Menu

Mode Gelap
Toyota Celica Dikabarkan Bangkit Lagi, Siap Hadir dengan Mesin 400 HP dan Hybrid 500 HP Volkswagen Siapkan Restrukturisasi Besar, Hingga 50.000 Karyawan Berpotensi Kena PHK Chainlink Ungkap Nilai Aset Dunia Nyata di Blockchain Tembus US$340 Miliar, Tokenisasi Diprediksi Melonjak Hingga US$4 Triliun Michael Saylor Tegaskan Warga Amerika Bebas Promosikan Bitcoin Tanpa Lisensi, Ini Alasannya DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center BEI Umumkan Saham SAFE Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, 98,14% Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

Bisnis

PT Ecocare Indo Pasifik Tbk Bukukan Pendapatan Rp208,5 Miliar di Semester I 2026, Laba Bersih Melonjak 32,6%

badge-check


					PT Ecocare Indo Pasifik Tbk Bukukan Pendapatan Rp208,5 Miliar di Semester I 2026, Laba Bersih Melonjak 32,6% Perbesar

JAKARTA – PT Ecocare Indo Pasifik Tbk (BEI: HYGN) mencatatkan pertumbuhan kinerja yang solid sepanjang semester pertama 2026. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp208,5 miliar, naik 21% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp172,4 miliar.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk (PATMI) juga meningkat signifikan sebesar 32,6% YoY menjadi Rp8 miliar, dari Rp6 miliar pada semester I 2025.

Kinerja positif tersebut didukung oleh pertumbuhan di seluruh lini bisnis, sekaligus mencerminkan hasil investasi strategis yang dilakukan perseroan sepanjang 2025, terutama pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan transformasi teknologi.

Margin Operasional Meningkat

Selain pertumbuhan pendapatan dan laba, HYGN juga berhasil meningkatkan efisiensi operasional. Laba operasi naik dari Rp6,4 miliar pada semester I 2025 menjadi Rp11,2 miliar pada semester I 2026.

Margin laba operasi (Operating Profit Margin/OPM) meningkat menjadi 5,3%, dibandingkan 3,7% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, margin laba bersih (Net Profit Margin/NPM) juga naik menjadi 3,8% dari 3,5%.

Di sisi lain, laba bruto bertumbuh menjadi Rp70,8 miliar dari sebelumnya Rp60,3 miliar, meskipun margin laba bruto sedikit turun dari 35% menjadi 34%.

Seluruh Segmen Bisnis Bertumbuh

Pertumbuhan pendapatan HYGN ditopang oleh kinerja positif di seluruh segmen usaha.

Segmen Hygiene Services masih menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan Rp101,8 miliar, meningkat dari Rp85,6 miliar pada semester I 2025.

Sementara itu, Sanitation Services mencatatkan pendapatan sebesar Rp73,3 miliar, naik dari Rp65 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Adapun segmen Pest Control Services menjadi penyumbang pertumbuhan paling tinggi dengan pendapatan mencapai Rp33,7 miliar, meningkat tajam dibandingkan Rp22 miliar pada semester I 2025.

Pengendalian Hama Jadi Motor Pertumbuhan

Direktur Utama HYGN, Wincent Yunanda, mengatakan bahwa perusahaan berhasil mempertahankan pertumbuhan meski menghadapi tantangan makroekonomi pada paruh pertama tahun ini.

Menurutnya, hasil tersebut merupakan buah dari investasi yang dilakukan perusahaan sepanjang tahun lalu, khususnya pada peningkatan kualitas SDM dan digitalisasi operasional.

“Meskipun menghadapi tantangan di 1H26, kami berhasil mencatatkan kinerja yang solid. Kami mulai melihat hasil dari investasi yang kami lakukan tahun lalu, khususnya pada sumber daya manusia dan teknologi. Upaya peningkatan kualitas SDM dan sistem digital mulai menunjukkan hasil,” ujar Wincent.

Ia menambahkan, HYGN akan terus memperkuat transformasi digital dengan mulai mengadopsi berbagai inisiatif kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional sepanjang sisa tahun 2026.

Optimistis Momentum Berlanjut

Manajemen menilai segmen Pengendalian Hama (Pest Control) akan tetap menjadi mesin pertumbuhan utama perusahaan.

Ekspansi layanan ke berbagai sektor industri dinilai telah memperkuat basis pendapatan yang bersifat berulang (recurring), sehingga memberikan prospek pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.

Dengan capaian sepanjang semester pertama, HYGN optimistis mampu mempertahankan tren pertumbuhan hingga akhir 2026. Perseroan meyakini strategi investasi pada SDM, digitalisasi, serta pengembangan layanan akan menjadi fondasi untuk mendorong pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas di tengah dinamika kondisi ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center

5 September 2026 - 09:34 WIB

PT Puradelta Lestari Tbk (IDX: DMAS)

ADHI Buka Suara Soal Merger dengan PTPP, Masih Tahap Kajian Awal di Bawah Danantara

4 September 2026 - 08:20 WIB

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (IDX: ADHI)

NexAI Digital Infrastruktur (MGLV) Ubah Jadwal RUPSLB dan RUPS Independen, Bahas Rights Issue hingga Akuisisi Anak Usaha

2 September 2026 - 20:44 WIB

PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV)

PKPU Adhi Commuter Properti Ditolak Pengadilan, ADCP Pastikan Operasional dan Obligasi Tetap Aman

2 September 2026 - 20:30 WIB

PT Adhi Commuter Properti Tbk (IDX: ADCP)

VKTR Gandeng Danantara dan BNBR, Jajaki Pendanaan Hingga Rp2 Triliun untuk Ekspansi Bus dan Truk Listrik

2 September 2026 - 08:30 WIB

VKTR, Danantara Investment Management, BNBR, bus listrik, kendaraan listrik
Trending di Bisnis