Raksasa teknologi Amazon.com Inc. berhasil melampaui valuasi pasar US$3 triliun setelah harga sahamnya melonjak menyusul laporan keuangan kuartal II 2026 yang jauh melampaui ekspektasi analis.
Pada perdagangan Senin (4/8), saham Amazon naik sekitar 5% hingga menyentuh level tertinggi dalam 52 minggu di US$287,20 per saham. Kenaikan tersebut semakin mengukuhkan posisi Amazon sebagai salah satu perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia.
Pendapatan Tumbuh 20 Persen
Amazon membukukan pendapatan sebesar US$200,6 miliar pada kuartal II 2026 atau meningkat 20% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kinerja tersebut didorong oleh pertumbuhan kuat di berbagai lini bisnis, terutama layanan komputasi awan atau cloud melalui Amazon Web Services (AWS).
AWS Catat Pertumbuhan Tercepat dalam Beberapa Tahun
Divisi AWS menjadi motor utama pertumbuhan Amazon. Pendapatan unit cloud tersebut melonjak 36,7% secara tahunan, menjadi laju pertumbuhan tercepat dalam 18 kuartal terakhir.
Saat ini, AWS memiliki estimasi pendapatan tahunan (annualized revenue run rate) sebesar US$169 miliar. Selain itu, nilai kontrak yang belum direalisasikan (backlog) juga meningkat menjadi US$496 miliar, menunjukkan tingginya permintaan layanan cloud dari berbagai pelanggan.
Analis Wall Street Menaikkan Target Harga
Sejumlah lembaga keuangan global langsung merevisi target harga saham Amazon setelah laporan keuangan dirilis.
Beberapa analis dari Morgan Stanley, RBC Capital, Roth Capital, hingga Telsey Advisory menaikkan proyeksi harga saham karena melihat pertumbuhan bisnis cloud dan monetisasi kecerdasan buatan (AI) semakin kuat.
Sementara itu, analis BNP Paribas mempertahankan pandangan positif dan memperkirakan AWS berpotensi memiliki valuasi tersendiri hingga US$1 triliun dalam jangka panjang.
Investasi Jumbo untuk Perkuat Ekosistem AI
Selain pertumbuhan bisnis cloud, Amazon juga mengumumkan komitmen investasi sebesar US$35 miliar untuk OpenAI.
Langkah ini mempertegas strategi Amazon dalam memperluas bisnis kecerdasan buatan generatif sekaligus memperkuat posisinya di tengah persaingan ketat industri AI global.
Investasi tersebut dipandang investor sebagai sinyal bahwa Amazon siap menggelontorkan modal besar demi mempertahankan pertumbuhan jangka panjang di sektor teknologi.
Saham Teknologi Lain Ikut Menguat
Kinerja impresif Amazon turut memberikan sentimen positif bagi saham perusahaan teknologi besar lainnya.
Saham Microsoft naik sekitar 5%, sedangkan induk Google, Alphabet, menguat sekitar 4,6% pada perdagangan yang sama.
Penguatan sektor teknologi mencerminkan optimisme investor bahwa investasi besar pada infrastruktur AI mulai menghasilkan pertumbuhan bisnis yang nyata, khususnya di sektor komputasi awan.
- Amazon
- AWS
- Artificial Intelligence
- OpenAI
- Saham Teknologi
- Cloud Computing












