Maskapai penerbangan asal Australia, Qantas Airways, resmi menandatangani perjanjian mengikat untuk melepas seluruh kepemilikannya di Jetstar Japan. Nilai transaksi tersebut mencapai 8,2 miliar yen atau sekitar US$52 juta (sekitar Rp800 miliar).
Penjualan dilakukan melalui mekanisme pembelian kembali saham (share buyback) oleh Jetstar Japan. Proses transaksi masih menunggu persetujuan regulator dan ditargetkan rampung paling lambat Juni 2027.
Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang telah diumumkan kedua pihak pada Februari lalu.
Qantas Alihkan Investasi ke Bisnis Inti
Qantas menyatakan pelepasan 33,32% saham di Jetstar Japan merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mengalihkan investasi ke bisnis utama, baik penerbangan domestik maupun internasional yang berbasis di Australia.
Meski keluar dari kepemilikan, Qantas memastikan tidak akan ada perubahan terhadap layanan penerbangan antara Australia dan Jepang. Kerja sama codeshare dengan Japan Airlines (JAL) juga tetap dipertahankan.
Struktur Pemegang Saham Berubah
Setelah transaksi selesai, Development Bank of Japan akan bergabung sebagai pemegang saham baru Jetstar Japan.
Sementara itu, dua investor lama, yaitu Japan Airlines (JAL) dan Tokyo Century Corporation, akan tetap mempertahankan kepemilikan mereka.
Dengan berubahnya struktur kepemilikan menjadi mayoritas modal Jepang, Jetstar Japan juga akan menghentikan penggunaan merek Jetstar dan beroperasi dengan identitas baru.
Qantas Berpotensi Catat Keuntungan
Dari transaksi tersebut, Qantas memperkirakan akan membukukan keuntungan sekitar A$115 juta yang akan dicatat di luar laba operasional inti perusahaan, terutama pada tahun fiskal 2027.
Besaran keuntungan akhir masih bergantung pada penyelesaian transaksi serta pergerakan nilai tukar mata uang.
Langkah Strategis Jangka Panjang
Pelepasan kepemilikan di Jetstar Japan menjadi bagian dari langkah strategis Qantas untuk menyederhanakan portofolio investasi dan memperkuat fokus pada pasar yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan lebih tinggi.
Di sisi lain, Jetstar Japan akan memasuki babak baru sebagai maskapai dengan kepemilikan yang didominasi investor Jepang, sekaligus menjalani proses rebranding setelah transaksi rampung.












