Menu ✖

Mode Gelap
Komisaris AKPI Henry Liem Kurangi Kepemilikan 250 Ribu Saham RANS Entertainment (RANS) Klarifikasi Isu Pengerahan Warga Berbayar di RANS Carnival Yogyakarta Indo Boga Sukses (IBOS) Buka Flagship Segafredo Caffè di Sleman, Grand Opening 7 November BEI Pertahankan Suspensi Saham MENN dan SOUL, Belum Sampaikan Laporan Keuangan Semester I-2026 Sandiaga Uno Borong 915.000 Saham MUTU, Kini Kantongi 9,51 Juta Saham Laba Bersih CBDK Melonjak 39% Jadi Rp1,82 Triliun hingga September 2026

Bisnis

ADHI Buka Suara Soal Proyek LRT City Mangkrak, ADCP Akui Hadapi Tantangan Likuiditas

badge-check


					ilustrasi LRT Perbesar

ilustrasi LRT

JAKARTA – PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (BEI: ADHI) akhirnya memberikan penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait pemberitaan mengenai proyek LRT City yang mengalami keterlambatan pembangunan.

Klarifikasi tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas permintaan BEI melalui surat Nomor S-09174/BEI.PP2/07-2026, menyusul pemberitaan Kompas.com berjudul “Buntut LRT City Mangkrak, Ara Minta BPK Audit Adhi Commuter Properti” yang terbit pada 26 Juli 2026.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan pada Rabu (29/7/2026), ADHI menjelaskan bahwa proyek tersebut berada di bawah pengelolaan anak usahanya, PT Adhi Commuter Properti Tbk. (ADCP), yang fokus mengembangkan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD).

ADCP Kelola 13 Proyek TOD

Perseroan mengungkapkan hingga saat ini ADCP memiliki 13 proyek yang sedang dan telah dikembangkan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak enam proyek telah selesai dan beroperasi, terdiri atas empat apartemen, satu kawasan hunian tapak (landed house), serta satu gedung perkantoran. Sementara itu, tujuh proyek lainnya masih berada dalam tahap pembangunan.

Secara keseluruhan, proyek-proyek tersebut mencakup 9.839 unit hunian. Hingga kini, sebanyak 5.392 unit telah berhasil terjual, sedangkan 2.575 unit telah diserahterimakan kepada konsumen.

Diversifikasi Bisnis Lewat Pendapatan Berulang

ADHI menegaskan ADCP tidak hanya mengandalkan penjualan apartemen sebagai sumber pendapatan.

Sebagai bagian dari strategi diversifikasi bisnis, perusahaan telah mengembangkan sejumlah aset komersial yang menghasilkan pendapatan berulang (recurring income).

Beberapa aset tersebut antara lain gedung perkantoran Office MTH 27 di Jakarta Timur dengan luas sekitar 12.546 meter persegi, serta kawasan komersial di Cisauk Point, Eastern Green, dan MTH 27.

Strategi ini diharapkan dapat memperkuat arus kas perusahaan di tengah kondisi pasar properti yang masih menghadapi tantangan.

Akui Hadapi Tantangan Likuiditas

Dalam penjelasannya kepada BEI, ADCP juga menyampaikan permohonan maaf kepada para konsumen atas keterlambatan serah terima unit.

Perusahaan mengakui saat ini tengah menghadapi tantangan likuiditas yang berdampak terhadap penyelesaian sejumlah proyek.

Menurut manajemen, model bisnis pengembangan kawasan TOD membutuhkan investasi awal yang cukup besar untuk penyediaan lahan di sekitar stasiun transportasi publik seperti Commuter Line, LRT, maupun BRT, berikut pembangunan infrastruktur pendukung sebelum pengembangan hunian dilakukan secara bertahap.

Selain itu, perlambatan pasar properti dalam beberapa tahun terakhir juga menyebabkan tingkat penjualan belum pulih sepenuhnya sehingga memengaruhi arus kas perusahaan dan kemampuan pendanaan proyek.

ADCP Tawarkan Solusi untuk Konsumen

Sebagai bentuk komitmen memenuhi hak konsumen, ADCP telah menawarkan sejumlah alternatif penyelesaian.

Pilihan tersebut meliputi relokasi unit ke proyek lain maupun skema pinjam pakai sementara pada unit yang telah siap huni (ready stock).

Di sisi lain, perusahaan juga tengah menjajaki kerja sama dengan investor dan kontraktor strategis guna mempercepat penyelesaian proyek sehingga kewajiban kepada konsumen dapat dipenuhi secara bertahap.

Tidak Ada Informasi Material Lain

Dalam keterbukaan informasi yang ditandatangani Corporate Secretary ADHI, Rozi Sparta, perseroan menegaskan bahwa hingga saat ini tidak terdapat informasi atau kejadian material lainnya yang dapat memengaruhi kelangsungan usaha maupun pergerakan harga saham ADHI.

Pernyataan tersebut disampaikan untuk memenuhi kewajiban keterbukaan informasi kepada regulator dan investor setelah munculnya pemberitaan di media massa.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Laba Bersih CBDK Melonjak 39% Jadi Rp1,82 Triliun hingga September 2026

30 Oktober 2026 - 08:24 WIB

PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK)

Avian Brands Catat Penjualan Rp6,9 Triliun hingga September 2026, Tumbuh 16,7%

30 Oktober 2026 - 08:14 WIB

PT Avia Avian Tbk (Avian Brands)

BSDE Jual Lahan 16,6 Hektare di BSD City untuk Kembangkan Ekosistem KEK ETKI

29 Oktober 2026 - 08:14 WIB

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BEI: BSDE)

Sarana Menara Nusantara (TOWR) Perpanjang Fasilitas Kredit Rp2 Triliun hingga Oktober 2027

29 Oktober 2026 - 08:13 WIB

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)

Kredit BCA Tembus Rp1.063 Triliun, Laba Bersih Naik 4,2% Jadi Rp45,2 Triliun

28 Oktober 2026 - 08:20 WIB

BCA
Trending di Bisnis