Menu

Mode Gelap
Cipta Selera Murni (CSMI) Buka Suara soal Kinerja dan Volatilitas Saham, Ungkap Strategi Ekspansi NWS Chicken Bank Aladin Syariah (BANK) Buka Suara Soal Lonjakan Pergerakan Saham, Tegaskan Tak Ada Informasi Material Metrodata (MTDL) Percepat Adopsi Agentic AI, Bidik AI Jadi Mesin Pertumbuhan Baru Perseroan HABCO Tambah Modal Rp320 Miliar Lewat PMTHMETD, Siapkan Dana untuk Armada Kapal dan Bayar Utang Bank Toyota Celica Dikabarkan Bangkit Lagi, Siap Hadir dengan Mesin 400 HP dan Hybrid 500 HP Volkswagen Siapkan Restrukturisasi Besar, Hingga 50.000 Karyawan Berpotensi Kena PHK

Bisnis

PGEO Perkuat Langkah Menuju Pemimpin Panas Bumi Dunia

badge-check


					PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (BEI: PGEO) Perbesar

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (BEI: PGEO)

JAKARTA – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (BEI: PGEO) mempertegas komitmennya dalam mempercepat transisi energi nasional melalui pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) dan eksplorasi wilayah panas bumi baru. Langkah tersebut diumumkan dalam ajang The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta.

Dalam forum tersebut, PGE menandatangani dua Letter of Intent (LoI) bersama PT PLN (Persero) dan PT PLN Indonesia Power (PLN IP) untuk pengembangan PLTP Ulubelu Bottoming Unit (BU) dan PLTP Lahendong Bottoming Unit (BU). Selain itu, PGE juga menerima Surat Keputusan Menteri ESDM terkait penugasan survei pendahuluan dan eksplorasi panas bumi di wilayah Cubadak Panti, Sumatra Barat.

Direktur Utama PGE Ahmad Yani menyebut ketiga pencapaian tersebut sebagai tonggak penting dalam pengembangan energi panas bumi nasional sekaligus memperkuat ambisi perusahaan menjadi world leading geothermal producer.

PLTP Ulubelu dan Lahendong Tambah Kapasitas 45 MW

Kerja sama yang diteken bersama PLN dan PLN Indonesia Power mencakup pengembangan PLTP Ulubelu Bottoming Unit berkapasitas 30 megawatt (MW) dan PLTP Lahendong Bottoming Unit berkapasitas 15 MW.

Kedua proyek akan dikembangkan melalui perusahaan patungan (joint venture) antara PGE dan PLN Indonesia Power. Teknologi binary bottoming cycle akan dimanfaatkan untuk mengolah panas sisa dari pembangkit panas bumi yang sudah beroperasi sehingga menghasilkan tambahan listrik tanpa perlu membuka sumber panas bumi baru.

Menurut Ahmad Yani, pengembangan ini merupakan strategi optimalisasi aset eksisting agar pembangkit yang telah beroperasi dapat menghasilkan listrik lebih efisien dan ramah lingkungan.

“PLTP Ulubelu dan Lahendong selama ini telah berperan penting dalam penyediaan listrik di Lampung dan Sulawesi Utara. Tambahan unit ini akan menghadirkan pasokan listrik bersih dan andal bagi lebih banyak masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” ujarnya.

Sebelumnya, konsorsium PGE dan PLN Indonesia Power telah mencapai kesepakatan tarif jual beli listrik dengan PLN untuk proyek Ulubelu pada Desember 2025 dan Lahendong pada April 2026.

Tahap berikutnya meliputi pembentukan joint venture, penyusunan Power Purchase Agreement (PPA), hingga proses Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC). Kedua proyek ditargetkan mulai beroperasi secara komersial atau Commercial Operation Date (COD) pada 2028.

PGE Terima Mandat Eksplorasi Panas Bumi Cubadak Panti

Selain mempercepat proyek pembangkit, PGE juga memperoleh mandat baru dari pemerintah untuk melakukan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) di wilayah Cubadak Panti, Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat, Sumatra Barat.

Penugasan tersebut diberikan melalui SK Menteri ESDM Nomor 176.K/EK.04/MEM.E/2026 dan diserahkan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia kepada Direktur Utama PGE Ahmad Yani.

Wilayah PSPE Cubadak Panti memiliki luas sekitar 29.897 hektare dan diperkirakan menyimpan potensi panas bumi mencapai 77 megawatt electric (MWe) berdasarkan data awal.

Jika potensi tersebut terbukti melalui tahap eksplorasi, kapasitasnya diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan listrik sekitar 40 ribu rumah tangga.

Ahmad Yani mengatakan penugasan tersebut merupakan bentuk kepercayaan pemerintah kepada PGE untuk memperluas pemanfaatan energi panas bumi sekaligus mendukung target Net Zero Emission 2060.

“Penugasan ini juga sejalan dengan komitmen Provinsi Sumatra Barat sebagai Green Province. Kami akan menjalankan mandat ini agar potensi panas bumi Cubadak Panti dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” katanya.

Momentum Menuju 100 Tahun Panas Bumi Indonesia

PGE menilai IIGCE 2026 menjadi momentum penting menjelang satu abad perjalanan pengembangan panas bumi di Indonesia. Setelah hampir 100 tahun membangun fondasi industri panas bumi, Indonesia dinilai memiliki peluang besar menjadikan energi panas bumi sebagai salah satu tulang punggung energi bersih nasional.

Saat ini PGE juga tengah mengembangkan sejumlah proyek strategis lain, di antaranya PLTP Lumut Balai Unit 3 dan 4 di Sumatra Selatan, PLTP Hululais Unit 1 dan 2 di Bengkulu, PLTP Lahendong Unit 7 dan 8 beserta Binary Unit di Sulawesi Utara, serta proyek Gunung Tiga di Lampung.

Menurut Ahmad Yani, fokus perusahaan ke depan adalah menjaga keandalan operasi, mempercepat penambahan kapasitas baru, dan memperluas manfaat energi panas bumi bagi masyarakat Indonesia.

Belum Berdampak Material pada Kinerja Keuangan

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, PGE menyampaikan bahwa penandatanganan LoI dan penerimaan penugasan PSPE Cubadak Panti merupakan langkah strategis dalam pengembangan usaha.

Namun hingga keterbukaan informasi disampaikan, Perseroan menyatakan belum terdapat dampak material yang dapat diukur secara langsung terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan, karena proyek-proyek tersebut masih berada pada tahap pengembangan dan eksplorasi awal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Metrodata (MTDL) Percepat Adopsi Agentic AI, Bidik AI Jadi Mesin Pertumbuhan Baru Perseroan

6 September 2026 - 19:29 WIB

PT Metrodata Electronics Tbk (IDX: MTDL)

DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center

5 September 2026 - 09:34 WIB

PT Puradelta Lestari Tbk (IDX: DMAS)

ADHI Buka Suara Soal Merger dengan PTPP, Masih Tahap Kajian Awal di Bawah Danantara

4 September 2026 - 08:20 WIB

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (IDX: ADHI)

NexAI Digital Infrastruktur (MGLV) Ubah Jadwal RUPSLB dan RUPS Independen, Bahas Rights Issue hingga Akuisisi Anak Usaha

2 September 2026 - 20:44 WIB

PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV)

PKPU Adhi Commuter Properti Ditolak Pengadilan, ADCP Pastikan Operasional dan Obligasi Tetap Aman

2 September 2026 - 20:30 WIB

PT Adhi Commuter Properti Tbk (IDX: ADCP)
Trending di Bisnis