Menu ✖

Mode Gelap
RANS Entertainment (RANS) Klarifikasi Isu Pengerahan Warga Berbayar di RANS Carnival Yogyakarta Indo Boga Sukses (IBOS) Buka Flagship Segafredo Caffè di Sleman, Grand Opening 7 November BEI Pertahankan Suspensi Saham MENN dan SOUL, Belum Sampaikan Laporan Keuangan Semester I-2026 Sandiaga Uno Borong 915.000 Saham MUTU, Kini Kantongi 9,51 Juta Saham Laba Bersih CBDK Melonjak 39% Jadi Rp1,82 Triliun hingga September 2026 EPAC Siapkan Rights Issue Maksimal 2 Miliar Saham, Dana untuk Ekspansi dan Bayar Utang

Bisnis

PEFINDO Turunkan Peringkat Obligasi ADHI ke idBB, Ini Faktor Penyebabnya

badge-check


					PT Adhi Karya (Persero) Tbk (IDX: ADHI) Perbesar

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (IDX: ADHI)

JAKARTA – PT Adhi Karya (Persero) Tbk (IDX: ADHI) mengumumkan perubahan peringkat efek bersifat utang setelah PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) menurunkan peringkat sejumlah obligasi Perseroan dari idA- menjadi idBB. Penurunan tersebut dilakukan menyusul meningkatnya tekanan likuiditas yang memengaruhi kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangannya.

Dalam keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ADHI menyampaikan bahwa perubahan peringkat mengacu pada surat PEFINDO Nomor RC-0995/PEF-DIR/VII/2026 dan RC-0966/PEF-DIR/VII/2026.

Peringkat baru idBB berlaku untuk periode 30 Juli hingga 30 Oktober 2026 dan mencakup:

  • Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2022 Seri B dan Seri C.
  • Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2024.

Sebelumnya, kedua instrumen utang tersebut memperoleh peringkat idA- dengan prospek negatif.

Dipicu Rencana Penundaan Pembayaran Kupon

Menurut Perseroan, perubahan peringkat tersebut diterbitkan setelah ADHI berencana meminta persetujuan para pemegang obligasi melalui Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) untuk melakukan penundaan pembayaran kupon atas Obligasi Berkelanjutan III dan Obligasi Berkelanjutan IV.

PEFINDO menilai langkah tersebut merupakan indikasi adanya tekanan likuiditas yang secara material memengaruhi kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansial tepat waktu.

Dalam sertifikat pemantauan khusus yang diterbitkan PEFINDO, penilaian dilakukan berdasarkan data perusahaan, laporan keuangan tidak diaudit per 30 Juni 2026, serta laporan keuangan audit per 31 Desember 2025.

Arti Peringkat idBB

PEFINDO menjelaskan bahwa peringkat idBB menunjukkan kualitas kredit berada di bawah kategori investment grade. Instrumen utang dengan peringkat ini dinilai memiliki kemampuan yang lebih rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi, bisnis, maupun keuangan.

Dengan kata lain, apabila kondisi eksternal maupun internal perusahaan memburuk, kemampuan emiten dalam memenuhi kewajiban pembayaran pokok maupun bunga utang berpotensi terdampak secara signifikan.

Investor Menanti Hasil RUPO

Rencana penundaan pembayaran kupon akan dibahas melalui RUPO yang akan melibatkan para pemegang obligasi. Keputusan dalam rapat tersebut akan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan langkah restrukturisasi kewajiban Perseroan ke depan.

Perubahan peringkat ini juga menjadi sinyal yang perlu dicermati investor, mengingat penurunan rating umumnya mencerminkan meningkatnya risiko kredit suatu emiten. Pelaku pasar kini menantikan perkembangan proses RUPO serta strategi ADHI dalam memperbaiki kondisi likuiditas dan menjaga keberlangsungan operasional perusahaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Laba Bersih CBDK Melonjak 39% Jadi Rp1,82 Triliun hingga September 2026

30 Oktober 2026 - 08:24 WIB

PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK)

Avian Brands Catat Penjualan Rp6,9 Triliun hingga September 2026, Tumbuh 16,7%

30 Oktober 2026 - 08:14 WIB

PT Avia Avian Tbk (Avian Brands)

BSDE Jual Lahan 16,6 Hektare di BSD City untuk Kembangkan Ekosistem KEK ETKI

29 Oktober 2026 - 08:14 WIB

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BEI: BSDE)

Sarana Menara Nusantara (TOWR) Perpanjang Fasilitas Kredit Rp2 Triliun hingga Oktober 2027

29 Oktober 2026 - 08:13 WIB

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)

Kredit BCA Tembus Rp1.063 Triliun, Laba Bersih Naik 4,2% Jadi Rp45,2 Triliun

28 Oktober 2026 - 08:20 WIB

BCA
Trending di Bisnis