JAKARTA – PT Bach Multi Global Tbk (IDX: BACH) mencatat lonjakan signifikan pada posisi aset dan liabilitas sepanjang semester pertama 2026. Perseroan melaporkan total aset meningkat 56,5 persen menjadi Rp1,93 triliun per 30 Juni 2026, dibandingkan posisi akhir tahun 2025 sebesar Rp1,23 triliun.
Kenaikan tersebut disampaikan Perseroan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui keterbukaan informasi tertanggal 28 Agustus 2026. Penjelasan diberikan karena perubahan total aset dan liabilitas melebihi 20 persen dibandingkan laporan keuangan audit per 31 Desember 2025, sebagaimana diatur dalam Peraturan Bursa Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.
Penjualan dan Penyewaan Genset Dongkrak Aset
Manajemen BACH menjelaskan peningkatan aset sebesar Rp696,49 miliar terutama didorong oleh meningkatnya aktivitas penjualan dan penyewaan genset yang berdampak pada pertumbuhan piutang usaha.
Nilai piutang usaha tercatat naik Rp170,44 miliar atau 71,42 persen dibandingkan akhir 2025.
Selain itu, persediaan juga meningkat Rp193,74 miliar atau 84,48 persen. Kenaikan ini terjadi karena Perseroan melakukan pembelian stok untuk mendukung proyek pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) sewa yang baru.
Di sisi lain, aset tetap bertambah Rp174,13 miliar atau 38,36 persen sebagai akibat penambahan aset yang disewakan kepada pelanggan.
Perseroan juga mencatat peningkatan nilai pekerjaan dalam pelaksanaan sebesar Rp115,79 miliar atau 50,54 persen. Kenaikan tersebut berasal dari bertambahnya proyek pembangunan infrastruktur telekomunikasi, pemeliharaan jaringan telekomunikasi, hingga instalasi genset.
Liabilitas Naik Hampir 89 Persen
Seiring ekspansi bisnis, total liabilitas BACH juga mengalami kenaikan yang lebih tinggi dibandingkan aset.
Hingga 30 Juni 2026, total liabilitas mencapai Rp1,32 triliun, naik Rp619,44 miliar atau 88,91 persen dari posisi Rp696,68 miliar pada akhir Desember 2025.
Menurut Perseroan, kenaikan tersebut dipicu meningkatnya pembelian barang dan jasa secara kredit untuk mendukung kebutuhan operasional, persiapan stok proyek, dan ekspansi bisnis penyewaan.
Utang usaha melonjak Rp270,76 miliar atau 125,54 persen, sedangkan utang bank bertambah Rp301,91 miliar atau 73,51 persen.
Fokus Perkuat Ekspansi Bisnis
Manajemen BACH menegaskan bahwa peningkatan aset maupun liabilitas merupakan konsekuensi dari strategi ekspansi bisnis yang tengah dijalankan perusahaan, terutama pada sektor penyewaan genset dan proyek infrastruktur telekomunikasi.
Perseroan memperkuat kapasitas persediaan dan aset operasional untuk memenuhi kebutuhan proyek-proyek baru, termasuk proyek PLTD sewa, pembangunan infrastruktur telekomunikasi, pemeliharaan jaringan, serta instalasi genset.
Keterbukaan informasi ini disampaikan sebagai bentuk kepatuhan Perseroan terhadap ketentuan Bursa Efek Indonesia terkait perubahan material pada posisi keuangan interim yang belum diaudit.












