Menu

Mode Gelap
Toyota Celica Dikabarkan Bangkit Lagi, Siap Hadir dengan Mesin 400 HP dan Hybrid 500 HP Volkswagen Siapkan Restrukturisasi Besar, Hingga 50.000 Karyawan Berpotensi Kena PHK Chainlink Ungkap Nilai Aset Dunia Nyata di Blockchain Tembus US$340 Miliar, Tokenisasi Diprediksi Melonjak Hingga US$4 Triliun Michael Saylor Tegaskan Warga Amerika Bebas Promosikan Bitcoin Tanpa Lisensi, Ini Alasannya DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center BEI Umumkan Saham SAFE Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, 98,14% Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

Bisnis

Laba Bersih ABM Investama Melonjak 42% di Semester I 2026, Ditopang Produksi Batu Bara

badge-check


					PT ABM Investama Tbk Perbesar

PT ABM Investama Tbk

BIZBUZ.ID – PT ABM Investama Tbk mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang signifikan pada semester I 2026. Di tengah tantangan industri dan kenaikan harga bahan bakar, emiten berkode ABMM ini berhasil meningkatkan profitabilitas berkat naiknya produksi dan penjualan batu bara.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, ABM membukukan pendapatan sebesar US$506,2 juta, relatif stabil dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Meski pendapatan tidak banyak berubah, laba bersih melonjak 41,9% secara tahunan menjadi US$39,9 juta. Sementara itu, Adjusted EBITDA juga meningkat 6,4% menjadi US$346,9 juta.

Peningkatan kinerja tersebut didorong oleh kenaikan produksi batu bara, terutama dari tambang Perseroan di Aceh yang mulai beroperasi lebih optimal pada kuartal II 2026.

Volume produksi batu bara (coal getting) meningkat 14,2% menjadi 17,9 juta ton, sementara volume penjualan juga naik sehingga memberikan kontribusi positif terhadap laba perusahaan.

Selain bisnis tambang, ABM juga memperoleh dukungan dari membaiknya kinerja bisnis kontraktor pertambangan serta anak usaha di bidang logistik yang berhasil memperoleh kontrak jangka panjang dari salah satu pelanggan utama.

Direktur PT ABM Investama Tbk, Hans Manoe, mengatakan perusahaan berhasil memanfaatkan momentum harga batu bara yang masih cukup baik dengan meningkatkan produksi dan menjaga efisiensi operasional.

Memasuki semester II 2026, ABM menargetkan peningkatan produksi dari tambang di Aceh terus berlanjut. Perseroan juga tengah menyelesaikan proses perizinan tambang baru di Kalimantan Tengah yang ditargetkan rampung pada akhir tahun.

Manajemen optimistis tambahan aset tambang tersebut akan memperkuat kapasitas produksi sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center

5 September 2026 - 09:34 WIB

PT Puradelta Lestari Tbk (IDX: DMAS)

ADHI Buka Suara Soal Merger dengan PTPP, Masih Tahap Kajian Awal di Bawah Danantara

4 September 2026 - 08:20 WIB

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (IDX: ADHI)

NexAI Digital Infrastruktur (MGLV) Ubah Jadwal RUPSLB dan RUPS Independen, Bahas Rights Issue hingga Akuisisi Anak Usaha

2 September 2026 - 20:44 WIB

PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV)

PKPU Adhi Commuter Properti Ditolak Pengadilan, ADCP Pastikan Operasional dan Obligasi Tetap Aman

2 September 2026 - 20:30 WIB

PT Adhi Commuter Properti Tbk (IDX: ADCP)

VKTR Gandeng Danantara dan BNBR, Jajaki Pendanaan Hingga Rp2 Triliun untuk Ekspansi Bus dan Truk Listrik

2 September 2026 - 08:30 WIB

VKTR, Danantara Investment Management, BNBR, bus listrik, kendaraan listrik
Trending di Bisnis