Menu

Mode Gelap
Toyota Celica Dikabarkan Bangkit Lagi, Siap Hadir dengan Mesin 400 HP dan Hybrid 500 HP Volkswagen Siapkan Restrukturisasi Besar, Hingga 50.000 Karyawan Berpotensi Kena PHK Chainlink Ungkap Nilai Aset Dunia Nyata di Blockchain Tembus US$340 Miliar, Tokenisasi Diprediksi Melonjak Hingga US$4 Triliun Michael Saylor Tegaskan Warga Amerika Bebas Promosikan Bitcoin Tanpa Lisensi, Ini Alasannya DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center BEI Umumkan Saham SAFE Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, 98,14% Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

Bisnis

Janu Putra Sejahtera Bidik Pertumbuhan B2B dan Manfaatkan Peluang MBG, Ini Strategi JPS 2026

badge-check


					PT Janu Putra Sejahtera Tbk Perbesar

PT Janu Putra Sejahtera Tbk

JAKARTA – PT Janu Putra Sejahtera Tbk (AYAM) menegaskan komitmennya untuk memperkuat pertumbuhan bisnis sepanjang 2026 melalui peningkatan efisiensi operasional, pengembangan pasar Business-to-Business (B2B), serta optimalisasi peluang dari meningkatnya konsumsi protein hewani di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan manajemen dalam Public Expose Tahunan Perseroan yang digelar secara hybrid pada Kamis (30/7/2026). Acara tersebut dihadiri jajaran manajemen, investor, dan media, dengan agenda membahas kinerja keuangan, prospek usaha, target bisnis, hingga tantangan industri yang dihadapi.

Dalam paparannya, Perseroan menyampaikan bahwa belanja modal (capital expenditure/CAPEX) tahun 2026 masih akan disesuaikan dengan perkembangan bisnis dan kondisi pasar. Investasi akan dilakukan secara selektif dengan prioritas pada peningkatan kapasitas produksi, efisiensi operasional, serta penguatan bisnis inti.

Selain itu, JPS terus memperkuat strategi komersial melalui program Janu Meet & Connect (JMC) sebagai sarana membangun kemitraan dengan pelanggan maupun institusi. Program ini diharapkan mampu memperluas pasar B2B sekaligus menciptakan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

Perluas Segmen Pasar

Untuk mencapai target tahun 2026, Perseroan menargetkan penguatan bisnis terintegrasi melalui peningkatan penjualan B2B dan perluasan pasar ke berbagai segmen, antara lain Food Service & HORECA, Corporate & Institutional Market, Modern Trade, serta jaringan distributor.

Di sisi lain, manajemen juga melihat adanya peluang pertumbuhan konsumsi protein hewani melalui implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah.

Perseroan menyatakan masih mempelajari berbagai peluang kerja sama sesuai kapasitas produksi serta kebutuhan pasar. Keikutsertaan dalam program tersebut akan mengikuti mekanisme dan ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

Fokus Tingkatkan Profitabilitas

Meski belum memberikan target angka pendapatan maupun laba bersih secara spesifik untuk tahun 2026, JPS menegaskan fokus utama perusahaan adalah meningkatkan profitabilitas melalui efisiensi operasional, optimalisasi bisnis terintegrasi, serta penguatan pasar B2B.

Strategi tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan pendapatan sekaligus menjaga kinerja keuangan di tengah dinamika industri.

Tantangan Industri Masih Membayangi

Manajemen mengakui industri perunggasan masih menghadapi sejumlah tantangan sepanjang 2026. Beberapa di antaranya adalah fluktuasi harga live bird, volatilitas harga bahan baku pakan, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap bahan baku impor, hingga persaingan industri yang semakin ketat.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Perseroan menerapkan berbagai langkah strategis, mulai dari peningkatan efisiensi operasional, memperkuat penjualan B2B, hingga melakukan diversifikasi pelanggan.

Prospek Bisnis Tetap Positif

Di tengah berbagai tantangan tersebut, JPS tetap optimistis terhadap prospek industri perunggasan nasional. Perseroan menilai konsumsi protein hewani di Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar.

Ke depan, perusahaan akan terus memperkuat bisnis terintegrasi, memperluas pasar B2B, mengembangkan segmen Food Service & HORECA, Corporate & Institutional Market, Modern Trade, serta distributor. Program edukasi melalui Janu Meet & Connect juga akan terus dijalankan untuk mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Manajemen menegaskan komitmennya untuk menjalankan bisnis secara sehat, efisien, dan berkelanjutan guna menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center

5 September 2026 - 09:34 WIB

PT Puradelta Lestari Tbk (IDX: DMAS)

ADHI Buka Suara Soal Merger dengan PTPP, Masih Tahap Kajian Awal di Bawah Danantara

4 September 2026 - 08:20 WIB

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (IDX: ADHI)

NexAI Digital Infrastruktur (MGLV) Ubah Jadwal RUPSLB dan RUPS Independen, Bahas Rights Issue hingga Akuisisi Anak Usaha

2 September 2026 - 20:44 WIB

PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV)

PKPU Adhi Commuter Properti Ditolak Pengadilan, ADCP Pastikan Operasional dan Obligasi Tetap Aman

2 September 2026 - 20:30 WIB

PT Adhi Commuter Properti Tbk (IDX: ADCP)

VKTR Gandeng Danantara dan BNBR, Jajaki Pendanaan Hingga Rp2 Triliun untuk Ekspansi Bus dan Truk Listrik

2 September 2026 - 08:30 WIB

VKTR, Danantara Investment Management, BNBR, bus listrik, kendaraan listrik
Trending di Bisnis