebut dilakukan menyusul meningkatnya tekanan likuiditas yang memengaruhi kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangannya.
Dalam keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ADHI menyampaikan bahwa perubahan peringkat mengacu pada surat PEFINDO Nomor RC-0995/PEF-DIR/VII/2026 dan RC-0966/PEF-DIR/VII/2026.
Peringkat baru idBB berlaku untuk periode 30 Juli hingga 30 Oktober 2026 dan mencakup:
- Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2022 Seri B dan Seri C.
- Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2024.
Sebelumnya, kedua instrumen utang tersebut memperoleh peringkat idA- dengan prospek negatif.
Dipicu Rencana Penundaan Pembayaran Kupon
Menurut Perseroan, perubahan peringkat tersebut diterbitkan setelah ADHI berencana meminta persetujuan para pemegang obligasi melalui Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) untuk melakukan penundaan pembayaran kupon atas Obligasi Berkelanjutan III dan Obligasi Berkelanjutan IV.
PEFINDO menilai langkah tersebut merupakan indikasi adanya tekanan likuiditas yang secara material memengaruhi kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansial tepat waktu.
Dalam sertifikat pemantauan khusus yang diterbitkan PEFINDO, penilaian dilakukan berdasarkan data perusahaan, laporan keuangan tidak diaudit per 30 Juni 2026, serta laporan keuangan audit per 31 Desember 2025.
Arti Peringkat idBB
PEFINDO menjelaskan bahwa peringkat idBB menunjukkan kualitas kredit berada di bawah kategori investment grade. Instrumen utang dengan peringkat ini dinilai memiliki kemampuan yang lebih rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi, bisnis, maupun keuangan.
Dengan kata lain, apabila kondisi eksternal maupun internal perusahaan memburuk, kemampuan emiten dalam memenuhi kewajiban pembayaran pokok maupun bunga utang berpotensi terdampak secara signifikan.
Investor Menanti Hasil RUPO
Rencana penundaan pembayaran kupon akan dibahas melalui RUPO yang akan melibatkan para pemegang obligasi. Keputusan dalam rapat tersebut akan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan langkah restrukturisasi kewajiban Perseroan ke depan.
Perubahan peringkat ini juga menjadi sinyal yang perlu dicermati investor, mengingat penurunan rating umumnya mencerminkan meningkatnya risiko kredit suatu emiten. Pelaku pasar kini menantikan perkembangan proses RUPO serta strategi ADHI dalam memperbaiki kondisi likuiditas dan menjaga keberlangsungan operasional perusahaan.












