Menu ✖

Mode Gelap
Grafiti Pers Laporkan Perubahan Kepemilikan Saham Tempo, Porsi Hak Suara Turun Jadi 12,24 Persen BEI Gelar CMSE 2026, Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 32,7 Juta SID BEI Perluas Transparansi Kepemilikan Saham, Status Pengendali dan Afiliasi Kini Terungkap Komisaris AKPI Henry Liem Kurangi Kepemilikan 250 Ribu Saham RANS Entertainment (RANS) Klarifikasi Isu Pengerahan Warga Berbayar di RANS Carnival Yogyakarta Indo Boga Sukses (IBOS) Buka Flagship Segafredo Caffè di Sleman, Grand Opening 7 November

Bisnis

Elnusa (ELSA) Optimalkan Sumur Migas Idle, Catat 12 Pekerjaan Tanpa Insiden

badge-check


					PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA) Perbesar

PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA)

PT Elnusa Tbk (ELSA) memperkuat kontribusinya dalam mendukung produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional melalui optimalisasi sumur-sumur tidak aktif atau idle yang masih memiliki potensi produksi. Upaya tersebut dilakukan dengan memanfaatkan teknologi Hydraulic Workover Unit (HWU) untuk mendukung pekerjaan perawatan sumur dan pembukaan kembali sumur yang tidak beroperasi.

Melalui unit HWU Elnusa 150K EHR#10, perseroan mendukung kegiatan workover dan reopening sumur di Project Pertamina EP Zona 11, Kawengan, Field Cepu. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan aset migas yang telah tersedia tanpa hanya bergantung pada penemuan sumber daya baru.

Dalam keterangan tertulis pada 9 Oktober 2026, Elnusa menjelaskan bahwa HWU 150K EHR#10 dirancang dengan konfigurasi ringkas dan fleksibilitas operasi. Unit tersebut memungkinkan pekerjaan workover dilakukan pada area sumur atau wellpad sekitar 500 meter persegi.

Kemampuan ini memberikan keleluasaan bagi Elnusa untuk menyesuaikan pekerjaan intervensi sumur dengan karakteristik lapangan. Pelaksanaannya tetap mengutamakan keselamatan, keandalan, dan efektivitas operasional.

Direktur Operasi Elnusa, Andri Haribowo, mengatakan optimalisasi produksi membutuhkan kemampuan untuk mengidentifikasi kembali potensi sumber daya yang sudah tersedia sekaligus menerapkan solusi sesuai kebutuhan lapangan.

“Optimalisasi produksi membutuhkan kemampuan untuk melihat kembali potensi yang telah tersedia dan menghadirkan solusi yang tepat untuk mengelolanya,” ujar Andri.

Ia menjelaskan, kapabilitas HWU EHR#10 memungkinkan pekerjaan workover dan pembukaan kembali sumur dilakukan secara adaptif, aman, dan andal.

Selain unit tersebut, Elnusa juga mengembangkan kemampuan operasional melalui pekerjaan workover menggunakan HWU 340K di area Pertamina TEJ dan Sukowati. Pengembangan ini dilakukan untuk memperluas kemampuan perseroan dalam memenuhi kebutuhan operasi hulu migas yang semakin beragam.

Selesaikan 12 Pekerjaan Sumur Tanpa Insiden

Kinerja operasional menjadi salah satu indikator keandalan layanan HWU Elnusa. Selama periode Agustus 2025 hingga September 2026, perseroan menyelesaikan 12 pekerjaan sumur dengan tingkat availability 100 persen, reliability 100 persen, dan utility 91,25 persen.

Dalam periode tersebut, Elnusa juga mencatatkan zero incident atau nihil insiden.

Capaian ini menunjukkan kesiapan unit dan kompetensi kru dalam menjaga kelancaran pekerjaan. Hasil tersebut sekaligus mencerminkan penerapan prinsip keunggulan operasional atau operational excellence serta komitmen terhadap keselamatan kerja.

Selain aspek teknis, kelancaran operasional juga didukung kolaborasi dengan Pertamina EP Zona 11 serta hubungan yang terjaga dengan masyarakat dan pemangku kepentingan di sekitar wilayah kerja.

Bagi Elnusa, hubungan yang baik dengan para pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kegiatan usaha. Keandalan operasional, keselamatan, dan kepatuhan menjadi fondasi untuk mempertahankan kepercayaan pelanggan serta memperkuat license to operate atau penerimaan untuk menjalankan kegiatan operasional di suatu wilayah.

Dukung Optimalisasi Aset Migas Domestik

Optimalisasi sumur idle menjadi salah satu peluang untuk meningkatkan pemanfaatan aset migas dalam negeri yang masih menyimpan potensi produksi. Melalui dukungan teknologi dan kompetensi operasional, Elnusa berupaya membantu menjaga produktivitas lapangan sekaligus mendukung keberlanjutan produksi migas nasional.

Upaya tersebut sejalan dengan kebutuhan memperkuat kemandirian dan ketahanan energi Indonesia. Optimalisasi sumber daya yang sudah tersedia menjadi salah satu langkah untuk mendukung pemenuhan kebutuhan energi domestik.

Andri menegaskan, Elnusa akan terus memperkuat kompetensi, teknologi, dan keunggulan operasional dengan tetap menempatkan keselamatan serta hubungan harmonis dengan pemangku kepentingan sebagai prioritas.

“Sejalan dengan semangat Rediscover Technology and Innovation Edge, kami ingin memastikan setiap kapabilitas Elnusa terus berkembang menjadi solusi yang relevan bagi pelanggan, mendukung optimalisasi sumber daya domestik, dan memberikan kontribusi berkelanjutan bagi ketahanan energi Indonesia,” tutup Andri.

Melalui pengembangan layanan HWU dan optimalisasi sumur yang berpotensi kembali berproduksi, Elnusa memperkuat perannya sebagai perusahaan jasa energi terintegrasi dalam rantai nilai hulu migas. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi industri jasa energi nasional dalam mendukung produktivitas lapangan dan ketahanan energi Indonesia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Laba Bersih CBDK Melonjak 39% Jadi Rp1,82 Triliun hingga September 2026

30 Oktober 2026 - 08:24 WIB

PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK)

Avian Brands Catat Penjualan Rp6,9 Triliun hingga September 2026, Tumbuh 16,7%

30 Oktober 2026 - 08:14 WIB

PT Avia Avian Tbk (Avian Brands)

BSDE Jual Lahan 16,6 Hektare di BSD City untuk Kembangkan Ekosistem KEK ETKI

29 Oktober 2026 - 08:14 WIB

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BEI: BSDE)

Sarana Menara Nusantara (TOWR) Perpanjang Fasilitas Kredit Rp2 Triliun hingga Oktober 2027

29 Oktober 2026 - 08:13 WIB

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)

Kredit BCA Tembus Rp1.063 Triliun, Laba Bersih Naik 4,2% Jadi Rp45,2 Triliun

28 Oktober 2026 - 08:20 WIB

BCA
Trending di Bisnis