Menu ✖

Mode Gelap
RANS Entertainment (RANS) Klarifikasi Isu Pengerahan Warga Berbayar di RANS Carnival Yogyakarta Indo Boga Sukses (IBOS) Buka Flagship Segafredo Caffè di Sleman, Grand Opening 7 November BEI Pertahankan Suspensi Saham MENN dan SOUL, Belum Sampaikan Laporan Keuangan Semester I-2026 Sandiaga Uno Borong 915.000 Saham MUTU, Kini Kantongi 9,51 Juta Saham Laba Bersih CBDK Melonjak 39% Jadi Rp1,82 Triliun hingga September 2026 EPAC Siapkan Rights Issue Maksimal 2 Miliar Saham, Dana untuk Ekspansi dan Bayar Utang

Bisnis

Auditor Beri Opini Wajar Dengan Pengecualian, SMR Utama Akui Ketidakpastian Material atas Kelangsungan Usaha

badge-check


					PT SMR Utama Tbk (IDX: SMRU) Perbesar

PT SMR Utama Tbk (IDX: SMRU)

JAKARTA – PT SMR Utama Tbk (IDX: SMRU) memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) yang diberikan auditor atas laporan keuangan konsolidasian auditan tahun buku 2025. Perseroan mengakui masih terdapat ketidakpastian material yang dapat memengaruhi kemampuan grup dalam mempertahankan kelangsungan usahanya (going concern).

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan pada 6 Agustus 2026, manajemen menjelaskan bahwa auditor menyatakan tidak dapat menentukan besarnya dampak yang diperlukan terhadap laporan keuangan atas hal yang menjadi pengecualian dalam opini audit.

Sejalan dengan pernyataan auditor tersebut, manajemen juga menyampaikan bahwa hingga saat ini perusahaan belum dapat mengukur secara andal dampak kuantitatif dari hal-hal yang dikecualikan dalam laporan keuangan.

Meski demikian, Perseroan mengungkapkan sejumlah indikator yang menjadi perhatian, sebagaimana tercantum dalam Catatan 33 laporan keuangan konsolidasian.

Sepanjang tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025, Grup SMR Utama membukukan rugi komprehensif sebesar Rp18,45 miliar. Kerugian tersebut memperpanjang tren kerugian berulang yang dialami perusahaan dan menyebabkan akumulasi defisit mencapai Rp1,51 triliun.

Selain itu, kondisi likuiditas juga masih menghadapi tekanan. Hingga akhir 2025, total liabilitas jangka pendek Grup tercatat melebihi total aset lancar sebesar Rp598,94 miliar.

Menurut manajemen, kombinasi kondisi tersebut bersama faktor-faktor lain yang diungkapkan dalam Catatan 33 menunjukkan adanya ketidakpastian material yang dapat menimbulkan keraguan signifikan terhadap kemampuan Grup untuk melanjutkan kelangsungan usahanya.

Meski demikian, keterbukaan informasi ini merupakan bentuk transparansi Perseroan kepada investor atas opini auditor dan kondisi keuangan yang dihadapi. Hingga saat ini, perusahaan belum menyampaikan estimasi dampak finansial yang lebih rinci karena masih belum dapat diukur secara andal.

Seperti diketahui, SMR Utama merupakan emiten yang bergerak di bidang pertambangan batu mangan melalui entitas anak usaha.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Laba Bersih CBDK Melonjak 39% Jadi Rp1,82 Triliun hingga September 2026

30 Oktober 2026 - 08:24 WIB

PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK)

Avian Brands Catat Penjualan Rp6,9 Triliun hingga September 2026, Tumbuh 16,7%

30 Oktober 2026 - 08:14 WIB

PT Avia Avian Tbk (Avian Brands)

BSDE Jual Lahan 16,6 Hektare di BSD City untuk Kembangkan Ekosistem KEK ETKI

29 Oktober 2026 - 08:14 WIB

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BEI: BSDE)

Sarana Menara Nusantara (TOWR) Perpanjang Fasilitas Kredit Rp2 Triliun hingga Oktober 2027

29 Oktober 2026 - 08:13 WIB

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)

Kredit BCA Tembus Rp1.063 Triliun, Laba Bersih Naik 4,2% Jadi Rp45,2 Triliun

28 Oktober 2026 - 08:20 WIB

BCA
Trending di Bisnis