Menu ✖

Mode Gelap
Komisaris AKPI Henry Liem Kurangi Kepemilikan 250 Ribu Saham RANS Entertainment (RANS) Klarifikasi Isu Pengerahan Warga Berbayar di RANS Carnival Yogyakarta Indo Boga Sukses (IBOS) Buka Flagship Segafredo Caffè di Sleman, Grand Opening 7 November BEI Pertahankan Suspensi Saham MENN dan SOUL, Belum Sampaikan Laporan Keuangan Semester I-2026 Sandiaga Uno Borong 915.000 Saham MUTU, Kini Kantongi 9,51 Juta Saham Laba Bersih CBDK Melonjak 39% Jadi Rp1,82 Triliun hingga September 2026

Bisnis

Aset Indo Oil Perkasa Naik 23,36 Persen pada Semester I 2026, Liabilitas Ikut Meningkat karena Utang Usaha

badge-check


					PT Indo Oil Perkasa Tbk (IOP) Perbesar

PT Indo Oil Perkasa Tbk (IOP)

PT Indo Oil Perkasa Tbk (IOP) menyampaikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait perubahan lebih dari 20 persen pada total aset dan liabilitas dalam laporan keuangan untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026. Penjelasan tersebut disampaikan sebagai bentuk pemenuhan ketentuan Peraturan Pencatatan Efek Nomor I-E mengenai kewajiban penyampaian informasi atas perubahan material dalam laporan keuangan emiten.

Perseroan menyebut kenaikan aset dan liabilitas terjadi seiring meningkatnya aktivitas operasional selama Semester I 2026.

Total Aset Tumbuh Menjadi Rp319,97 Miliar

Dalam keterbukaan informasi, Indo Oil Perkasa mencatat total aset sebesar Rp319,97 miliar per 30 Juni 2026. Nilai tersebut meningkat 23,36 persen dibandingkan posisi pada akhir tahun 2025.

Manajemen menjelaskan pertumbuhan aset terutama didorong oleh meningkatnya piutang usaha dari pihak ketiga serta kenaikan nilai persediaan. Kedua pos tersebut menjadi penyumbang utama kenaikan total aktiva perseroan selama enam bulan pertama tahun ini.

Peningkatan piutang usaha mencerminkan bertambahnya transaksi penjualan kepada pelanggan, sedangkan kenaikan persediaan menunjukkan meningkatnya stok barang untuk mendukung kebutuhan operasional dan penjualan.

Liabilitas Jangka Pendek Naik 24,31 Persen

Selain aset, Indo Oil Perkasa juga mencatat kenaikan pada liabilitas jangka pendek. Hingga akhir Juni 2026, liabilitas jangka pendek mencapai Rp180,61 miliar, naik 24,31 persen dari posisi Rp145,29 miliar pada 31 Desember 2025.

Perseroan menjelaskan kenaikan tersebut terutama berasal dari bertambahnya utang usaha kepada pihak ketiga. Peningkatan utang usaha ini sejalan dengan bertambahnya aktivitas pembelian bahan baku maupun transaksi operasional perusahaan.

Sejalan dengan Aktivitas Operasional Perseroan

Manajemen Indo Oil Perkasa menegaskan bahwa perubahan pada aset maupun liabilitas merupakan bagian dari perkembangan kegiatan usaha perusahaan selama Semester I 2026.

Penjelasan ini disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia untuk memenuhi kewajiban keterbukaan informasi kepada investor atas perubahan signifikan dalam posisi keuangan perseroan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Laba Bersih CBDK Melonjak 39% Jadi Rp1,82 Triliun hingga September 2026

30 Oktober 2026 - 08:24 WIB

PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK)

Avian Brands Catat Penjualan Rp6,9 Triliun hingga September 2026, Tumbuh 16,7%

30 Oktober 2026 - 08:14 WIB

PT Avia Avian Tbk (Avian Brands)

BSDE Jual Lahan 16,6 Hektare di BSD City untuk Kembangkan Ekosistem KEK ETKI

29 Oktober 2026 - 08:14 WIB

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BEI: BSDE)

Sarana Menara Nusantara (TOWR) Perpanjang Fasilitas Kredit Rp2 Triliun hingga Oktober 2027

29 Oktober 2026 - 08:13 WIB

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)

Kredit BCA Tembus Rp1.063 Triliun, Laba Bersih Naik 4,2% Jadi Rp45,2 Triliun

28 Oktober 2026 - 08:20 WIB

BCA
Trending di Bisnis