Menu

Mode Gelap
Toyota Celica Dikabarkan Bangkit Lagi, Siap Hadir dengan Mesin 400 HP dan Hybrid 500 HP Volkswagen Siapkan Restrukturisasi Besar, Hingga 50.000 Karyawan Berpotensi Kena PHK Chainlink Ungkap Nilai Aset Dunia Nyata di Blockchain Tembus US$340 Miliar, Tokenisasi Diprediksi Melonjak Hingga US$4 Triliun Michael Saylor Tegaskan Warga Amerika Bebas Promosikan Bitcoin Tanpa Lisensi, Ini Alasannya DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center BEI Umumkan Saham SAFE Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, 98,14% Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

Bisnis

Aset Indo Oil Perkasa Naik 23,36 Persen pada Semester I 2026, Liabilitas Ikut Meningkat karena Utang Usaha

badge-check


					PT Indo Oil Perkasa Tbk (IOP) Perbesar

PT Indo Oil Perkasa Tbk (IOP)

PT Indo Oil Perkasa Tbk (IOP) menyampaikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait perubahan lebih dari 20 persen pada total aset dan liabilitas dalam laporan keuangan untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026. Penjelasan tersebut disampaikan sebagai bentuk pemenuhan ketentuan Peraturan Pencatatan Efek Nomor I-E mengenai kewajiban penyampaian informasi atas perubahan material dalam laporan keuangan emiten.

Perseroan menyebut kenaikan aset dan liabilitas terjadi seiring meningkatnya aktivitas operasional selama Semester I 2026.

Total Aset Tumbuh Menjadi Rp319,97 Miliar

Dalam keterbukaan informasi, Indo Oil Perkasa mencatat total aset sebesar Rp319,97 miliar per 30 Juni 2026. Nilai tersebut meningkat 23,36 persen dibandingkan posisi pada akhir tahun 2025.

Manajemen menjelaskan pertumbuhan aset terutama didorong oleh meningkatnya piutang usaha dari pihak ketiga serta kenaikan nilai persediaan. Kedua pos tersebut menjadi penyumbang utama kenaikan total aktiva perseroan selama enam bulan pertama tahun ini.

Peningkatan piutang usaha mencerminkan bertambahnya transaksi penjualan kepada pelanggan, sedangkan kenaikan persediaan menunjukkan meningkatnya stok barang untuk mendukung kebutuhan operasional dan penjualan.

Liabilitas Jangka Pendek Naik 24,31 Persen

Selain aset, Indo Oil Perkasa juga mencatat kenaikan pada liabilitas jangka pendek. Hingga akhir Juni 2026, liabilitas jangka pendek mencapai Rp180,61 miliar, naik 24,31 persen dari posisi Rp145,29 miliar pada 31 Desember 2025.

Perseroan menjelaskan kenaikan tersebut terutama berasal dari bertambahnya utang usaha kepada pihak ketiga. Peningkatan utang usaha ini sejalan dengan bertambahnya aktivitas pembelian bahan baku maupun transaksi operasional perusahaan.

Sejalan dengan Aktivitas Operasional Perseroan

Manajemen Indo Oil Perkasa menegaskan bahwa perubahan pada aset maupun liabilitas merupakan bagian dari perkembangan kegiatan usaha perusahaan selama Semester I 2026.

Penjelasan ini disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia untuk memenuhi kewajiban keterbukaan informasi kepada investor atas perubahan signifikan dalam posisi keuangan perseroan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center

5 September 2026 - 09:34 WIB

PT Puradelta Lestari Tbk (IDX: DMAS)

ADHI Buka Suara Soal Merger dengan PTPP, Masih Tahap Kajian Awal di Bawah Danantara

4 September 2026 - 08:20 WIB

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (IDX: ADHI)

NexAI Digital Infrastruktur (MGLV) Ubah Jadwal RUPSLB dan RUPS Independen, Bahas Rights Issue hingga Akuisisi Anak Usaha

2 September 2026 - 20:44 WIB

PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV)

PKPU Adhi Commuter Properti Ditolak Pengadilan, ADCP Pastikan Operasional dan Obligasi Tetap Aman

2 September 2026 - 20:30 WIB

PT Adhi Commuter Properti Tbk (IDX: ADCP)

VKTR Gandeng Danantara dan BNBR, Jajaki Pendanaan Hingga Rp2 Triliun untuk Ekspansi Bus dan Truk Listrik

2 September 2026 - 08:30 WIB

VKTR, Danantara Investment Management, BNBR, bus listrik, kendaraan listrik
Trending di Bisnis