JAKARTA – PT Puradelta Lestari Tbk (IDX: DMAS) membukukan lonjakan kinerja keuangan pada semester pertama 2026. Pengembang kawasan industri terpadu modern Kota Deltamas tersebut mencatat pendapatan usaha sebesar Rp1,80 triliun, meningkat 194% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp613,36 miliar.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Puradelta Lestari Tbk, Tondy Suwanto, mengatakan pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh tingginya pengakuan pendapatan dari penjualan lahan industri.
“Dibandingkan dengan pendapatan usaha di semester pertama tahun 2025 sebesar Rp613,36 miliar, pendapatan usaha tahun ini naik hampir tiga kali lipat,” ujar Tondy dalam keterangan resminya.
Penjualan Lahan Industri Jadi Motor Pertumbuhan
Segmen kawasan industri kembali menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan Perseroan dengan nilai mencapai Rp1,75 triliun.
Sementara itu, kontribusi dari segmen lainnya meliputi:
- Hunian: Rp19,32 miliar
- Komersial: Rp18,16 miliar
- Sewa: Rp9,47 miliar
- Hotel: Rp8,07 miliar
Menurut manajemen, permintaan dari sektor data center masih menjadi pendorong utama penjualan lahan industri sepanjang enam bulan pertama tahun ini.
“Sektor data center masih menjadi pelanggan utama yang berkontribusi terhadap penjualan lahan industri kami yang dicatatkan sebagai pendapatan Perseroan di paruh pertama tahun 2026,” kata Tondy.
Laba Bersih Melonjak 175%
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba kotor Perseroan meningkat signifikan menjadi Rp1,28 triliun, atau melonjak 197,22% dibandingkan semester pertama 2025 yang sebesar Rp429,65 miliar.
Marjin laba kotor juga tetap tinggi di level 70,81%, menunjukkan efisiensi operasional yang terjaga.
Di sisi profitabilitas, laba bersih DMAS mencapai Rp1,19 triliun, meningkat 175,34% dibandingkan Rp433,02 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Marjin laba bersih Perseroan tercatat sebesar 66,11%, mencerminkan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan dari setiap pendapatan yang diperoleh.
Kas Melonjak Lebih dari Empat Kali Lipat
Dari sisi neraca, total aset Perseroan per 30 Juni 2026 meningkat menjadi Rp8,79 triliun, naik 23,43% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp7,12 triliun.
Peningkatan aset terutama berasal dari melonjaknya posisi kas dan setara kas yang mencapai Rp2,09 triliun, meningkat sekitar 453% dibandingkan posisi akhir tahun lalu yang sebesar Rp377 miliar.
Sementara itu:
- Total liabilitas: Rp1,78 triliun
- Total ekuitas: Rp7,01 triliun, naik sekitar 6,02% dibandingkan akhir 2025.
Tanpa Utang, DMAS Lanjutkan Pengembangan Kota Deltamas
Perseroan menegaskan tetap berada dalam kondisi keuangan yang sangat sehat karena tidak memiliki utang.
Dengan posisi kas yang kuat, DMAS akan melanjutkan pengembangan Kota Deltamas sebagai kawasan terpadu modern di timur Jakarta yang mengintegrasikan kawasan industri, komersial, dan hunian.
Manajemen optimistis pengembangan kawasan tersebut akan terus didukung oleh meningkatnya permintaan dari berbagai sektor industri, khususnya pusat data (data center), yang masih menjadi salah satu motor pertumbuhan investasi di Indonesia.












