Menu ✖

Mode Gelap
Grafiti Pers Laporkan Perubahan Kepemilikan Saham Tempo, Porsi Hak Suara Turun Jadi 12,24 Persen BEI Gelar CMSE 2026, Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 32,7 Juta SID BEI Perluas Transparansi Kepemilikan Saham, Status Pengendali dan Afiliasi Kini Terungkap Komisaris AKPI Henry Liem Kurangi Kepemilikan 250 Ribu Saham RANS Entertainment (RANS) Klarifikasi Isu Pengerahan Warga Berbayar di RANS Carnival Yogyakarta Indo Boga Sukses (IBOS) Buka Flagship Segafredo Caffè di Sleman, Grand Opening 7 November

Bisnis

Elnusa Perluas Pasar Non-Captive hingga Internasional Lewat Sinergi Pertamina

badge-check


					PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA) Perbesar

PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA)

JAKARTA – PT Elnusa Tbk (ELSA) terus memperluas basis pelanggan sebagai bagian dari strategi membangun sumber pertumbuhan yang lebih beragam dan berkelanjutan. Setelah memperkuat penetrasi di pasar non-captive domestik, perusahaan mulai membuka akses lebih luas ke peluang bisnis internasional dengan mengandalkan kompetensi, teknologi, serta pengalaman operasional yang telah dibangun selama lebih dari lima dekade.

Hingga semester I 2026, pelanggan pihak ketiga atau non-captive telah menyumbang sekitar 22% terhadap pendapatan Elnusa. Kontribusi tersebut menunjukkan semakin kuatnya penerimaan pasar terhadap kemampuan Elnusa di luar segmen captive.

Salah satu langkah pengembangan pasar internasional dilakukan melalui kolaborasi dengan PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) serta PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) dalam ajang Iraq International Oil, Gas, Energy and Petrochemical Exhibition and Conference (IRAQ OGEP) 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Basra, Irak, pada 24–27 September 2026. Keikutsertaan bersama ini menjadi momentum bagi Elnusa untuk memahami kebutuhan pasar secara lebih mendalam, membuka akses kepada calon pelanggan dan mitra potensial, sekaligus mengidentifikasi peluang bisnis yang sesuai dengan kompetensi masing-masing perusahaan.

Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji, mengatakan pengembangan pasar internasional merupakan kelanjutan dari strategi perusahaan dalam mengoptimalkan kompetensi yang telah dibangun di pasar domestik.

“Bagi Elnusa, ekspansi pasar bukan sekadar mengejar tambahan pendapatan. Kami ingin memastikan kompetensi, teknologi, dan pengalaman yang kami miliki dapat diterjemahkan menjadi peluang pertumbuhan yang menciptakan nilai ekonomi,” ujar Rustam.

Menurut dia, ekspansi pasar non-captive, termasuk ke pasar internasional, dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan daya saing, profitabilitas, profil risiko, serta potensi penciptaan nilai dalam jangka panjang.

Dalam ajang IRAQ OGEP 2026, Elnusa memperkenalkan kemampuan 30K/35K Channel Seismic Recording dan CPU Seismic Data Processing sebagai bagian dari solusi geosains terintegrasi. Layanan tersebut mencakup rangkaian kegiatan mulai dari akuisisi data hingga pemrosesan data seismik.

Dengan kapabilitas tersebut, Elnusa tidak hanya menawarkan teknologi atau peralatan secara individual. Perusahaan mengintegrasikan keahlian sumber daya manusia, teknologi, serta pengalaman eksekusi untuk mendukung kebutuhan eksplorasi pelanggan.

Pendekatan ini sekaligus membuka peluang bagi Elnusa untuk meningkatkan utilisasi aset dan teknologi yang telah dimiliki perusahaan.

Pengembangan pasar internasional sebenarnya bukan hal baru bagi Elnusa. Perusahaan sebelumnya telah mengerjakan berbagai proyek di sejumlah negara di kawasan Asia, Timur Tengah, dan Afrika.

Pengalaman tersebut mencakup proyek survei seismik dan pemrosesan data, layanan workover, pemantauan sumur, dukungan geofisika lepas pantai, hingga penyediaan Oil Country Tubular Goods (OCTG).

Pengalaman lintas negara tersebut menjadi modal bagi Elnusa dalam mengevaluasi peluang internasional berikutnya dengan tetap mengedepankan keunggulan kompetitif dan kesesuaian dengan kompetensi inti perusahaan.

Di sisi lain, sinergi dalam Grup Pertamina menjadi salah satu faktor pendukung penting dalam membuka akses ke pasar internasional. Pengalaman internasional PIEP, kemampuan pengeboran Pertamina Drilling, serta kompetensi Elnusa di bidang geosains dan jasa energi dapat dikombinasikan untuk menghadirkan solusi yang lebih komprehensif ketika terdapat peluang pasar yang relevan.

Bagi Elnusa, sinergi tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperluas jangkauan pasar. Kolaborasi juga diarahkan untuk membangun kombinasi kompetensi yang semakin kompetitif sehingga mampu memberikan nilai lebih bagi pelanggan.

Rustam menegaskan setiap peluang bisnis yang dibidik Elnusa tetap harus didukung oleh kajian bisnis yang kuat.

“Setiap peluang yang kami kejar harus didukung oleh business case yang sehat. Kami akan menilai bagaimana setiap peluang dapat meningkatkan utilisasi kompetensi dan aset, menghasilkan imbal hasil yang sepadan dengan risiko yang dihadapi, serta memperkuat kualitas portofolio Elnusa,” katanya.

Ia menambahkan, pendekatan disiplin tersebut diharapkan membuat ekspansi pasar menjadi sumber pertumbuhan baru tanpa mengurangi perhatian terhadap kualitas pertumbuhan dan kesehatan fundamental perusahaan.

Ke depan, Elnusa akan terus mengembangkan pasar non-captive, baik domestik maupun internasional, dengan mengandalkan keunggulan operasional, disiplin biaya, teknologi dan inovasi, serta sinergi strategis.

Strategi tersebut diarahkan untuk membangun basis pelanggan yang semakin terdiversifikasi, meningkatkan produktivitas kompetensi dan aset, serta memperkuat daya saing perusahaan.

Melalui ekspansi yang selektif dan disiplin, Elnusa berupaya mengoptimalkan kompetensi yang telah dibangun selama lebih dari 50 tahun menjadi sumber pertumbuhan berkelanjutan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Laba Bersih CBDK Melonjak 39% Jadi Rp1,82 Triliun hingga September 2026

30 Oktober 2026 - 08:24 WIB

PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK)

Avian Brands Catat Penjualan Rp6,9 Triliun hingga September 2026, Tumbuh 16,7%

30 Oktober 2026 - 08:14 WIB

PT Avia Avian Tbk (Avian Brands)

BSDE Jual Lahan 16,6 Hektare di BSD City untuk Kembangkan Ekosistem KEK ETKI

29 Oktober 2026 - 08:14 WIB

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BEI: BSDE)

Sarana Menara Nusantara (TOWR) Perpanjang Fasilitas Kredit Rp2 Triliun hingga Oktober 2027

29 Oktober 2026 - 08:13 WIB

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)

Kredit BCA Tembus Rp1.063 Triliun, Laba Bersih Naik 4,2% Jadi Rp45,2 Triliun

28 Oktober 2026 - 08:20 WIB

BCA
Trending di Bisnis