Menu

Mode Gelap
Toyota Celica Dikabarkan Bangkit Lagi, Siap Hadir dengan Mesin 400 HP dan Hybrid 500 HP Volkswagen Siapkan Restrukturisasi Besar, Hingga 50.000 Karyawan Berpotensi Kena PHK Chainlink Ungkap Nilai Aset Dunia Nyata di Blockchain Tembus US$340 Miliar, Tokenisasi Diprediksi Melonjak Hingga US$4 Triliun Michael Saylor Tegaskan Warga Amerika Bebas Promosikan Bitcoin Tanpa Lisensi, Ini Alasannya DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center BEI Umumkan Saham SAFE Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, 98,14% Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

Bisnis

ICBP Raup Penjualan Rp41,86 Triliun di Semester I 2026, Core Profit Tetap Tumbuh Meski Laba Bersih Tertekan

badge-check


					ICBP Raup Penjualan Rp41,86 Triliun di Semester I 2026, Core Profit Tetap Tumbuh Meski Laba Bersih Tertekan Perbesar

JAKARTA – PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (IDX: ICBP) mencatat pertumbuhan kinerja operasional yang positif sepanjang Semester I 2026. Perseroan membukukan penjualan neto konsolidasi sebesar Rp41,86 triliun, meningkat 11% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp37,60 triliun.

Sejalan dengan kenaikan penjualan, laba usaha juga tumbuh 8% menjadi Rp9,15 triliun dari sebelumnya Rp8,48 triliun. Perseroan berhasil mempertahankan marjin laba usaha sebesar 21,9%, mencerminkan efisiensi operasional yang tetap terjaga di tengah dinamika pasar.

Namun demikian, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mengalami penurunan 33% menjadi Rp3,70 triliun, dibandingkan Rp5,54 triliun pada Semester I 2025.

Pelemahan Rupiah Tekan Laba Bersih

Manajemen menjelaskan bahwa penurunan laba bersih terutama dipengaruhi oleh meningkatnya rugi selisih kurs yang belum terealisasi dari aktivitas pembiayaan akibat pelemahan nilai tukar rupiah.

Meski laba bersih tertekan oleh faktor non-operasional tersebut, kinerja inti perusahaan tetap menunjukkan pertumbuhan.

Hal itu tercermin dari core profit yang naik 1% menjadi Rp5,40 triliun, dibandingkan Rp5,37 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Core profit dinilai lebih mencerminkan performa operasional Perseroan karena tidak dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar maupun pos non-operasional lainnya.

Fokus Jaga Profitabilitas

Direktur Utama sekaligus Chief Executive Officer ICBP, Anthoni Salim, mengatakan Perseroan mampu mencatatkan kinerja yang positif meski menghadapi kondisi pasar yang semakin dinamis.

Menurutnya, ICBP akan tetap berhati-hati dalam menjalankan strategi bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi yang masih berlangsung.

“ICBP membukukan kinerja yang positif di paruh pertama tahun 2026 meski dihadapkan pada situasi pasar yang semakin dinamis. Di tengah situasi pasar yang masih penuh ketidakpastian, kami tetap waspada. Kami akan terus menyelaraskan produksi dengan kebutuhan pasar serta mengelola biaya secara efektif dan efisien untuk menjaga profitabilitas dan arus kas,” ujar Anthoni Salim.

Didukung Portofolio Merek Kuat

ICBP merupakan salah satu produsen barang konsumsi terbesar di Indonesia dengan portofolio bisnis yang mencakup mi instan, produk dairy, makanan ringan, penyedap makanan, nutrisi dan makanan khusus, minuman, hingga kemasan.

Perseroan mengelola lebih dari 30 merek yang telah memiliki pangsa pasar kuat di Indonesia, termasuk Indomie, yang kini telah berkembang menjadi salah satu merek mi instan dengan jaringan pemasaran global.

Operasional perusahaan didukung oleh lebih dari 60 pabrik di Indonesia serta lebih dari 20 fasilitas produksi mi instan di luar negeri, yang tersebar di Malaysia, Timur Tengah, Afrika, dan Eropa Tenggara.

Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik, produk-produk ICBP juga dipasarkan ke lebih dari 100 negara, memperkuat posisi Perseroan sebagai salah satu produsen makanan dan minuman terbesar di kawasan.

Meski menghadapi tekanan akibat pelemahan rupiah, pertumbuhan penjualan, laba usaha, dan core profit pada Semester I 2026 menunjukkan fundamental bisnis ICBP tetap solid. Ke depan, Perseroan akan terus mengoptimalkan efisiensi biaya, menjaga arus kas, serta menyesuaikan kapasitas produksi dengan permintaan pasar guna mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center

5 September 2026 - 09:34 WIB

PT Puradelta Lestari Tbk (IDX: DMAS)

ADHI Buka Suara Soal Merger dengan PTPP, Masih Tahap Kajian Awal di Bawah Danantara

4 September 2026 - 08:20 WIB

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (IDX: ADHI)

NexAI Digital Infrastruktur (MGLV) Ubah Jadwal RUPSLB dan RUPS Independen, Bahas Rights Issue hingga Akuisisi Anak Usaha

2 September 2026 - 20:44 WIB

PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV)

PKPU Adhi Commuter Properti Ditolak Pengadilan, ADCP Pastikan Operasional dan Obligasi Tetap Aman

2 September 2026 - 20:30 WIB

PT Adhi Commuter Properti Tbk (IDX: ADCP)

VKTR Gandeng Danantara dan BNBR, Jajaki Pendanaan Hingga Rp2 Triliun untuk Ekspansi Bus dan Truk Listrik

2 September 2026 - 08:30 WIB

VKTR, Danantara Investment Management, BNBR, bus listrik, kendaraan listrik
Trending di Bisnis