BIZBUZ.ID – PT ABM Investama Tbk mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang signifikan pada semester I 2026. Di tengah tantangan industri dan kenaikan harga bahan bakar, emiten berkode ABMM ini berhasil meningkatkan profitabilitas berkat naiknya produksi dan penjualan batu bara.
Sepanjang Januari hingga Juni 2026, ABM membukukan pendapatan sebesar US$506,2 juta, relatif stabil dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Meski pendapatan tidak banyak berubah, laba bersih melonjak 41,9% secara tahunan menjadi US$39,9 juta. Sementara itu, Adjusted EBITDA juga meningkat 6,4% menjadi US$346,9 juta.
Peningkatan kinerja tersebut didorong oleh kenaikan produksi batu bara, terutama dari tambang Perseroan di Aceh yang mulai beroperasi lebih optimal pada kuartal II 2026.
Volume produksi batu bara (coal getting) meningkat 14,2% menjadi 17,9 juta ton, sementara volume penjualan juga naik sehingga memberikan kontribusi positif terhadap laba perusahaan.
Selain bisnis tambang, ABM juga memperoleh dukungan dari membaiknya kinerja bisnis kontraktor pertambangan serta anak usaha di bidang logistik yang berhasil memperoleh kontrak jangka panjang dari salah satu pelanggan utama.
Direktur PT ABM Investama Tbk, Hans Manoe, mengatakan perusahaan berhasil memanfaatkan momentum harga batu bara yang masih cukup baik dengan meningkatkan produksi dan menjaga efisiensi operasional.
Memasuki semester II 2026, ABM menargetkan peningkatan produksi dari tambang di Aceh terus berlanjut. Perseroan juga tengah menyelesaikan proses perizinan tambang baru di Kalimantan Tengah yang ditargetkan rampung pada akhir tahun.
Manajemen optimistis tambahan aset tambang tersebut akan memperkuat kapasitas produksi sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.












