Menu ✖

Mode Gelap
RANS Entertainment (RANS) Klarifikasi Isu Pengerahan Warga Berbayar di RANS Carnival Yogyakarta Indo Boga Sukses (IBOS) Buka Flagship Segafredo Caffè di Sleman, Grand Opening 7 November BEI Pertahankan Suspensi Saham MENN dan SOUL, Belum Sampaikan Laporan Keuangan Semester I-2026 Sandiaga Uno Borong 915.000 Saham MUTU, Kini Kantongi 9,51 Juta Saham Laba Bersih CBDK Melonjak 39% Jadi Rp1,82 Triliun hingga September 2026 EPAC Siapkan Rights Issue Maksimal 2 Miliar Saham, Dana untuk Ekspansi dan Bayar Utang

Bisnis

Rapat Pemegang Sukuk WIKA Buntu, Usulan Penundaan Pembayaran Gagal Disetujui

badge-check


					Pemegang Sukuk Tolak Usulan WIKA Ubah Jatuh Tempo Pembayara Perbesar

Pemegang Sukuk Tolak Usulan WIKA Ubah Jatuh Tempo Pembayara

JAKARTA – Rapat Umum Pemegang Sukuk (RUPSU) Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Wijaya Karya Tahap I Tahun 2020 yang digelar pada 30 Juli 2026 berakhir tanpa menghasilkan keputusan. Agenda utama yang membahas perubahan jatuh tempo pembayaran kembali dana sukuk tidak memperoleh dukungan suara sesuai ketentuan yang dipersyaratkan.

RUPSU yang berlangsung di WIKA Tower 2, Jakarta Timur, diselenggarakan oleh PT Bank Mega Tbk selaku wali amanat bersama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) sebagai emiten.

Dalam rapat tersebut, WIKA mengajukan usulan perubahan terhadap Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk, termasuk perubahan ketentuan mengenai jatuh tempo pembayaran kembali dana sukuk serta kemungkinan penundaan atau perubahan jadwal pembayaran pendapatan bagi hasil sukuk.

Kehadiran Pemegang Sukuk Lampaui Kuorum

Rapat dihadiri oleh pemegang sukuk atau kuasanya yang mewakili nilai pokok sebesar Rp297,35 miliar, setara 94,098% dari total sukuk yang masih beredar senilai Rp316 miliar.

Dengan tingkat kehadiran tersebut, persyaratan kuorum rapat telah terpenuhi sehingga RUPSU dinyatakan sah untuk membahas dan mengambil keputusan.

Selama rapat berlangsung, dua pemegang sukuk atau kuasanya menyampaikan pertanyaan maupun pendapat terkait agenda yang diajukan emiten.

Mayoritas Menolak Usulan Perubahan

Pada agenda pertama, hasil pemungutan suara menunjukkan usulan perubahan yang diajukan WIKA tidak memperoleh dukungan sesuai ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan.

Sebanyak 153 miliar suara atau 51,455% memilih tidak setuju, sedangkan 144,35 miliar suara atau 48,545% menyatakan setuju. Tidak terdapat suara abstain dalam pemungutan suara tersebut.

Berdasarkan ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan, keputusan hanya dapat disahkan apabila memperoleh persetujuan sedikitnya 75% dari jumlah sukuk yang hadir dalam rapat.

Karena syarat tersebut tidak terpenuhi, rapat tidak dapat menetapkan keputusan atas agenda pertama.

Agenda Kedua Tidak Dilanjutkan

Untuk agenda kedua yang berkaitan dengan penundaan dan/atau perubahan jadwal pembayaran pendapatan bagi hasil sukuk, pihak WIKA tidak mengajukan usulan keputusan kepada para pemegang sukuk.

Dengan demikian, agenda tersebut tidak dilakukan pemungutan suara maupun pengambilan keputusan.

Belum Ada Perubahan Ketentuan Sukuk

Hasil RUPSU ini berarti seluruh ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Wijaya Karya Tahap I Tahun 2020 masih tetap berlaku sebagaimana sebelumnya. Perubahan terkait jadwal pembayaran maupun jatuh tempo sukuk belum dapat dilaksanakan karena tidak memperoleh persetujuan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ke depan, setiap perubahan atas ketentuan sukuk masih memerlukan persetujuan para pemegang sukuk melalui mekanisme yang diatur dalam Perjanjian Perwaliamanatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Laba Bersih CBDK Melonjak 39% Jadi Rp1,82 Triliun hingga September 2026

30 Oktober 2026 - 08:24 WIB

PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK)

Avian Brands Catat Penjualan Rp6,9 Triliun hingga September 2026, Tumbuh 16,7%

30 Oktober 2026 - 08:14 WIB

PT Avia Avian Tbk (Avian Brands)

BSDE Jual Lahan 16,6 Hektare di BSD City untuk Kembangkan Ekosistem KEK ETKI

29 Oktober 2026 - 08:14 WIB

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BEI: BSDE)

Sarana Menara Nusantara (TOWR) Perpanjang Fasilitas Kredit Rp2 Triliun hingga Oktober 2027

29 Oktober 2026 - 08:13 WIB

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)

Kredit BCA Tembus Rp1.063 Triliun, Laba Bersih Naik 4,2% Jadi Rp45,2 Triliun

28 Oktober 2026 - 08:20 WIB

BCA
Trending di Bisnis