JAKARTA – PT Oxala Energy International Tbk (PIPA) tengah memfinalisasi rencana akuisisi perusahaan target yang bergerak di bidang pengolahan gas bumi. Langkah ini disiapkan sebagai bagian dari transformasi bisnis perseroan menuju sektor energi sekaligus membuka sumber pertumbuhan baru.
Rencana tersebut disampaikan PIPA dalam laporan informasi atau fakta material tertanggal 18 Agustus 2026. Perseroan menyebut proses tersebut dilakukan bersama pemegang saham pengendali, PT Morris Capital Indonesia (MCI).
Berdasarkan Surat Tanggapan Pemegang Saham Pengendali PT Morris Capital Indonesia Nomor 035/ST/Oxala-MCI/VIII/2026 tertanggal 18 Agustus 2026 kepada Dewan Komisaris Perseroan, MCI bersama PIPA saat ini masih dalam proses finalisasi rencana transaksi akuisisi perusahaan target.
Target Akuisisi Punya Kontrak di Atas US$100 Juta
Perusahaan yang menjadi target akuisisi tersebut telah beroperasi sekitar 14 tahun hingga 2026.
Semula, perusahaan target memiliki kegiatan usaha di bidang perdagangan alat teknik, konstruksi, dan jasa konsultan teknik dengan omzet sekitar Rp40 miliar per tahun.
Namun, sejak 2025, perusahaan tersebut melakukan ekspansi ke sektor pengolahan minyak dan gas bumi. Ekspansi tersebut ditandai dengan diperolehnya kontrak-kontrak strategis dengan nilai lebih dari US$100 juta.
Dari sisi keuangan, total aset perusahaan target per 31 Desember 2025 tercatat sekitar Rp476 miliar.
Nilai aset tersebut diproyeksikan meningkat hampir dua kali lipat menjadi sekitar Rp920 miliar pada 31 Desember 2026.
Sementara itu, perusahaan target memiliki potensi pendapatan sekitar Rp250 miliar per tahun, dengan proyeksi margin EBITDA mencapai 60 persen.
CSPA Ditargetkan Ditandatangani Agustus 2026
Dalam keterbukaan informasi tersebut, PIPA mengungkapkan para pihak menargetkan penyelesaian dan penandatanganan Conditional Share Purchase Agreement (CSPA) atau Perjanjian Jual Beli Bersyarat atas Saham pada Agustus 2026.
Meski demikian, rencana tersebut belum bersifat final dan mengikat.
Perseroan menegaskan transaksi baru akan memiliki kepastian setelah penandatanganan perjanjian definitif atau CSPA, pemenuhan seluruh persyaratan pendahuluan, serta diperolehnya persetujuan yang diperlukan, termasuk dari pemegang saham dan regulator.
RUPSLB Ditargetkan Maksimal Maret 2027
Apabila proses transaksi berjalan sesuai rencana, PIPA menargetkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang membahas persetujuan rencana akuisisi dapat dilaksanakan paling lambat pada Maret 2027.
Dari sisi strategi bisnis, akuisisi perusahaan pengolahan gas bumi tersebut diharapkan menjadi new growth engine bagi PIPA.
Perseroan menilai masuknya bisnis pengolahan gas bumi dapat memperkuat transformasi bisnis PIPA dari kegiatan usaha yang selama ini bergerak di bidang manufaktur material bahan bangunan berbahan dasar PVC, perdagangan dan distribusi, menuju sektor energi.
Dari sisi keuangan, transaksi ini juga diproyeksikan berpotensi memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan pendapatan, efisiensi EBITDA, serta kinerja keuangan konsolidasian PIPA pada masa mendatang.
Namun, seluruh proyeksi tersebut masih bergantung pada terealisasinya transaksi akuisisi dan pemenuhan berbagai persyaratan yang berlaku.
Perseroan juga menegaskan bahwa rencana akuisisi masih dalam tahap proses dan belum menjadi transaksi final hingga seluruh persyaratan pendahuluan, persetujuan RUPSLB, serta ketentuan regulator, termasuk OJK dan BEI, terpenuhi.












