Menu

Mode Gelap
Cipta Selera Murni (CSMI) Buka Suara soal Kinerja dan Volatilitas Saham, Ungkap Strategi Ekspansi NWS Chicken Bank Aladin Syariah (BANK) Buka Suara Soal Lonjakan Pergerakan Saham, Tegaskan Tak Ada Informasi Material Metrodata (MTDL) Percepat Adopsi Agentic AI, Bidik AI Jadi Mesin Pertumbuhan Baru Perseroan HABCO Tambah Modal Rp320 Miliar Lewat PMTHMETD, Siapkan Dana untuk Armada Kapal dan Bayar Utang Bank Toyota Celica Dikabarkan Bangkit Lagi, Siap Hadir dengan Mesin 400 HP dan Hybrid 500 HP Volkswagen Siapkan Restrukturisasi Besar, Hingga 50.000 Karyawan Berpotensi Kena PHK

Kripto

Bitcoin Dekati Level Krusial, Arus Dana ETF Kembali Menguat Jadi Penentu Arah Harga BTC

badge-check


					Bitcoin Dekati Level Krusial, Arus Dana ETF Kembali Menguat Jadi Penentu Arah Harga BTC Perbesar

BIZBUZ.ID – Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan tanda-tanda penguatan setelah beberapa pekan mengalami tekanan. Kembalinya arus dana ke ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat menjadi salah satu faktor utama yang mendorong optimisme investor terhadap aset kripto terbesar di dunia tersebut.

Dalam laporan mingguan yang dirilis perusahaan analitik blockchain Glassnode pada 22 Juli, Bitcoin dinilai telah berhasil pulih dengan baik. Namun, saat ini BTC memasuki fase yang sangat menentukan karena mendekati level harga penting yang berpotensi menentukan apakah tren kenaikan akan berlanjut atau justru kembali melemah.

ETF Bitcoin Kembali Menarik Minat Investor

Glassnode mencatat adanya perubahan sentimen yang cukup signifikan di pasar. Setelah beberapa pekan mengalami arus keluar dana (outflow), ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat kini kembali mencatat arus masuk bersih (net inflow).

Masuknya modal baru tersebut menjadi sinyal positif karena menunjukkan investor institusi mulai kembali melakukan akumulasi Bitcoin melalui instrumen investasi yang lebih mudah diakses.

Selain itu, tekanan jual dari pelaku pasar juga mulai berkurang. Posisi taruhan terhadap penurunan harga (short position) semakin menyusut, sementara kondisi pasar tetap relatif stabil meski ketidakpastian ekonomi global masih membayangi.

Kombinasi faktor tersebut membantu Bitcoin mempertahankan momentum kenaikannya dalam beberapa pekan terakhir.

Bitcoin Tetap Tangguh di Tengah Gejolak Pasar Global

Salah satu sorotan utama dalam laporan Glassnode adalah kemampuan Bitcoin bertahan ketika pasar keuangan global menghadapi tekanan.

Lonjakan harga minyak akibat meningkatnya ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran sempat mengguncang pasar. Di saat yang sama, sejumlah indeks saham utama dunia mengalami pergerakan yang kurang menggembirakan.

Meski demikian, Bitcoin justru mampu mencatatkan performa lebih baik dibandingkan indeks S&P 500 maupun sejumlah bursa saham Eropa selama dua pekan berturut-turut.

Menurut Glassnode, kondisi tersebut menjadi indikasi bahwa tekanan jual mulai melemah. Alih-alih melepas kepemilikannya, investor justru memanfaatkan koreksi untuk melakukan pembelian sehingga harga Bitcoin tetap bergerak naik.

Inflasi AS Melandai, Harapan Penurunan Suku Bunga Menguat

Sentimen positif lainnya datang dari data ekonomi Amerika Serikat.

Inflasi inti (core inflation) AS tercatat mengalami penurunan untuk pertama kalinya dalam lima bulan terakhir, hanya beberapa hari menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve (The Fed).

Jika tren inflasi terus melandai, peluang bank sentral AS untuk mulai menurunkan suku bunga pada periode mendatang akan semakin besar. Kebijakan tersebut umumnya menjadi kabar baik bagi aset berisiko seperti saham maupun mata uang kripto.

Meski begitu, Glassnode mengingatkan bahwa imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury Yield) yang masih tinggi tetap menjadi tantangan bagi pasar aset digital.

Level US$69.000 Jadi Penentu Arah Bitcoin

Glassnode menilai Bitcoin kini memasuki fase yang disebut sebagai “decision zone” atau zona penentuan arah.

Level yang paling penting untuk diperhatikan berada di kisaran US$69.000, yang merupakan rata-rata harga beli investor jangka pendek atau Short-Term Holder Cost Basis.

Harga tersebut mencerminkan biaya akumulasi investor yang membeli Bitcoin dalam lima bulan terakhir.

Ketika Bitcoin kembali mendekati level tersebut, sebagian investor yang sebelumnya mengalami kerugian berpotensi menjual asetnya setelah mencapai titik impas (break even). Hal ini dapat memicu tekanan jual yang membuat area US$69.000 menjadi resistensi yang cukup kuat.

Apabila Bitcoin mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, peluang untuk melanjutkan reli akan semakin terbuka.

Area Support Bitcoin Semakin Kokoh

Di sisi lain, Glassnode juga melihat adanya penguatan pada area support Bitcoin.

Data on-chain menunjukkan jumlah Bitcoin yang dikirim ke bursa kripto terus menurun setelah sempat melonjak saat koreksi pasar pada bulan Juni. Berkurangnya aliran aset ke exchange biasanya menjadi indikasi bahwa investor memilih menyimpan Bitcoin daripada menjualnya.

Glassnode menambahkan, apabila arus keluar Bitcoin dari bursa terus meningkat, kondisi tersebut akan menjadi sinyal bahwa permintaan pasar semakin kuat.

Investor Kakap Masih Mendominasi Pembelian

Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa aktivitas akumulasi saat ini masih didominasi investor besar atau whales yang memiliki kepemilikan antara 1.000 hingga 10.000 BTC.

Kelompok investor ini sebelumnya juga sering menjadi pihak pertama yang melakukan pembelian saat pasar mulai pulih.

Namun demikian, Glassnode menilai reli harga Bitcoin akan jauh lebih kuat apabila partisipasi investor ritel dan kelompok investor lainnya ikut meningkat, sehingga tidak hanya bergantung pada aksi beli para pemegang dana besar.

Arus Dana ETF Jadi Faktor Penting

Selain data on-chain, Glassnode menilai pemulihan Bitcoin kali ini juga mendapat dorongan besar dari pasar ETF.

ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat kembali mencatat arus dana masuk bersih setelah sebelumnya mengalami penarikan dana selama beberapa pekan.

Data menunjukkan ETF tersebut berhasil membukukan enam hari berturut-turut arus masuk positif. Puncaknya terjadi pada 20 Juli, ketika dana yang masuk mencapai sekitar US$226 juta dalam satu hari.

Menurut Glassnode, yang perlu diperhatikan bukan hanya besarnya dana yang masuk dalam satu waktu, melainkan konsistensi arus modal tersebut dalam jangka panjang.

Prospek Bitcoin Selanjutnya

Glassnode menyimpulkan bahwa kondisi pasar Bitcoin saat ini jauh lebih sehat dibandingkan beberapa pekan sebelumnya.

Namun, arah pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada kemampuan BTC untuk menembus dan mempertahankan posisi di atas US$69.000, dengan dukungan arus masuk dana ETF yang terus berlanjut.

Jika level tersebut berhasil dilewati, peluang Bitcoin melanjutkan tren kenaikan akan semakin besar. Sebaliknya, apabila gagal menembus resistensi tersebut, perhatian pelaku pasar kemungkinan akan kembali tertuju pada area support kuat di sekitar US$63.000 sebagai batas pertahanan berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Chainlink Ungkap Nilai Aset Dunia Nyata di Blockchain Tembus US$340 Miliar, Tokenisasi Diprediksi Melonjak Hingga US$4 Triliun

5 September 2026 - 10:26 WIB

Chainlink

Michael Saylor Tegaskan Warga Amerika Bebas Promosikan Bitcoin Tanpa Lisensi, Ini Alasannya

5 September 2026 - 10:17 WIB

Michael Saylor

AS Bentuk Satgas Quantum, Ancaman 7 Juta Bitcoin Rentan Serangan Komputer Kuantum Masuk Perhatian Departemen Keuangan

26 Agustus 2026 - 07:53 WIB

Bitcoin

Bitcoin Tembus Rp1,1 Miliar, Analis Sebut Permintaan ETF Jadi Penentu

21 Agustus 2026 - 11:35 WIB

Michael Saylor Sebut Bitcoin sebagai Solusi Rekayasa untuk Menyimpan Nilai Ekonomi

16 Agustus 2026 - 13:37 WIB

Michael Saylor
Trending di Kripto