JAKARTA – PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA) membukukan kinerja operasional yang solid sepanjang Semester I 2026. Perusahaan jasa energi terintegrasi yang merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina ini terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis industri migas nasional melalui peningkatan aktivitas operasional, inovasi teknologi, dan pengembangan proyek-proyek strategis.
Direktur Utama PT Elnusa Tbk, Litta Ariesca, mengatakan capaian tersebut menunjukkan konsistensi Perseroan dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat di tengah dinamika industri energi.
“Di tengah dinamika industri energi, kami terus memastikan Elnusa mampu tumbuh dengan fondasi yang kuat. Selain menjaga keandalan operasional, kami juga memperkuat kapabilitas teknologi melalui berbagai kolaborasi strategis, memperluas implementasi inovasi, meningkatkan produktivitas aset, dan mengembangkan solusi energi yang semakin terintegrasi,” ujar Litta Ariesca.
Menurutnya, semangat Rediscover Technology & Innovation Edge menjadi landasan Elnusa dalam menghadirkan inovasi yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan teknologi, tetapi juga mampu meningkatkan efisiensi operasi, mengoptimalkan produksi migas, dan menciptakan nilai tambah bagi pelanggan.
Perkuat Inovasi Bersama Pertamina
Sepanjang Semester I 2026, Elnusa memperkuat kolaborasi dengan Technology Innovation & Implementation (TI&I) PT Pertamina (Persero) serta PHE Upstream Innovation (PHE-UI) untuk mengembangkan dan mengomersialisasikan berbagai teknologi di sektor hulu migas.
Beberapa inovasi yang dikembangkan antara lain penerapan Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) berbasis Polymer Flooding pada Pilot Project EOR Lapangan Rama milik PHE OSES, pengembangan PERTASTREAM In-Line Inspection Ultrasonic Testing (ILI UT), serta berbagai teknologi seperti Foam Pig, Pertasolven, Micro-Crack Stimulation, Pertacross, hingga layanan akuisisi data Pertapixel.
Selain itu, Elnusa juga mengomersialisasikan teknologi Low Frequency Passive Seismic (LFPS) dan Shallow Water Passive Seismic (SWPS) guna meningkatkan efisiensi eksplorasi migas.
Aktivitas Hulu Migas Terus Meningkat
Pada segmen Jasa Hulu Migas Terintegrasi, Elnusa mencatat berbagai pencapaian operasional sepanjang enam bulan pertama tahun ini.
Perseroan berhasil menyelesaikan akuisisi data seismik 3D seluas 1.757 kilometer persegi dan survei 2D sepanjang 193 kilometer.
Selain itu, layanan operasional yang telah dijalankan meliputi:
- Wireline logging pada 662 sumur
- Well testing pada 3.855 sumur
- Coiled Tubing Services (CTS) pada 289 sumur
- Cementing pada 121 sumur
- Hydraulic Workover Unit (HWU) pada 112 sumur
Elnusa juga terus mendukung proyek pengeboran melalui Modular Rig di Pertamina Hulu Sanga-Sanga.
Sejumlah proyek strategis seperti Seismic Onshore 2D & 3D Tedong, Seismic Onshore 3D Mangatal Juata, dan Seismic Offshore 3D Kandawulo juga masih berjalan sesuai target.
Distribusi Energi dan EPC Tetap Tumbuh
Pada lini Engineering, Procurement and Construction (EPC), Elnusa melanjutkan pengerjaan proyek pembangunan Terminal LPG Kolaka dan Fuel Terminal Palaran yang menjadi bagian dari penguatan infrastruktur energi nasional.
Sementara itu, anak usaha PT Elnusa Petrofin mencatat aktivitas distribusi energi yang tetap tinggi, antara lain:
- Transportasi BBM mencapai 14 juta kiloliter
- Pengelolaan depo sebanyak 1,918 juta kiloliter BBM dan 62 ribu ton LPG
- Distribusi BBM Inmar dan pelumas sebesar 92 ribu kiloliter
- Distribusi bahan kimia sebanyak 73 ribu drum
- Penjualan melalui jaringan fuel retail sebesar 6 ribu kiloliter
Kinerja tersebut mencerminkan tingginya aktivitas operasional sekaligus kepercayaan pelanggan terhadap layanan Elnusa.
Anak Usaha Ikut Dongkrak Pertumbuhan
Kontribusi positif juga datang dari segmen jasa penunjang migas.
PT Sigma Cipta Utama mempertahankan tingkat utilisasi aset sebesar 95% dengan 19 kontrak layanan Data & Storage Management yang masih berjalan.
Di sisi lain, PT Elnusa Fabrikasi Konstruksi berhasil memperoleh proyek baru EPC Bangko, sedangkan PT Elnusa Trans Samudera membukukan Non-Productive Time (NPT) yang sangat rendah, yakni 0,041%, mengelola 21 proyek non-asset based, serta mengoperasikan 65 unit aset.
Perseroan menilai pencapaian tersebut menjadi fondasi penting untuk menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kontribusi Elnusa dalam mendukung target peningkatan produksi migas dan ketahanan energi nasional.












