Industri startup kripto kembali menunjukkan geliat pendanaan yang cukup kuat. Dalam sepekan terakhir, sejumlah proyek di sektor aset digital berhasil mengumpulkan dana dengan total mencapai US$76,4 juta atau sekitar Rp1,25 triliun.
Berdasarkan data CryptoRank, Yellow Card menjadi perusahaan yang memperoleh suntikan modal terbesar dengan nilai US$40 juta atau sekitar Rp660 miliar. Di belakangnya terdapat InvestiFi dan Vangrid yang juga berhasil mengamankan pendanaan dalam jumlah signifikan.
Selain ketiga perusahaan tersebut, sejumlah nama lain seperti JPYC, Yooldo, Global Ledger, dan ZIGChain turut mencatatkan pendanaan sepanjang pekan tersebut.
Perhitungan menggunakan asumsi kurs sekitar Rp16.500 per dolar AS.
Yellow Card Kantongi US$40 Juta
Yellow Card menjadi sorotan utama dalam daftar pendanaan startup kripto pekan ini setelah memperoleh investasi sebesar US$40 juta.
Perusahaan tersebut mengembangkan layanan pembayaran berbasis stablecoin yang telah beroperasi di sekitar 20 yurisdiksi di Afrika serta sejumlah pasar lainnya.
Pendanaan baru ini memperkuat posisi Yellow Card sebagai salah satu pemain yang mencoba memanfaatkan stablecoin untuk meningkatkan efisiensi transaksi dan pembayaran lintas negara.
Stablecoin menjadi salah satu sektor yang semakin menarik perhatian investor karena menawarkan nilai yang relatif stabil sekaligus memanfaatkan infrastruktur blockchain.
InvestiFi Raih US$20 Juta
Posisi kedua ditempati InvestiFi dengan pendanaan sebesar US$20 juta atau sekitar Rp330 miliar.
Platform tersebut berfokus menggabungkan layanan investasi dan perdagangan aset kripto dengan jaringan bank komunitas serta credit union di Amerika Serikat.
Model bisnis InvestiFi menempatkan aset digital lebih dekat dengan infrastruktur keuangan tradisional. Strategi ini menjadi semakin relevan ketika institusi keuangan mulai mencari cara untuk menyediakan akses terhadap aset kripto tanpa harus membangun seluruh infrastrukturnya sendiri.
Vangrid dan Tren DePIN
Startup berikutnya adalah Vangrid, proyek yang bergerak di sektor Decentralized Physical Infrastructure Network (DePIN).
Vangrid mengembangkan sistem yang memanfaatkan smartphone sebagai jaringan crowdsourced untuk mengumpulkan data spasial yang dapat digunakan dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk dunia fisik.
Perusahaan tersebut berhasil mengumpulkan US$9 juta atau sekitar Rp148,5 miliar dalam pendanaan terbaru.
Perkembangan Vangrid menunjukkan bahwa investasi blockchain kini tidak hanya berkutat pada aset kripto atau aplikasi keuangan, tetapi juga mulai menyasar infrastruktur fisik yang terhubung dengan teknologi AI.
JPYC Tambah Pendanaan US$6,35 Juta
Nama lain yang cukup mencolok adalah JPYC, perusahaan Jepang yang mengembangkan stablecoin yang nilainya dipatok terhadap yen.
JPYC memperoleh tambahan dana sebesar US$6,35 juta atau sekitar Rp104,8 miliar sepanjang pekan tersebut.
Dengan tambahan tersebut, total pendanaan yang dihimpun dalam putaran Series B JPYC kini mendekati US$38 juta atau sekitar Rp627 miliar.
Perusahaan ini mengembangkan stablecoin yang dirancang untuk memenuhi ketentuan regulasi di Jepang, sehingga menjadi bagian dari tren meningkatnya integrasi aset digital dengan sistem keuangan yang lebih formal.
Yooldo hingga ZIGChain Ikut Mendapat Suntikan Dana
Di bagian bawah daftar pendanaan, terdapat Yooldo, platform Web3 yang bergerak di bidang esports dan gaming. Startup tersebut memperoleh pendanaan sekitar US$1 juta atau Rp16,5 miliar.
Sementara itu, Global Ledger, perusahaan yang mengembangkan infrastruktur perbankan, juga mendapatkan pendanaan pada pekan yang sama. Namun, nilai investasi yang diterima tidak diungkapkan kepada publik.
Nama berikutnya adalah ZIGChain, blockchain Layer-1 asal Uni Emirat Arab yang berfokus membawa konsep PayFi dan private credit ke jaringan blockchain melalui infrastruktur yang ditujukan bagi institusi.
ZIGChain juga memperoleh pendanaan strategis dengan nilai yang belum diumumkan.
Investor Mulai Melirik Infrastruktur Kripto
Total pendanaan sebesar US$76,4 juta menunjukkan minat investor terhadap industri kripto belum surut.
Menariknya, pendanaan pekan ini tidak hanya mengalir ke proyek perdagangan aset digital. Modal juga masuk ke berbagai sektor seperti stablecoin, infrastruktur pembayaran, DePIN, gaming Web3, infrastruktur perbankan hingga layanan kredit berbasis blockchain.
Pola tersebut memperlihatkan bahwa fokus investor mulai bergerak lebih luas dari sekadar spekulasi harga cryptocurrency.
Stablecoin dan infrastruktur blockchain menjadi dua area yang semakin mendapat perhatian karena memiliki potensi untuk menghubungkan teknologi blockchain dengan sistem keuangan konvensional.
Jika tren ini berlanjut, pendanaan startup kripto berpotensi semakin banyak diarahkan pada perusahaan yang menawarkan solusi nyata, terutama untuk pembayaran, infrastruktur keuangan, data dan kebutuhan institusi.












