JAKARTA – PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (IDX: PANI) mencatatkan kinerja pemasaran yang positif sepanjang semester pertama 2026. Perseroan berhasil membukukan marketing sales sebesar Rp1,9 triliun, atau sekitar 45% dari target penjualan tahunan, sekaligus mencatatkan pertumbuhan 66% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).
Capaian tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan semester pertama 2025 dan memperkuat posisi PANI sebagai salah satu pengembang kawasan dengan ekosistem terintegrasi terdepan di Indonesia.
Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (30/7/2026), manajemen menyampaikan bahwa pertumbuhan tersebut diraih di tengah kondisi ekonomi global yang masih penuh tantangan.
Perseroan menilai tekanan inflasi, khususnya kenaikan harga bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), membuat konsumen menjadi lebih selektif dalam mengambil keputusan pembelian properti. Meski demikian, PANI mampu mempertahankan momentum pertumbuhan berkat strategi pengembangan kawasan yang terintegrasi.
Ekosistem PIK2 Jadi Motor Pertumbuhan
PANI menyebut keberhasilan marketing sales tidak lepas dari semakin matangnya pengembangan kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2) yang menawarkan ekosistem terpadu dengan beragam produk properti.
Kombinasi antara hunian, area komersial, fasilitas pendukung, hingga infrastruktur yang terus berkembang dinilai mampu meningkatkan nilai kawasan sekaligus menjaga minat pasar terhadap produk-produk yang dipasarkan.
Perseroan juga menegaskan bahwa diversifikasi produk menjadi salah satu faktor utama yang menopang penjualan di tengah perlambatan daya beli masyarakat.
Sudah Kantongi Hampir Separuh Target Tahunan
Dengan realisasi marketing sales sebesar Rp1,9 triliun hingga akhir Juni 2026, PANI telah mengamankan sekitar 45% dari target penjualan sepanjang tahun.
Pencapaian tersebut memberikan ruang bagi perusahaan untuk melanjutkan strategi pemasaran pada semester kedua, seiring berlanjutnya pengembangan kawasan PIK2 dan peluncuran berbagai produk baru yang diharapkan dapat menopang pertumbuhan penjualan hingga akhir tahun.
Di tengah tantangan ekonomi global yang masih membayangi sektor properti, kinerja semester pertama ini menunjukkan ketahanan bisnis PANI dalam mempertahankan pertumbuhan melalui pengembangan kawasan terpadu dan inovasi produk.












