PT Avia Avian Tbk (IDX: AVIA) atau Avian Brands kembali mencatatkan pencapaian penting dalam aspek keberlanjutan. Perusahaan manufaktur cat terbesar di Indonesia ini berhasil menempati peringkat pertama dalam Sustainalytics ESG Risk Rating di antara perusahaan sekelompok (peer) dengan kapitalisasi pasar US$1,0–1,1 miliar.
Berdasarkan pemutakhiran penilaian Sustainalytics per 30 Juni 2026, Avian Brands memperoleh ESG Risk Rating sebesar 16,9 yang masuk kategori Low Risk. Hasil tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola risiko lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) secara efektif di tengah karakteristik industri kimia dan manufaktur yang memiliki tingkat risiko inheren cukup tinggi.
Pencapaian ini sekaligus memperkuat posisi Avian Brands sebagai salah satu emiten Indonesia dengan praktik keberlanjutan yang semakin solid.
Selama kurang dari satu tahun, skor ESG Risk Rating Avian Brands membaik 4,4 poin, dari 21,3 menjadi 16,9.
Penurunan skor dalam metodologi Sustainalytics menunjukkan risiko ESG yang semakin rendah, sehingga memperlihatkan efektivitas penguatan sistem tata kelola, kebijakan keberlanjutan, serta implementasi berbagai inisiatif ESG di lingkungan perusahaan.
Selain memiliki ESG Risk Rating terendah, Avian Brands juga mencatat ESG Risk Exposure paling rendah dibanding perusahaan pembanding pada kelompok kapitalisasi pasar yang sama.
Ruslan Tanoko: ESG Menjadi Bagian Strategi Bisnis Jangka Panjang
Wakil Direktur Utama PT Avia Avian Tbk, Ruslan Tanoko, mengatakan pencapaian ini merupakan hasil dari komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi bisnis.
Menurutnya, ESG bukan hanya sekadar mengejar peringkat, tetapi menjadi fondasi perusahaan dalam mengelola risiko operasional, meningkatkan kualitas bisnis, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
Ruslan menegaskan Avian Brands akan terus mempertahankan kualitas ESG Risk Management yang saat ini berada dalam kategori Strong, sekaligus berupaya menurunkan tingkat paparan risiko ESG secara berkelanjutan.
Perusahaan juga berkomitmen memastikan setiap langkah keberlanjutan memberikan dampak nyata bagi lingkungan, masyarakat, dan mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat.
Komitmen Avian Brands terhadap Keberlanjutan
Sebagai perusahaan cat dekoratif terintegrasi yang berdiri sejak 1978, Avian Brands telah membangun berbagai sistem pengelolaan keberlanjutan sesuai standar internasional.
Perusahaan telah mengimplementasikan sejumlah sertifikasi, antara lain:
- ISO 9001:2015 untuk Sistem Manajemen Mutu.
- ISO 14001:2015 untuk Sistem Manajemen Lingkungan.
- ISO 45001:2018 untuk Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
- ISO 50001:2018 untuk Sistem Manajemen Energi.
- ISO 27001:2022 untuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Selain itu, sejak 2020 Avian Brands juga mengoperasikan Avian Innovation Center (AIC) di Sidoarjo seluas sekitar 5.000 meter persegi sebagai pusat riset, pengembangan, dan inovasi produk pertama di industri cat Indonesia.
AVIA Kuasai Sekitar 26 Persen Pasar Cat Dekoratif Indonesia
Avian Brands tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 8 Desember 2021 dengan kode saham AVIA.
Berdasarkan survei Frost & Sullivan, perusahaan merupakan pemimpin pasar industri cat dan pelapis dekoratif di Indonesia dengan penguasaan sekitar 26 persen pangsa pasar nasional.
Kapasitas produksi Avian Brands ditopang fasilitas manufaktur di Sidoarjo dan Serang, serta sistem integrasi vertikal yang memungkinkan perusahaan memproduksi sebagian bahan baku secara mandiri.
Komposisi penjualan AVIA didominasi solusi arsitektur yang menyumbang sekitar 80 persen pendapatan, sementara barang dagangan berkontribusi sekitar 20 persen.
Dengan capaian ESG Risk Rating terbaru ini, Avian Brands mempertegas posisinya sebagai emiten yang tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada pengelolaan keberlanjutan yang semakin kuat dan berorientasi jangka panjang.












