JAKARTA – PT Bayan Resources Tbk (BYAN) angkat bicara mengenai rumor rencana pengambilalihan atau akuisisi saham perseroan yang dikaitkan dengan pengusaha Haji Isam. Manajemen menegaskan hingga saat ini tidak mengetahui adanya rencana tersebut.
Klarifikasi itu disampaikan Bayan Resources melalui surat Nomor 187/BR-IDX/VIII/2026 sebagai tanggapan atas permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI).
Permintaan tersebut merujuk surat BEI Nomor S-10803/BEI.PP1/08-2026 tertanggal 18 Agustus 2026 mengenai pemberitaan media massa yang mengaitkan BYAN dengan rumor aksi korporasi.
BEI meminta penjelasan setelah muncul pemberitaan, antara lain CNBC dengan judul “JARR Gelar RUPSLB Di Tengah Rumor Haji Isam Mau Caplok BYAN” pada 17 Agustus 2026.
Selain itu, terdapat pemberitaan EmitenNews berjudul “Haji Isam dan Melejitnya Saham Emiten Low Tuck Kwong (BYAN)”, yang juga terbit pada 17 Agustus 2026.
Menanggapi isu tersebut, Bayan menyatakan perseroan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi saham sebagaimana informasi yang beredar.
“ Saat ini Perseroan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi saham Perseroan sebagaimana dimaksud dalam informasi yang beredar tersebut,” ujar Jenny Quantero selaku Corporate Secretary Bayan Resources dalam keterbukaan informasi.
Namun, perseroan menyebut pemegang saham pengendali telah menyampaikan bahwa sebagai investor, mereka dari waktu ke waktu dapat mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang untuk memaksimalkan investasi di perseroan.
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa manajemen BYAN tidak mengonfirmasi adanya transaksi akuisisi, meski peluang investasi oleh pemegang saham pengendali tetap dapat dipertimbangkan sesuai perkembangan kesempatan dan kondisi investasi.
BYAN Klaim Tak Ada Informasi Material Lain
Selain menjawab rumor akuisisi, BEI juga meminta Bayan Resources mengungkapkan apakah terdapat informasi atau kejadian penting lain yang bersifat material dan berpotensi memengaruhi kelangsungan usaha maupun harga saham BYAN.
Manajemen Bayan menyatakan hingga tanggal surat tersebut tidak memiliki informasi atau kejadian material lainnya yang belum disampaikan kepada publik.
“Sampai dengan tanggal surat ini, Perseroan tidak memiliki informasi atau kejadian material lainnya yang belum diungkapkan kepada publik yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha Perseroan dan/atau harga saham Perseroan,” jelasnya.
Dengan demikian, perseroan belum mengonfirmasi adanya aksi korporasi berupa pengambilalihan atau akuisisi saham BYAN sebagaimana rumor yang beredar di pasar.












