Menu

Mode Gelap
Toyota Celica Dikabarkan Bangkit Lagi, Siap Hadir dengan Mesin 400 HP dan Hybrid 500 HP Volkswagen Siapkan Restrukturisasi Besar, Hingga 50.000 Karyawan Berpotensi Kena PHK Chainlink Ungkap Nilai Aset Dunia Nyata di Blockchain Tembus US$340 Miliar, Tokenisasi Diprediksi Melonjak Hingga US$4 Triliun Michael Saylor Tegaskan Warga Amerika Bebas Promosikan Bitcoin Tanpa Lisensi, Ini Alasannya DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center BEI Umumkan Saham SAFE Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, 98,14% Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

Bisnis

Aset BACH Melonjak 56,5 Persen Jadi Rp1,93 Triliun, Ditopang Proyek Genset dan Infrastruktur Telekomunikasi

badge-check


					PT Bach Multi Global Tbk (IDX: BACH) Perbesar

PT Bach Multi Global Tbk (IDX: BACH)

JAKARTA – PT Bach Multi Global Tbk (IDX: BACH) mencatat lonjakan signifikan pada posisi aset dan liabilitas sepanjang semester pertama 2026. Perseroan melaporkan total aset meningkat 56,5 persen menjadi Rp1,93 triliun per 30 Juni 2026, dibandingkan posisi akhir tahun 2025 sebesar Rp1,23 triliun.

Kenaikan tersebut disampaikan Perseroan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui keterbukaan informasi tertanggal 28 Agustus 2026. Penjelasan diberikan karena perubahan total aset dan liabilitas melebihi 20 persen dibandingkan laporan keuangan audit per 31 Desember 2025, sebagaimana diatur dalam Peraturan Bursa Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.

Penjualan dan Penyewaan Genset Dongkrak Aset

Manajemen BACH menjelaskan peningkatan aset sebesar Rp696,49 miliar terutama didorong oleh meningkatnya aktivitas penjualan dan penyewaan genset yang berdampak pada pertumbuhan piutang usaha.

Nilai piutang usaha tercatat naik Rp170,44 miliar atau 71,42 persen dibandingkan akhir 2025.

Selain itu, persediaan juga meningkat Rp193,74 miliar atau 84,48 persen. Kenaikan ini terjadi karena Perseroan melakukan pembelian stok untuk mendukung proyek pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) sewa yang baru.

Di sisi lain, aset tetap bertambah Rp174,13 miliar atau 38,36 persen sebagai akibat penambahan aset yang disewakan kepada pelanggan.

Perseroan juga mencatat peningkatan nilai pekerjaan dalam pelaksanaan sebesar Rp115,79 miliar atau 50,54 persen. Kenaikan tersebut berasal dari bertambahnya proyek pembangunan infrastruktur telekomunikasi, pemeliharaan jaringan telekomunikasi, hingga instalasi genset.

Liabilitas Naik Hampir 89 Persen

Seiring ekspansi bisnis, total liabilitas BACH juga mengalami kenaikan yang lebih tinggi dibandingkan aset.

Hingga 30 Juni 2026, total liabilitas mencapai Rp1,32 triliun, naik Rp619,44 miliar atau 88,91 persen dari posisi Rp696,68 miliar pada akhir Desember 2025.

Menurut Perseroan, kenaikan tersebut dipicu meningkatnya pembelian barang dan jasa secara kredit untuk mendukung kebutuhan operasional, persiapan stok proyek, dan ekspansi bisnis penyewaan.

Utang usaha melonjak Rp270,76 miliar atau 125,54 persen, sedangkan utang bank bertambah Rp301,91 miliar atau 73,51 persen.

Fokus Perkuat Ekspansi Bisnis

Manajemen BACH menegaskan bahwa peningkatan aset maupun liabilitas merupakan konsekuensi dari strategi ekspansi bisnis yang tengah dijalankan perusahaan, terutama pada sektor penyewaan genset dan proyek infrastruktur telekomunikasi.

Perseroan memperkuat kapasitas persediaan dan aset operasional untuk memenuhi kebutuhan proyek-proyek baru, termasuk proyek PLTD sewa, pembangunan infrastruktur telekomunikasi, pemeliharaan jaringan, serta instalasi genset.

Keterbukaan informasi ini disampaikan sebagai bentuk kepatuhan Perseroan terhadap ketentuan Bursa Efek Indonesia terkait perubahan material pada posisi keuangan interim yang belum diaudit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center

5 September 2026 - 09:34 WIB

PT Puradelta Lestari Tbk (IDX: DMAS)

ADHI Buka Suara Soal Merger dengan PTPP, Masih Tahap Kajian Awal di Bawah Danantara

4 September 2026 - 08:20 WIB

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (IDX: ADHI)

NexAI Digital Infrastruktur (MGLV) Ubah Jadwal RUPSLB dan RUPS Independen, Bahas Rights Issue hingga Akuisisi Anak Usaha

2 September 2026 - 20:44 WIB

PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV)

PKPU Adhi Commuter Properti Ditolak Pengadilan, ADCP Pastikan Operasional dan Obligasi Tetap Aman

2 September 2026 - 20:30 WIB

PT Adhi Commuter Properti Tbk (IDX: ADCP)

VKTR Gandeng Danantara dan BNBR, Jajaki Pendanaan Hingga Rp2 Triliun untuk Ekspansi Bus dan Truk Listrik

2 September 2026 - 08:30 WIB

VKTR, Danantara Investment Management, BNBR, bus listrik, kendaraan listrik
Trending di Bisnis